Bullying Berdampak Pada Kejiwaan Seseorang Hingga Masa Dewasa
Dulunya dianggap sebagai ritual masa kanak-kanak, bullying berdampak hingga ke masa dewasa. Pelaku dan korban bullying berisiko mengalami gangguan psikiatrik seperti kecemasan, depresi, penyalahgunaan narkoba, dan bunuh diri saat mereka dewasa, demikian laporan sebuah penelitian yanf sebagian didanai oleh the National Institute of Mental Health (NIMH) dan dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry edisi April.
Hasil penelitian menemukan bahwa lebih dari setengah remaja yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut melaporkan pernah menjadi korban atau pelaku bullying. Sekitar seperempat dari partisipan menyatakan bahwa mereka adalah korban. Sekitar 7% mengakui pernah menjadi pelaku bullying. Persentasi yang sama menyatakan bahwa mereka adalah korban-pelaku bullying.
“Korban bullying melaporkan masalah kecemasan parah. Mereka mungkin menjadi orang sukses di kemudian hari, namun mereka tetap akan memikirkan tentang kejadian tersebut dan terus mengingatnya. Para pelaku bullying memiliki keterampilan sosial yang baik dani mungkin menemukan cara untuk menggunakan keterampilan tersebut di masa dewasa dengan cara yang pro-sosial. Orang-orang cenderung meremehkan kelompok korban-pelaku bullying. Mereka adalah kelompok yang pada akhirnya memiliki gangguan jiwa yang signifikan, termasuk keinginan bunuh diri.” Ujar Copeland, yang juga ayah dari dua orang anak.
———————————————
Tautan ke berita lengkap: Bullying Exerts Psychiatric Effects Into Adulthood
Tautan ke artikel ilmiah: Adult psychiatric outcomes of bullying and being bullied by peers in childhood and adolescence

