HIV, Nutrisi, dan Keamanan Pangan (Seri-4)

Makanan Sisa dan Keamanan Pangan

Seringkali ketika kita masak atau makan di restoran, kita memiliki makanan sisa. Untuk memastikan bahwa makanan sisa aman untuk dikonsumsi, pastikan bahwa makanan tersebut dimasak pada suhu yang aman dan simpan makanan sisa tersebut dalam kulkas secepatnya. Tidak memasak makanan pada suhu aman dan meninggalkan makanan di luar kulkas pada suhu yang tidak aman merupakan dua penyebab utama timbulnya penyakit melalui makanan. Penanganan makanan sisa yang aman sangat penting untuk mengurangi kemungkinan munculnya penyakit tersebut. Patuhi rekomendasi the USDA Food Safety and Inspection Service untuk penanganan sisa makanan yang aman.

Memasak makanan secara aman di rumah

Langkah pertama untuk mendapatkan makanan sisa yang aman adalah dengan memasak makanan dengan aman. Gunakan termometer makanan untuk memastikan bahwa makanan dimasak dengan aman pada suhu internal yang rendah.

  • Daging merah: masak daging merah (sapi, babi, kambing, daging sapi muda) baik steak, potongan daging, maupun panggang pada suhu internal minimum sekitar 62,8°C yang diukur dengan termometer makanan sebelum mengangkat makanan dari sumber panas. Untuk keamanan dan kualitas, dinginkan daging sebelum dipotong atau dikonsumsi. Berdasarkan pilihan pribadi, konsumen dapat memilih untuk memasak makanan pada suhu tinggi.
  • Daging cincang: masak daging cincang pada suhu internal minimum sekitar 71,1°C yang diukur dengan termometer makanan.
  • Daging unggas: masak daging unggas pada suhu internal minimum sekitar 73,9°C yang diukur dengan termometer makanan.

Jauhkan makanan dari zona berbahaya

Bakteri berkembang secara cepat pada suhu 4.4°C hingga 60°C. Setelah makanan dimasak dengan aman, makanan panas harus dijaga tetap panas pada suhu 60°C atau lebih tinggi untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Dalam waktu 2 jam setelah makanan selesai dimasak atau setelah dikeluarkan dari perangkat yang menjaga makanan tersebut tetap hangat, makanan sisa harus disimpan dalam kulkas. Buang makanan mudah rusak yang berada di suhu ruangan selama lebih dari  2 jam (1 jam jika suhunya lebih dari 32,2°C, misalnya ketika piknik di luar ruangan saat musim panas).

Makanan dingin yang mudah rusak, seperti salad ayam atau aneka daging olahan, harus disimpan pada suhu sekitar 4°C atau di bawahnya. Saat menyajikan makanan di prasmanan, jaga agar makanan tetap panas menggunakan wadah penghangat, panci masak lambat, atau nampan penghangat. Jaga agar makanan tetap dingin dengan menempatkan wadah makanan di dalam mangkuk berisi es atau gunakan nampan saji kecil dan ganti secara berkala. Buang sisa makanan dingin yang telah dibiarkan di suhu ruangan selama lebih dari 2 jam (1 jam jika suhunya lebih dari 32,2°C).

Segera dinginkan makanan

Untuk mencegah perkembangan bakteri, penting untuk segera mendinginkan makanan sehingga mencapai suhu penyimpanan di kulkas yang aman, yaitu sekitar 4°C atau di bawahnya. Untuk hal ini, bagi makanan ke dalam kotak makanan ukuran kecil. Semangkuk besar sup, contohnya, memerlukan waktu yang lama untuk didinginkan, mengundang bakteri untuk berkembang biak dan meningkatkan risiko penyakit melalui makanan. Sebaliknya, bagi sup tersebut ke dalam kotak makanan kecil agar lebih cepat dingin.

Potong makanan ukuran besar ke dalam ukuran kecil agar cepat dingin. Untuk daging panggang atau ham utuh, iris atau potong menjadi ukuran yang lebih kecil. Potong daging kalkun menjadi ukuran kecil dan dinginkan di kulkas. Potongan daging bagian dada; kaki dan sayap dapat dibiarkan utuh.

