Merupakan profesor ilmu penyakit dalam di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Beliau memperoleh gelar konsulen alergi imunologi pada tahun 1986. Pada tahun 1988, beliau memperoleh beasiswa pelatihan di University of Osaka, Jepang dan menjadi Honorary Fellow of the American College of Physician (HFACP) sejak tahun 2001. Beliau telah bekerja di bidang HIV/AIDS sejak 1989 dan berperan penting dalam membawa obat ARV ke Indonesia serta membuat obat tersebut tersedia gratis bagi pasien HIV di Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Rujukan Kanker Dharmais periode 2000 – 2005. Beliau tetap aktif dalam mengembangkan strategi nasional untuk menghentikan penyebaran epidemi HIV di Indonesia, termasuk upaya-upaya nasional dalam menyediakan obat dan tes Hepatitis C yang terjangkau di Indonesia.
Is a professor of Internal Medicine at the Faculty of Medicine, University of Indonesia. He earned his allergy immunologist title in 1986. He was awarded a scholarship in 1988 for training at the University of Osaka, Japan and has been an Honorary Fellow of the American College of Physician (HFACP) since 2001. He has been working in the area of HIV/AIDS since 1989 and was instrumental in bringing antiretroviral treatment to Indonesia and to making ARV medications freely available to HIV infected people in Indonesia. He once directed Dharmais Cancer National Referral Hospital from 2000 – 2005. He remains active in developing the national strategy to halt the spread of HIV epidemic in Indonesia, including national efforts in providing affordable Hepatitis C medicine and tests in the country.
Dengan pengetahuan dan pengalamannya di bidang hematologic dan onkologi, beliau mendiagnosa kasus pertama AIDS di Indonesia. Sebagai profesor di bidang penyakit dalam dengan spesialisasi Hematologi dan Onkologi Medis, beliau tetap aktif dalam kegiatan pencegahan, pengobatan, dan perawatan HIV. Sebagai pengakuan atas kepemimpinannya di bidang tersebut, beliau ditunjuk sebagai Ketua the 9th International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP IX) di Bali, Indonesia pada tahun 2008. Beliau merupakan Peneliti Utama bagi HPTN 074 Site Indonesia dalam melaksanakan penelitian HPTN yang berjudul “HPTN 074: Integrated Treatment and Prevention for People Who Inject Drugs: A Vanguard study for a Network-based Randomized HIV Prevention Trial Comparing an Integrated Intervention Including Supported Antiretroviral Therapy to the Standard of Care”, sebuah penelitian multi-site tingkat internasional yang dilaksanakan sejak 2014 – 2019. Selain peran aktif beliau di bidang HIV/AIDS, COVID-19, dan lain-lainnya, beliau menyalurkan kegemarannya dalam fotografi dan mengajar melalui akun sosial media beliau.
Trained in hematology and oncology, he diagnosed the first case of AIDS in Indonesia. As a professor in Internal Medicine who specialized in Haematology and Medical Oncology, Dr. Djoerban remains active in HIV prevention, care and treatment moves. In recognition of his leadership role in the area, he was appointed as the Chairman of the 9th International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP IX) in Bali, Indonesia in 2008. He was the site PI for HPTN 074 Indonesia Site to conduct an HPTN study titled “HPTN 074: Integrated Treatment and Prevention for People Who Inject Drugs: A Vanguard study for a Network-based Randomized HIV Prevention Trial Comparing an Integrated Intervention Including Supported Antiretroviral Therapy to the Standard of Care”, an international multi-site study that was conducted from 2014 – 2019. Besides his active roles in HIV/AIDS, COVID-19, and many more, he channels his passions for photography and teaching through his social media accounts.
