Apakah ganja adiktif?
Penggunaan ganja dapat mengarah ke gangguan penyalahgunaan narkoba, penyakit medis dimana seseorang tidak dapat berhenti menggunakan zat meskipun zat tersebut menimbulkan masalah kesehatan dan sosial dalam hidup mereka. Gangguan penyalahgunaan narkoba yang parah disebut kecanduan. Penelitian membuktikan bahwa 9 – 30% pengguna ganja mengarah pada gangguan penyalahgunaan ganja. Orang yang menggunakan ganja sebelum usia 18 tahun berisiko 4 -7 kali lebih besar mengalami gangguan penyalahgunaan ganja dibandingkan orang dewasa.
Banyak pengguna ganja jangka panjang yang berusaha berhenti melaporkan gejala putus obat ringan yang membuat usaha untuk berhenti menjadi sulit. Gejala-gejala tersebut mencakup:
- rasa kesal
- tidak dapat tidur
- nafsu makan menurun
- kecemasan
- craving (mengidam)
Pengobatan apa yang tersedia untuk gangguan penyalahgunaan ganja?
Saat ini, tidak ada pengobatan yang tersedia untuk mengobati gangguan penyalahgunaan ganja, namun terapi perilaku menunjukkan hasil yang efektif. Contohnya, insentif motivasi dan terapi (memberikan penghargaan kepada pasien yang bebas-narkoba). Penelitian yang berkelanjutan dapat mengarah ke pengobatan baru yang dapat mengurangi gejala putus obat, memblokir efek ganja, dan mencegah relaps.
Sumber : https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/cannabis-marijuana

