Hubungan antara nutrisi dan kesehatan mental bersifat dua arah: makanan yang kita konsumsi mempengaruhi kesehatan mental kita, dan status kesehatan mental kita mempengaruhi apa yang dan bagaimana kita makan. American Psychiatric Association (APA) dan American Society for Nutrition (ASN) bekerja sama dalam menyoroti keterhubungan antara nutrisi dan kesehatan mental. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pandangan masyarakat mengenai diet dan kesehatan mental, APA melaksanakan jajak pendapat pada tanggal 16 – 17 Maret 2023 yang melibatkan 2.200 orang dewasa.

Hasil jajak pendapat:
- Dua pertiga (66%) orang dewasa yang disurvei menyatakan bahwa mereka mengetahui hubungan antara diet dan kesehatan mental.
- 4 dari 5 orang dewasa (81%) bersedia merubah pola makannya untuk mendapatkan efek kesehatan mental yang lebih baik.
- 4 dari 10 orang dewasa (43%) bersedia merubah pola makannya untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
Semakin banyak penelitian yang menunjukkan manfaat pola makan yang sehat bagi kesehatan mental. Penelitian telah mengidentifikasi manfaat khusus dari pola makan mediterranian dalam mengatasi depresi. Tinjauan tahun 2019 yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa peningkatan konsumsi buah dan sayuran memiliki dampak terapeutik dengan mengurangi gejala depresi pada orang dengan kondisi depresi klinis. Presentasi webinar yang diselenggarakan oleh National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine yang menekankan akan pentingnya nutrisi dan kesehatan mental melaporkan bahwa perbaikan dalam pola makan mengurangi gejala depresi. Pola makan sehat mencakup lebih banyak vitamin dan mineral, lemak sehat, dan serat dari buah dan sayuran, gandum utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian, yang dapat mengurangi peradangan dan mengubah neurotransmiter untuk mengurangi gejala depresi.
Sebuah penelitian di tahun 2022 yang dipublikasikan di Current Development in Nutrition dan dipimpin oleh staf ASN, Jessica Bayes, Ph.D, menilai efek pola makan mediterranian dalam menangani depresi sedang hingga berat pada laki-laki usia 18 – 25 tahun. Pola makan mediterrania berbasis pada pola makan orang di wilayah mediterrania, yang mencakup lebih banyak buah dan sayuran, ikan, gandum utuh, dan lemak sehat (lemak tak jenuh poli- dan mono yang ditemukan dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian). Seluruh partisipan didiagnosis dengan gangguan depresi berat. Mereka dikelompokkan ke dalam dua kelompok penelitian: (1) kelompok intervensi pola makan, dan (2) kelompok kontrol, yang diikuti selama 12 minggu dalam penelitian acak-terkendali-paralel. Kelompok intervensi diet menerima konseling gizi dan bantuan dalam perencanaan makan untuk menyesuaikan dengan pola makan mediterrania. Kelompok intevensi menunjukkan peningkatan signifikan pada gejala depresi mereka, dengan pengurangan rerata sebanyak 20,6 poin pada Beck Depression Inventory Scale – Versi II, dibandingkan dengan pengurangan sebanyak 6,2 poin pada kelompok kontrol.
Tautan ke artikel asli: https://nutrition.org/how-to-boost-mental-health-through-better-nutrition/


