Alcohol’s Impact on the Fetus

Svetlana Popova, Danijela Dozet, Kevin Shield, Jurgen Rehm, Larry Burd

Abstrak

Latar Belakang: Alkohol merupakan zat yang dapat menimbulkan abnormalitas pada janin (teratogen). Paparan alkohol prenatal dapat mempengaruhi perkembangan janin secara negatif, meningkatkan risiko hasil negatif,  termasuk gangguan spektrum alkohol pada janin (fetal alcohol spectrum disorder; FASD). Tren global akan peningkatan konsumsi alkohol pada wanita usia reproduktif akibat perkembangan ekonomi, perubahan peran gender, peningkatan ketersediaan alkohol, tekanan teman sebaya, dan penerimaan sosial terhadap wanita yang mengonsumsi alkohol dapat menempatkan semakin banyaknya kehamilan yang berisiko akan paparan alkohol prenatal (prenatal alcohol exposure; PAE). Risiko ini semakin diperparah oleh pandemik COVID-19 yang masih berlangsung di sejumlah negara.

Metode: Tinjauan literatur ini menampilkan gambaran umum mengenai epidemiologi konsumsi alkohol di kalangan wanita usia reproduktif dan wanita hamil, serta FASD oleh WHO; dampak PAE pada kesehatan janin; termasuk FASD; komorbiditas terkait; dan dampak sosialnya.

Hasil/Kesimpulan: Dampak alkohol pada kesehatan janin dan dampak sosial di kemudian hari sangatlah besar dan menyebabkan beban ekonomi yang sangat besar pada negara. Pencegahan PAE dan identifikasi dini pada individu yang terdampak harus menjadi prioritas kesehatan masyarakat.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34684453/       

Kalimat Kutipan: Popova S, Dozet D, Shield K, Rehm J, Burd L. Alcohol’s Impact on the Fetus. Nutrients. 2021 Sep 29;13(10):3452. doi: 10.3390/nu13103452. PMID: 34684453; PMCID: PMC8541151.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *