Apakah tes HIV direkomendasikan bagi ibu hamil?
CDC merekomendasikan bahwa setiap wanita harus melakukan tes HIV sebelum hamil dan sedini mungkin di setiap kehamilan serta pada trimester ketiga kehamilan. Semakin dini HIV dideteksi, semakin cepat obat HIV dapat diberikan.
Setiap ibu hamil atau wanita yang ingin hamil harus mendorong pasangannya untuk melakukan tes HIV dan, jika mungkin, diskrining untuk infeksi menular seksual (IMS) lainnya. IMS meningkatkan jumlah HIV (viral load) dalam tubuh ODHIV. Jika pasangan terinfeksi HIV, pasangan tersebut harus minum obat HIV sesuai anjuran agar tetap sehat dan mencegah penularan.
Apa yang dimaksud dengan penularan HIV perinatal?
Penularan HIV perinatal berarti menularkan HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikandung selama kehamilan, persalinan, atau menyusui (melalui ASI).
Penggunaan obat HIV dan strategi lainnya telah membantu menurunkan angka penularan HIV perinatal menjadi kurang dari 1% di AS dan Eropa. (obat HIV disebut dengan antiretroviral.)
Bagaimana cara obat HIV mencegah penularan HIV perinatal?
Terapi antiretroviral (ART) adalah penggunaan obat HIV untuk mengobati infeksi HIV. Ibu hamil dengan HIV harus minum obat HIV untuk mengurangi risiko penularan perinatal HIV. Semakin dini obat HIV mulai digunakan, semakin efektif obat tersebut dalam mencegah penularah HIV perinatal. Perempuan dengan HIV yang ingin hamil harus segera minum obat HIV sebelum mereka hamil untuk mencegah penularan perinatal. Ibu hamil dan menyusui dengan HIV harus minum obat HIV sepanjang kehamilan, persalinan, dan menyusui untuk mencegah penularan perinatal. Obat HIV juga melindungi kesehatan ibu yang melahirkan.
Obat HIV, ketika dikonsumsi sesuai anjuran, mencegah HIV dari memperbanyak diri dan menurunkan viral load. Viral load yang tidak terdeteksi menandakan bahwa jumlah HIV dalam darah sangat rendah untuk dapat dideteksi oleh tes viral load. Risiko penularan HIV perinatal menjadi sangat rendah ketika ibu hamil dengan HIV memiliki viral load tidak terdeteksi. Memiliki viral load tidak terdeteksi selama kehamilan selama kehamilan dan sepanjang periode menyusui menurunkan risiko penularan HIV perinatal menjadi kurang dari 1%. Mempertahankan viral load tidak terdeteksi juga membantu calon ibu untuk tetap sehat.
Setelah persalinan, bayi yang lahir dari ibu dengan HIV menerima pengobatan HIV untuk mengurangi risiko penularan HIV. Sejumlah faktor menentukan jenis obat HIV yang akan diberikan kepada bayi tersebut dan berapa lama bayi tersebut harus minum obat HIV.
Apakah obat HIV aman dikonsumsi selama kehamilan?
Obat HIV aman dikonsumsi selama kehamilan. Obat HIV tidak meningkatkan risiko bayi dengan cacat lahir. Penyedia layanan kesehatan mendiskusikan manfaat dan risiko dari obat HIV tertentu ketika membantu wanita dengan HIV menentukan obat HIV yang akan digunakan selama kehamilan atau saat mereka mencoba untuk hamil. Jika seorang wanita hamil saat mengonsumsi obat HIV, mereka harus tetap minum obat tersebut kecuali diinstruksikan untuk menggantinya oleh dokter.
Apakah ada cara lain untuk mencegah penularan HIV perinatal?
Pada ODHIV dengan viral load HIV tinggi (lebih dari 1.000 kopi/mL) atau viral load tidak diketahui menjelang waktu persalinan, persalinan caesarean (terkadang disebut dengan C-section) dapat menurunkan risiko penularan perinatal.
Ibu hamil dengan HIV sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan menyusui bagi bayi mereka pasca persalinan. Dengan mengonsumsi obat HIV secara konsisten dan viral load tidak terdeteksi selama kehamilan dan menyusui, risiko penularan kepada bayi menyusui menjadi rendah: kurang dari 1%, namun bukan 0%. Alternatif lainnya, susu formula yang disiapkan dengan benar atau susu donor yang dipasteurisasi dari bank susu merupakan pilihan untuk mengurangi risiko penularan ke bayi pasca persalinan. Ibu hamil dengan HIV dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan menentukan metode pemberian makanan yang tepat bagi bayi mereka.
Selain itu, bayi tidak boleh mengonsumsi makanan yang telah dikunyah terlebih dahulu oleh ODHIV.
Dimana saya bisa mempelajari lebih lanjut mengenai pencegahan penularan HIV perinatal?
Baca lebih lanjut lembar fakta HIVinfo berikut:
- HIV Medicines During Pregnancy and Childbirth: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-medicines-during-pregnancy-and-childbirth
- Preventing Perinatal Transmission of HIV After Birth: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/preventing-perinatal-transmission-hiv-after-birth
Poin-Poin Penting:
- Orang harus melakukan tes HIV sebelum hamil atau sesegera mungkin di setiap kehamilan dan pada trimester ketiga. Semakin dini HIV terdeteksi, semakin cepat obat HIV (dikenal dengan antiretroviral) dapat diberikan.
- Penularan HIV perinatal berarti menularkan HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikandung selama kehamilan, persalinan, atau menyusui (melalui ASI). Penularan HIV perinatal sebelumnya disebut dengan penularan HIV dari ibu ke bayi.
- Ibu hamil dengan HIV harus minum obat ARV selama kehamilan dan persalinan untuk mencegah penularan perinatal. ART merupakan penggunaan kombinasi obat HIV (antiretroviral) untuk mengobati HIV. Penggunaan obat HIV dan strategi lainnya telah membantu menurunkan angka penularan HIV perinatal menjadi kurang dari 1% di AS dan Eropa.
- Banyak ibu hamil dengan HIV dapat melakukan persalinan vaginal. Jika seorang ibu hamil memiliki viral load tinggi (lebih dari 1.000 kopi/mL) atau jumlah viral load tidak diketahui menjelang waktu persalinan, operasi Caesar yang terjadwal (biasa disebut C-section) dapat menurunkan risiko penularan HIV perinatal.
- Setelah persalinan, bayi yang terlahir dari ibu dengan HIV harus diberikan obat HIV untuk menurunkan risiko penularan perinatal. Sejumlah faktor menentukan jenis obat HIV yang akan diberikan kepada bayi tersebut dan berapa lama bayi tersebut harus minum obat HIV.
- Meskipun HIV dapat ditularkan melalui ASI, minum obat HIV dan memiliki viral load tidak terdeteksi selama kehamilan dan sepanjang periode menyusui menurunkan risiko menularkan HIV menjadi kurang dari 1%. Ibu hamil dengan HIV harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan pilihan menyusui bayi mereka.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/preventing-perinatal-transmission-hiv