Merupakan seorang psikiater yang sangat berpengaruh di bidang pengobatan adiksi di Indonesia. Pengalaman klinis serta entusiasme beliau yang luar biasa dalam bidang adiksi telah membuatnya menjadi pendidik dan pelatih yang bermutu. Sepanjang karirnya, beliau telah menjabat posisi signifikan di pemerintah serta di bidang kesehatan jiwa. Beliau merupakan Direktur Utama RSKO Jakarta – rumah sakit rujukan untuk adiksi di Indonesia dari tahun 2010 – 2011, Direktur di Direktorat Kesehatan Jiwa dari tahun 2011 – 2013, dan Deputi Rehabilitasi BNN hingga tahun 2021. Beliau juga memperoleh gelar master di bidang administrasi rumah sakit serta gelar doktor di bidang kebijakan kesehatan.
A psychiatrist who is very influential in addiction medicine in Indonesia. Her outstanding clinical experiences and enthusiasm in the addiction field brings her into an excellent trainer and lecturer. Through her career, she has held significant government positions in addiction and mental health field. She was a President Director of the Drug Dependence Hospital – a national referral of drug treatment in Indonesia- from 2010 to 2011, a Director of Mental Health Directorate of the Ministry of Health from 2011 to 2013, and Deputy of Rehabilitation BNN until 2021. She also earned master degree in hospital administration and doctorate degree in health policy.
Merupakan seorang psikologis klinis yang juga memiliki gelar di ilmu kesehatan jiwa dan PhD di bidang farmakologi klinis. Beliau memiliki pengalaman sebagai klinisi selama lebih dari 30 tahun, terlibat dalam berbagai penelitian terkait adiksi. Bidang penelitian yang beliau minati terkait dengan modalitas pengobatan adiksi dan intervensi perilaku. Dr. Sarasvita juga merupakan seorang trainer tingkat nasional dan global di bidang pengobatan adiksi dan isu terkait. Beliau merupakan Humphrey Fellow in Substance Abuse Professional Training tahun 2003 – 2004 di Johns Hopkins University, serta terlibat sebagai anggota panel ahli UNODC International Standard of Drug Treatment di tahun 2016. Sejak tahun 2021 hingga kini, beliau memegang posisi birokrat sebagai Deputi Rehabilitasi BNN, yang membawa beliau kepada pembuatan kebijakan berdasarkan bukti ilmiah.
Riza Sarasvita, a clinical psychologist who is also hold master degree in mental health science and doctor of philosophy in clinical pharmacology. She works as a clinician for more than 30 years, involves in various addiction-related research projects. Her main research interest is related to drug treatment modalities and behavioral intervention. She is also a national and global trainer in drug treatment and related issues. She was a 2003-2004 Humphrey Fellow in Substance Abuse Professional Training at Johns Hopkins University, also involved as an expert panel member of UNODC International Standard of Drug Treatment in 2016. From 2021 until recently, she holds a bureaucrat position, Deputy of Rehabilitation, BNN, which brings her into evidence-based drug policy making.
Berlatar belakang pendidikan Administrasi dan Kebijakan Publik dari FISIP UI. Beliau pernah bekerja di Kementerian Sosial (1991 – 2017) dan BNN (2017 – 2020), dimana dia mendedikasikan pengalamannya dalan menyusun kebijakan-kebijakan rehabilitasi di kedua lembaga tersebut. Assesor yang memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan terdaftar di Lembaga Sertifikasi Profesi BNN sejak tahun 2019 hingga saat ini. Berperan serta dalam program intervensi berbasis masyarakat seperti parenting, penjangkauan, komunitas remaja pada Unit Intervensi Berbasis Masyarakat MUSTIKA di bawah naungan BNN/K dan Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan. Melakukan pengembangan wawasan bersama Komite ISSUP Indonesia, UNODC, Colombo Plan dan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) serta berjejaring dengan lembaga-lembaga rehabilitasi.
