Apa itu vaksin?
Vaksin melindungi orang dari penyakit, seperti cacar air, inluensa (flu), dan polio. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan, oral, atau semprotan hidung. Proses mendapatkan vaksin disebut vaksinasi atau imunisasi.
Ketika seseorang menerima vaksin, sistem imunitas tubuh bekerja dengan memberikan respon imun berupa perlindungan terhadap penyakit. Dengan cara ini, sistem imunitas tubuh belajar untuk melindungi tubuh jika orang tersebut terpapar dengan penyakit terkait. Sebagian besar vaksin dirancang agar seseorang tidak akan pernah terkena penyakit tertentu atau hanya akan terkena gejala ringan dari penyakit tersebut.
Vaksin tidak hanya melindungi individu dari penyakit, namun juga melindungi masyarakat dari penyakit terkait. Ketika sebagian besar orang di masyarakat mendapatkan imunisasi untuk penyakit tertentu, kecil kemungkinannya muncul wabah penyakit.
Apakah vaksin aman?
YA. Vaksin aman dan efektif. Sejumlah orang mungkin mengalami efek samping dari vaksin yang diberikan, namun efek samping tersebut umumnya bersifat ringan (contoh, nyeri di lokasi suntikan atau deman ringan) dan akan hilang dalam beberapa hari. Reaksi parah terhadap vaksin jarang terjadi. Sebelum mendapatkan vaksin, bicarakan dengan dokter Anda mengenai manfaat vaksin dan kemungkinan efek sampingnya.
Apakah ada vaksin melawan HIV?
Sekitar 250 uji coba vaksin HIV telah dilakukan, sebagian besar merupakan uji coba tahap awal dimana para ilmuwan melihat apakah vaksin aman dan apakah tubuh manusia membentuk respon imun setelah vaksin diberikan.
Sangat sedikit uji coba vaksin HIV yang mencapai tahap akhir pengujian, dimana para ilmuwan melihat apakah vaksin tersebut efektif menghentikan infeksi HIV. Belum ada vaksin yang terbukti efektif, dan belum ada vaksin HIV yang disetujui penggunaannya di luar uji klinis. Bahkan dengan kemunduran baru-baru ini, para ilmuwan terus mencari teknologi baru untuk mendisain vaksin eksperimental guna mencegah dan mengobati HIV. Untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksin HIV eksperimental, baca lembar fakta HIVinfo: What is a Preventive HIV Vaccine? dan What is a Therapeutic HIV Vaccine?.
Meskipun belum ada vaksin untuk mencagah atau mengobati HIV, ODHIV dapat memperoleh manfaat vaksin untuk melawan penyakit lainnya.
Vaksin apa saja yang direkomendasikan untuk ODHIV?
Vaksin-vaksin berikut ini direkomendasikan bagi ODHIV:
> COVID-19
> Hepatitis A
> Hepatitis B
> Human papillomavirus (HPV)
> Influensa (flu)
> Meningokokus
> Pneumokokus (pneumonia)
> Tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan). Vaksin tunggal yang disebut Tdap melindungi remaja dan orang dewasa dari ketiga penyakit ini.
> Zoster (cacar ular)
Vaksin tambahan dapat diberikan pada ODHIV berdasarkan usia, riwayat vaksin sebelumnya, faktor risiko untuk penyakit tertentu, atau faktor lain terkait HIV.
ODHIV berisiko tinggi tertular penyakit-penyakit tersebut, sehingga mereka perlu membicarakan dengan dokter mereka untuk menentukan vaksin apa saja yang perlu mereka dapatkan dan kapan mereka harus mendapatkannya.
Bagaimana dengan imunisasi dan perjalanan?
Terlepas dari tujuannya, semua pelancong harus mendapatkan vaksinasi rutin. Orang yang berencana bepergian ke luar Amerika Serikat mungkin perlu divaksinasi terhadap penyakit yang ada di tempat tujuannya, seperti kolera atau yellow fever (demam kuning).
Untuk ODHIV, bicarakan dengan dokter Anda mengenai vaksin yang mungkin Anda perlukan sebelum bepergian.
Untuk mempersiapkan perjalanan Anda, baca informasi dari CDC mengenai: Travellers with Weakened Immune Sysrems.
Poin-Poin Penting:
Vaksin melindungi orang dari penyakit, seperti cacar air, inluensa (flu), dan polio. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan, oral, atau semprotan hidung. Proses mendapatkan vaksin disebut vaksinasi atau imunisasi.
Belum ada vaksin yang dapat mencegah atau mengobati HIV, namun ODHIV bisa mendapatkan manfaat vaksin untuk melawan penyakit lainnya, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi tertular penyakit tersebut. Vaksin-vaksin berikut ini direkomendasikan bagi ODHIV dewasa: COVID-19, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV) (bagi mereka yang berusia hingga 26 tahun), inluensa (flu), meningokokus, pneumokokus (pneumonia), tetanus, difteri, dan pertusis (vaksin tunggal memberikan perlindungan terhadap 3 jenis penyakit tersebut) dan zoster (cacar ular) (bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas).
Vaksin tambahan dapat diberikan pada ODHIV berdasarkan usia, riwayat vaksin sebelumnya, faktor risiko untuk penyakit tertentu, atau faktor lain terkait HIV.
——————————-
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-immunizations

