Maternal Cannabis Use in Pregnancy and Autism Spectrum Disorder or Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder in Offspring
Chittaranjan Andrade

Abstrak
Sebanyak 10% wanita yang menggunakan ganja selama kehamilan; hal ini memprihatinkan karena kandungan ganja dapat melewati hambatan plasenta dan kemungkinan mempengaruhi perkembangan saraf janin dengan bekerja pada reseptor kanabinoid pada otak janin yang sedang berkembang. Dalam konteks ini, meta analisis terkini dari 13 penelitian observasi menemukan bahwa paparan terhadap ganja saat kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder; ASD; relative risk [RR], 1,30) dan peningkatan risiko gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (attention deficit/hyperactivity disorder; ADHD; RR, 1,13); hasil terakhir mungkin memiliki bias publikasi.
Dalam meta-analisis ini, 4 penelitian memberikan informasi mengenai ASD (N gabungan = 178.565) dan 10 studi tentang ADHD (N gabungan = 203.783). Dalam penelitian kohort retrospektif berskala besar (n = 222.534) yang dipublikasikan setelah meta-analisis, gangguan penggunaan ganja (cannabis use disorder; CUD) yang tercatat sebelum kehamilan, selama kehamilan, dan selama kehamilan ditambah satu tahun setelah persalinan dikaitkan dengan peningkatan risiko ASD yang hampir serupa (RR, 3,02-3,21). Risiko tersebut lebih kecil pada perokok (RR, 1,74-1,87) dibandingkan pada bukan perokok (RR, 4,55-4,83), tetapi hanya sedikit berbeda antara bayi laki-laki (RR, 3,01-3,06) dan bayi perempuan (RR, 2,71-2,85). Meskipun penelitian kohort tersebut memiliki banyak kekuatan, keterbatasannya hanya memungkinkan kesimpulan bahwa paparan CUD menjelang kehamilan dikaitkan dengan tingginya peningkatan risiko ASD pada janin; hal tersebut mungkin karena sebagian besar risiko didorong oleh faktor genetik, lingkungan, atau perilaku.
Bidang ini masih baru; jumlah total kehamilan yang terpapar ganja (dengan ASD dan ADHD sebagai hasilnya) dalam literatur dunia masih kecil. Namun, penggunaan ganja selama kehamilan, setidaknya, merupakan penanda jelas bagi perkembangan saraf yang merugikan, disamping hasil maternal, fetal, dan neonatal yang merugikan yang teridentifikasi dalam penelitian lainnya. Penyedia layanan kesehatan yang menangani wanita yang menggunakan ganja selama kehamilan perlu mewaspadai hasil yang merugikan tersebut.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39724097/
Kalimat Kutipan: Andrade C. Maternal Cannabis Use in Pregnancy and Autism Spectrum Disorder or Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder in Offspring. J Clin Psychiatry. 2024 Dec 23;86(1):24f15717. doi: 10.4088/JCP.24f15717. PMID: 39724097.

