Once-Weekly Semaglutide in Adults With Alcohol Use Disorder: A Randomized Clinical Trial

Christian S HendershotMichael P BremmerMichael B PaladinoGeorgios KostantinisThomas A GilmoreNeil R SullivanAmanda C TowSarah S DermodyMark A PrinceRobyn JordanSherry A McKeePaul J FletcherEric D ClausKlara R Klein

Abstrak

Kepentingan: Bukti praklinis, observasi, dan farmakoepidemiologi mengindikasikan bahwa agonis reseptor peptida mirip glukagon-1 (glucagon-like peptide 1 receptor agonists; GLP-1RAs) dapat mengurangi konsumsi alkohol. Uji randomisasi diperlukan untuk menentukan signifikansi klinis dari temuan tersebut.

Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi efek semaglutide subkutan seminggu sekali terhadap konsumsi alkohol dan craving untuk minum alkohol pada orang dewasa dengan gangguan penggunaan alkohol (alcohol use disorder; AUD).

Desain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Penelitian ini merupakan fase-2, double-blind, acak, dan kelompok paralel yang melibatkan pengobatan rawat jalan selama 9 minggu. Enrolmen dilakukan di pusat medis akademik (RS pendidikan) di AS dari September 2022 sampai dengan Februari 2024. Dari 504 calon partisipan potensial yang dinilai, 48 orang dengan AUD yang tidak mencari pengobatan dirandomisasi.

Intervensi Penelitian: Para partisipan menerima semaglutide (0,25 mg/minggu selama 4 minggu, 0,5 mg/minggu selama 4 minggu, dan 1,0 mg selama 1 minggu) atau plasebo pada kunjungan klinik mingguan.

Hasil dan Pengukuran Utama: Hasil utama adalah konsumsi alkohol mandiri di laboratorium, diukur sebelum dan sesudah pengobatan (0,5 mg/minggu). Hasil sekunder dan eksploratif, termasuk perubahan prospektif dalam konsumsi alkohol dan craving untuk minum alkohol dinilai pada kunjungan rawat jalan.

Hasil Penelitian: Empat puluh delapan partisipan (34 [71%] perempuan; usia rata-rata [SD], 39,9 [10,6] tahun) diacak. Semaglutide dosis rendah mengurangi jumlah alkohol yang dikonsumsi selama tugas pemberian mandiri di laboratorium pasca perawatan, dengan bukti ukuran efek sedang hingga besar untuk gram alkohol yang dikonsumsi (β, -0,48; 95% CI, -0,85 hingga -0,11; P = 0,01) dan konsentrasi alkohol dalam napas puncak (β, -0,46; 95% CI, -0,87 hingga -0,06; P = 0,03). Pengobatan semaglutide tidak memengaruhi rata-rata minuman per hari kalender atau jumlah hari minum, tetapi secara signifikan mengurangi minuman per hari minum (β, -0,41; 95% CI, -0,73 hingga -0,09; P = 0,04) dan keinginan minum alkohol mingguan (β, -0,39; 95% CI, -0,73 hingga -0,06; P = 0,01), juga memprediksi pengurangan yang lebih besar dalam minum berat dari waktu ke waktu dibandingkan dengan plasebo (β, 0,84; 95% CI, 0,71 hingga 0,99; P = 0,04). Interaksi pengobatan-dengan-waktu yang signifikan menunjukkan bahwa pengobatan semaglutide memprediksi pengurangan relatif yang lebih besar dalam jumlah rokok per hari pada sub-sampel individu dengan penggunaan rokok saat ini (β, -0,10; 95% CI, -0,16 hingga -0,03; P = 0,005).

Kesimpulan dan Relevansi: Hasil temuan ini memberikan bukti prospektif awal bahwa semaglutide dosis rendah dapat mengurangi craving dan sejumlah dampak minum alkohol, yang menjadi justifikasi bagi uji klinis yang lebih besar untuk mengevaluasi penggunaan GLP-1RA bagi AUD.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39937469/   Kalimat Kutipan: Hendershot CS, Bremmer MP, Paladino MB, Kostantinis G, Gilmore TA, Sullivan NR, Tow AC, Dermody SS, Prince MA, Jordan R, McKee SA, Fletcher PJ, Claus ED, Klein KR. Once-Weekly Semaglutide in Adults With Alcohol Use Disorder: A Randomized Clinical Trial. JAMA Psychiatry. 2025 Apr 1;82(4):395-405. doi: 10.1001/jamapsychiatry.2024.4789. PMID: 39937469; PMCID: PMC11822619.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *