Mengapa nutrisi yang baik penting bagi ODHIV?
Nutrisi yang baik adalah mengenai menemukan dan mempertahankan pola makan sehat yang memberikan nutrisi utama. Pola makan yang baik mendukung kesehatan dan membantu menjaga fungsi imunitas yang baik.

Untuk ODHIV, minum obat HIV (dikenal sebagai terapi antiretroviral) membantu melindungi kerusakan sistem imunitas. Makanan yang sehat dan bergizi dapat membantu tubuh memproses obat HIV dengan efektif, mendukung kesehatan sistem imunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
HIV dan sejumlah obat HIV dikaitkan dengan penyakit jantung dan faktor-faktor risiko yang terkait dengan penyakit jantung, seperti berat badan berlebih. Nutrisi yang baik merupakan cara yang aman dan efektif untuk membantu mencegah penyakit jantung atau kenaikan berat badan. Namun demikian, obat-obatan pendukung, seperti statin, seringkali direkomendasikan bagi ODHIV untuk membantu menjaga kesehatan jantung mereka.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit jantung dan kenaikan berat badan pada ODHIV, lihat lembar fakta HIVinfo untuk “HIV dan Heart Disease”(https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-heart-disease; tautan ke terjemahan lengkap: https://yayasanabhipraya.com/2025/05/28/hiv-dan-penyakit-jantung/) serta “HIV and Lipodystrophy” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-lipodystrophy; tautan ke terjemahan lengkap: https://yayasanabhipraya.com/2024/10/02/hiv-dan-lipodistrofi/)
Mengapa diet sehat penting bagi ODHIV?
Dasar untuk diet sehat bagi semua orang sama, tanpa melihat status HIV. Sejumlah rekomendasi umum mencakup –
- Mengonsumsi variasi makanan dari 5 kelompok makanan: buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, protein, dan produk susu
- Makan dalam jumlah yang cukup (diukur dalam kalori) untuk menjaga berat badan yang sehat
- Memilih makanan yang rendah lemak jenuh, natrium (garam), dan gula
Pada sejumlah kasus, ODHIV mungkin mendapatkan manfaat mengonsumsi suplemen makanan selain pola makan yang sehat. Lihat lembar fakta “HIV and Dietary Supplements” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-dietary-supplements; terjemahan lengkap artikel di: https://yayasanabhipraya.com/2025/09/08/hiv-dan-suplemen-makanan/)
Apakah HIV atau obat HIV dapat menimbulkan masalah gizi?
HIV dan obat HIV terkadang dapat menyebabkan masalah gizi. Contoh, sejumlah infeksi yang berkaitan dengan HIV dapat membuat ODHIV sulit makan atau menelan. Efek samping obat HIV, seperti hilang nafsu makan, mual, atau diare, dapat membuat ODHIV sulit untuk patuh minum obat.
Jika Anda terinfeksi HIV dan memiliki masalah gizi, konsultasikan dengan dokter Anda. Selain itu, untuk menghindari masalah gizi, ODHIV juga harus memperhatikan keamanan pangan.
Apa yang dimaksud dengan keamanan pangan?
Makanan dan air dapat terkontaminasi dengan kuman yang dapat menimbulkan penyakit (disebut penyakit yang disebabkan oleh makanan atau keracunan makanan). Keamanan pangan berdasarkan pada cara memilih, menangani, mempersiapkan, dan menyimpan makanan untuk mencegah timbulnya penyakit. Contoh, FDA memberikan pedoman mengenai suhu minimum yang digunakan ketika memasak makanan untuk mencegah timbulnya penyakit.
Kualitas air minum juga penting karena air digunakan untuk minum dan masak. Meskipun banyak peraturan di AS yang memastikan setiap orang memiliki akses ke air bersih, penting bagi setiap orang untuk membaca laporan kualitas air lokal dan menguji suplai air bersih Anda untuk memastikan Anda tidak mengonsumsi air yang terkontaminasi kuman berbahaya atau zat kimia.
Karena HIV merusak sistem kekebalan tubuh, penyakit yang ditimbulkan oleh makanan dapat bersifat lebih parah dan berlangsung lebih lama pada ODHIV dibandingkan pada orang yang tidak terinfeksi HIV. Mematuhi pedoman keamanan pangan mengurangi risiko penyakit tersebut.
Langkah apa yang perlu dilakukan ODHIV untuk mencegah timbulnya penyakit akibat makanan?
Jika Anda terinfeksi HIV, patuhi pedoman keamanan pangan berikut untuk mengurangi risiko terkena penyakit tersebut:
Jangan makan atau minum:
- Telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah, seperti adonan kue buatan sendiri
- Daging unggas, daging merah, atau makanan laut mentah atau kurang matang
- Susu, produk susu, dan jus segar yang tidak dipasteurisasi
Patuhi 4 langkah dasar keamanan pangan: bersihkan, pisahkan, masak, dan dinginkan:
- Bersihkan: cuci tangan, peralatan masak, dan permukaan dapur sesering mungkin ketika menyiapkan makanan
- Pisahkan: pisahkan makanan untuk mencegah penyebaran kuman dari satu makanan ke makanan yang lain. Contoh, pisahkan daging mentah, daging unggas, makanan laut, dan telur dari makanan yang siap saji, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan roti.
- Masak: gunakan termometer makanan untuk memastikan bahwa makanan dimasak pada suhu yang dianjurkan (lihat FDA’s Safe Minimal Internal Temperature Chart: https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/food-safety-basics/safe-temperature-chart)
- Dinginkan: simpan daging merah, daging unggas, telur, makanan laut, atau makanan lainnya yang cenderung mudah rusak dalam waktu 2 jam setelah dimasak atau setelah dibeli.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website FDA mengenai “Food Safety for Older Adults and People with Cancer, Diabetes, HIV/AIDS, Organ Transplants, and Autoimmune Diseases” (https://www.fda.gov/food/people-risk-foodborne-illness/food-safety-older-adults-and-people-cancer-diabetes-hivaids-organ-transplants-and-autoimmune). Jika Anda berencana bepergian, baca rekomendasi CDC mengenai “Food and Drink Considerations When Traveling” (https://wwwnc.cdc.gov/travel/page/food-water-safety).
| Poin-Poin Penting: Untuk ODHIV, nutrisi yang baik membantu menjaga sistem kekebalan tubuh, menjaga berat badan sehat, membantu dalam penyerapan obat HIV, dan mendukung keseluruhan kesehatan dan kesejahteraan.Makanan dan air dapat terkontaminasi oleh kuman sehingga dapat menimbulkan penyakit (disebut penyakit yang disebabkan oleh makanan) yang dapat menjadi masalah serius bagi ODHIV akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah.Keamanan pangan merujuk kepada pemilihan, penanganan, penyiapan, dan penyimpanan makanan untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh makanan. Kepatuhan terhadap pedoman keamanan pangan mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan. |
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-nutrition-and-food-safety


