Apa yang dimaksud dengan interaksi obat?
Obat-obatan membantu kita merasa lebih baik dan sehat. Namun, terkadang interaksi obat dapat menimbulkan masalah. Terdapat 3 jenis interaksi obat:
1. Interaksi obat-obat: reaksi antara dua (atau lebih) obat.
2. Interaksi obat-makanan: reaksi antara obat dengan makanan atau minuman
3. Interaksi obat-kondisi: reaksi yang terjadi ketika menggunakan suatu obat saat memiliki kondisi medis tertentu. Contohnya, penggunaan dekongestan hidung jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.
Interaksi obat dapat mempengaruhi cara obat bekerja atau menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Apakah obat HIV dapat menyebabkan interaksi obat?
Pengobatan dengan obat HIV (disebut terapi antiretroviral atau ART) membantu ODHIV hidup lebih lama dan lebih sehat serta mengurangi risiko penularan HIV. Namun, interaksi obat, khususnya interaksi obat-obat, dapat mempersulit pengobatan HIV.
Interaksi obat-obat antara obat-obat HIV yang berbeda dan antara obat HIV dengan obat lainnya adalah hal yang umum. Sebelum merekomendasikan rejimen pengobatan HIV, dokter perlu mempertimbangkan dengan seksama potensi interaksi obat-obat antara obat-obat HIV. Dokter juga perlu bertanya mengenai obat-obatan lainnya yang digunakan oleh pasien. Contohnya, sejumlah obat HIV dapat membuat alat kontrasepsi hormonal menjadi kurang efektif, sehingga wanita yang menggunakan alat kontraseptif jenis tersebut perlu menggunakan metode kontrasepsi tambahan atau berbeda untuk mencegah kehamilan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan alat kontrasepsi dan obat HIV secara bersamaan, lihat infografis HIVinfo mengenai: HIV and Birth Control.
Apakah interaksi obat-makanan dan interaksi obat-kondisi dapat mempengaruhi orang yang minum obat HIV?
YA! Penggunaan obat HIV dapat mengarah ke interaksi obat-makanan dan interaksi obat-kondisi.
Makanan dapat mempengaruhi penyerapan sejumlah obat-obat HIV dan meningkatkan atau mengurangi konsentrasi obat tersebut dalam darah. Bergantung pada obat HIV yang digunakan, perubahan konsentrasi dapat bermanfaat atau berbahaya. Petunjuk mengenai cara penggunaan obat HIV menentukan apakah obat tersebut harus diminum saat makan atau saat perut kosong. Sejumlah obat HIV dapat diminum dengan atau tanpa makanan, karena makanan tidak akan mempengaruhi penyerapannya.
Kondisi, seperti penyakit ginjal, hepatitis, dan kehamilan, dapat mempengaruhi cara tubuh memproses obat HIV. Dosis bagi sejumlah obat HIV perlu disesuaikan bagi orang dengan kondisi medis tertentu.
Bagaimana cara menghindari interaksi obat?
Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk menghindari interaksi obat:
Sampaikan kepada dokter Anda mengenai seluruh obat resep dan obat bebas yang sedang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan. Sampaikan juga kepada dokter Anda mengenai vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan.
Sampaikan kepada dokter Anda mengenai segala kondisi medis yang Anda miliki, seperti tekanan datah tinggi dan diabetes.
Sebelum mulai menggunakan obat, tanyakan dokter atau apoteker Anda mengenai pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Untuk apa obat ini digunakan?
- Bagaimana cara saya minum obat ini?
- Ketika menggunakan obat ini, apakah saya harus menghindari obat lain atau makanan atau minuman tertentu?
- Dapatkah saya minum obat ini dengan aman bersama obat lain yang sedang saya gunakan? Apakah ada kemungkinan interaksi obat yang perlu saya ketahui? Apa saja tanda-tanda interaksi obat tersebut?
Jika terjadi interaksi obat, apa yang harus saya lakukan?
Minumlah obat HIV sesuai dengan petunjuk dokter Anda. Selalu baca informasi dan petunjuk yang disertakan dalam kemasan obat. Label obat dan sisipan kemasan mencantumkan informasi penting tentang kemungkinan interaksi obat.
Poin-Poin Penting:
> Interaksi obat merupakan reaksi antara dua (atau lebih) obat atau antara obat dengan makanan, minuman, atau suplemen. Penggunaan obat ketika memiliki kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Contohnya, penggunaan dekongestan hidung jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.
> Interaksi obat dapat mempengaruhi cara obat bekerja atau menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
> Pengobatan dengan obat HIV (disebut terapi antiretroviral atau ART) membantu ODHIV hidup lebih lama dan lebih sehat serta mengurangi risiko penularan HIV. Namun, interaksi obat dapat mempersulit pengobatan HIV.
> Penyedia layanan kesehatan (dokter) perlu mempertimbangkan potensi interaksi obat sebelum merekomendasikan rejimen pengobatan HIV. Sebelum menggunakan obat HIV, sampaikan kepada dokter Anda megenai semua obat resep dan obat bebas, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang sedang Anda gunakan atau yang Anda akan digunakan.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/what-drug-interaction