Has a background on public policies and administration from Faculty of Social and Political Sciences, University of Indonesia. She had worked in the Ministry of Social Affairs (1991 – 2017) and the National Narcotics Board (BNN; 2017 – 2020), where she dedicated her experiences in formulating policies on rehabilitation in both institutions. She is an assessor with license from the National Professional Certification Board and is also registered with the BNN Professional Certification Board from 2019 to date. She has been actively involved in community-based intervention programs, such as parenting, outreach, and youth community at the Community-Based Intervention Unit, MUSTIKA, under the auspices of district narcotic board (BNN/K) and Ulujami district office, South Jakarta. She has links to ISSUP Indonesia, UNODC, Colombo Plan, and the Indonesian Addiction Counselors Association (IKAI) where she develops insights on addiction field and also built networks with rehabilitation centers in Indonesia.
Adalah seorang dokter umum yang lama berkecimpung di dunia adiksi Napza sejak mulai bekerja di RS Ketergantungan Obat Jakarta tahun 2002 – 2020. Mendapat kesempatan mengikuti TOT Treatnet UNODC tahun 2006 di Cairo dan Adelaide-Australia serta di Vienna-Austria pada tahun 2009. Menjadi pelatih di bidang adiksi dengan berbagai institusi sekaligus membagi pengalamannya selama di RSKO terutama dalam mengelola program rumatan metadon dan buprenorphine serta juga terlibat dalam penyusunan pedoman penatalaksanaan medik penggunaan Napza dan modul ajar konseling adiksi bersama tim Kementerian Kesehatan. Pada tahun 2014-2016, terlibat sebagai anggota WHO Expert Committee on Drug Dependence 34th-36th di Geneva. Dan pada tahun 2020 sampai saat ini mendapat penugasan baru sebagai Direktur Medik dan Keperawatan di RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan.
Is a general practitioner who has been actively working on addiction field since she started working in the Jakarta Drug Dependence Hospital (RSKO) from 2002 – 2020. In 2006, she got the opportunity to enroll in TOT Treatnet UNODC in Cairo, Egypt and Adelaide, Australia, also in Vienna, Austria in 2009. She has been an addiction trainer in many institutions. She is also generous in sharing her experience during her works in RSKO, especially in managing methadone and buprenorphine maintenance treatment and. She involved in preparing the guidelines for medical management of substance use and in preparing the teaching modules on addiction counseling in collaboration with a team from the Ministry of Health of Indonesia. In 2014 – 2016, she participated as member of WHO Expert Committee on Drug Dependence 34th-36th in Geneva. From 2020 until recently, she has been appointed as the Medical and Nursing Director at dr. Soeharto Heerdjan Mental Hospital.
Tertarik di bidang kesehatan mental terutama anak dan remaja, komunitas, psikoterapi dan alat elektrofisiologi. Bersama teman seminat mendirikan yayasan PUNTADEWA- kelompok dukungan untuk pemberdayaan ODGJ dan keluarganya serta kesehatan jiwa masyarakat. Bertugas di RSUD Banyumas, pendidik klinis di FK UGM dan FK Unsoed. Tinggal di Banyumas, Jawa Tengah.
————-
She is interested in the field of mental health, especially in mental health of children and adolescent, community health, psychotherapy, and electrophysiology tools. Together with her same-interest colleagues, she founded PUNTADEWA foundation – a support group for the empowerment of people with mental disorders (orang dengan gangguan jiwa; ODGJ) and their families, and also community mental health. She is serving at Banyumas district hospital, a clinical educator in Faculty of Medicines of UGM and Unsoed. She lives in Banyumas, Central Java.
Dr. Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ merupakan seorang psikiater berprestasi di Indonesia. Dengan pengalaman ekstensif di bidang adiksi, kesehatan jiwa, dan HIV/AIDS, beliau menjabat sebagai Kepala Unit Psikiatri di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Perannya meluas ke berbagai posisi penasihat di berbagai kelompk dukungan kesehatan jiwa dan anggota Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia. Dedikasinya telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk the WPA Early Career Psychiatrist Fellowship. Komitmennya dalam penelitian dapat dilihat dari publikasinya yang membahas tentang COVID-19 dan adiksi. Sebagai lulusan dari Universitas Sebelas Maret, beliau telah menyelesaikan pelatihan doctoral di Yale University. Dengan komitmen mendalam untuk peningkatan kesehatan jiwa, Zulvia merupakan figur yang terkenal di bidang psikiatri.
Zulvia Oktanida Syarif, MD, SpKJ, is an accomplished Indonesian psychiatrist. With extensive experience in addiction, mental health, and HIV/AIDS, she serves as Head of Psychiatry at Tarakan General Hospital. Her role extends to various advisory positions within mental health support groups and a Board member of the Indonesian Psychiatric Association. Zulvia’s dedication is recognized through numerous awards, including the WPA Early Career Psychiatrist Fellowship. Her commitment to research is evident in publications addressing COVID-19 and addiction. A graduate of Sebelas Maret University, she also completed post-doctoral training at Yale University. With a deep commitment to enhancing mental health, Zulvia is a prominent figure in the field of psychiatry.
Memperoleh pendidikan di bidang pekerja sosial dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di Bandung. Beliau juga memperoleh gelar di bidang Kajian Ketahanan Nasional dari Universitas Indonesia. Drs. Yuki memiliki pengalaman luas di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat yang dibuktikan dengan peran dan tugas beliau ketika bertugas di kementerian Sosial RI (1994 – 2011) dan Badan Narkotika Nasional (BNN; 2011 s.d sekarang).
Saat ini, Drs. Yuki menjabat sebagai Direktur Peran Serta Masyarakat pada Deputi BIdang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI. Tugas utama beliau adalah menyusun strategi dan kebijakan mengenai peningkatan lingkungan pendidikan, lingkungan kerja, serta kelompok masyarakat untuk berperan aktif dalam penanganan isu penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di tingkat propinsi hingga kabupaten/kota.
Obtained his education in social works from the Social Welfare College in Bandung. He also obtained a degree in National Resilience Studies from the University of Indonesia. Drs. Yuki has extensive experience in the social and community empowerment fields as proven by his roles and duties when serving at the Indonesian Ministry of Social Affairs (1994 – 2011) and at the National Narcotics Board (BNN; 2011 to present).
At present, Drs. Yuki serves as the Director of Community Participation under the Deputy for Community Empowerment of BNN. His main responsiblity is to develop strategies and policies on improving the educational and working environment, and also to involve community groups to play an active role in handling issues of drug abuse and illicit drug trafficking from provincial to district levels.
Merupakan ahli kesehatan masyarakat dengan latar belakang yang kuat dalam penulisan akademis dan koordinasi serta tatalaksana penelitian. Pada tahun 2007, beliau menerima beasiswa kompetitif StuNed untuk meraih gelar master di bidang ilmu kesehatan masyarakat. Salah satu hasil kerja signifikan beliau adalah penerbitan kompilasi “Indonesia HIV/AIDS research inventory, 1995-2009”, yang dipublikasikan oleh World Health Organization pada tahun 2009. Beliau merupakan coordinator penelitian yang berkomitmen dan bertanggung jawab serta memiliki standar performa yang tinggi untuk seluruh anggota tim penelitian yang diarahkannya. Beliau merupakan “orang di balik layar” dari angka retensi tinggi dalam dua penelitian kohort prospektif yang didanai oleh NIH. Sebagai pembelajar yang cepat dan gigih, beliau memperluas minatnya pada berbagai masalah kesehatan dan adiksi.
A public health specialist with strong background in academic writing and research coordinating and management. In 2007, she received a competitive StuNed scholarship to get her master degree in public health. One of her significant works was “Indonesia HIV/AIDS research inventory, 1995-2009”, published by World Health Organization in 2009. She is very committed and responsible research coordinator who always set up a high standard performance for all research team members. She is also a person behind the scene of the highest retention rate of two NIH-funded prospective cohort studies. As fast and persistent learner, she expands her interest in various and broad health and addiction issues.
Contact Us