Makanan panas dapat langsung disimpan di kulkas atau didinginkan dengan cepat dalam air dingin atau rendaman es batu sebelum dimasukkan ke kulkas.

Bungkus makanan sisa dengan baik

Bungkus makanan sisa dalam kemasan kedap udara atau tutup makanan sisa dalam kotak makanan. Praktik ini membantu mecegah masuknya bakteri, menjaga kelembapan, dan mencegah makanan sisa menyerap bau dari makanan lain dalam kulkas. Segera dinginkan atau bekukan makanan sisa yang telah dibungkus untuk pendinginan cepat.

Simpan makanan sisa dengan aman

Makanan sisa dapat disimpan dalam kulkas selama 3 – 4 hari atau bekukan selama 3 – 4 bulan. Meskipun aman untuk waktu lama, makanan sisa yang beku dapat kehilangan kelembapan dan rasa ketika disimpan untuk waktu lama dalam freezer.

Lunakkan makanan sisa yang beku dengan aman

Cara aman untuk melunakkan makanan sisa yang beku melibatkan kulkas, air dingin, dan oven microwave. Melunakkan makanan sisa di kulkas memerlukan waktu yang cukup lama, namun makanan sisa tetap aman sepanjang waktu. Setelah lunak, makanan sisa harus dikonsumsi dalam waktu 3 – 4 hari atau dapat dibekukan kembali.

Proses pelunakan makanan sisa menggunakan air dingin lebih cepat dibandingkan dengan kulkas, namun memerlukan perhatian lebih. Makanan sisa yang beku harus berada dalam kemasan atau kantong plastik yang kedap air. Jika kantong bocor, air dapat masuk ke dalam makanan dan bakteri dari udara atau lingkungan sekitar dapat mencemarinya. Makanan yang dicairkan dengan metode air dingin harus dimasak sebelum dibekukan kembali.

Proses pelunakan makanan sisa beku dengan oven microwave merupakan proses tercepat. Ketika melunakkan makanan sisa dalam microwave, terus panaskan hingga mencapai suhu sekitar 74°C yang diukur dengan termometer makanan. Makanan yang dicairkan di microwave dapat dibekukan kembali setelah dipanaskan hingga suhu aman ini.

Panaskan makanan sisa tanpa melunakkannya

Memanaskan kembali makanan sisa yang beku tanpa mencairkannya terlebih dahulu aman dilakukan, baik di panci atau microwave (untuk sup atau rebusan) atau di oven atau microwave (misalnya, kaserol dan makanan siap saji). Proses pemanasan kembali akan memakan waktu lebih lama daripada jika makanan dilunakkan terlebih dahulu, tetapi aman dilakukan jika waktu terbatas.

Panaskan makanan sisa dengan aman

Ketika memanaskan kembali makanan sisa, pastikan proses pemanasan mencapai suhu sekitar 74°C yang diukur dengan termometer makanan. Tutup panci yang digunakan untuk memanaskan makanan sisa saat memanaskan makanan tersebut. Ini akan mempertahankan kelembapan dan memastikan makanan matang sempurna hingga ke bagian dalam.

Saat memanaskan makanan dalam microwave, tutupi dan putar makanan agar panas merata. Atur makanan secara merata dalam wadah kaca atau keramik yang aman untuk microwave dan tertutup, dan tambahkan sedikit cairan jika perlu. Pastikan penutupnya aman untuk microwave, dan beri lubang pada tutup atau bungkusnya agar uap dapat keluar. Panas lembap yang dihasilkan akan membantu menghancurkan bakteri berbahaya dan memastikan pemasakan yang merata. Selain itu, karena microwave memiliki titik-titik dingin, periksa suhu makanan di beberapa tempat dengan termometer makanan dan biarkan beberapa saat sebelum memeriksa suhu internal makanan. Makanan padat memerlukan proses memasak yang lebih lama (misalnya, kalkun utuh atau daging panggang) daripada makanan yang kurang padat (misalnya, roti, sayuran, dan buah-buahan).

Membekukan kembali makanan sisa yang sebelumnya sudah dibekukan

Terkadang, ada makanan sisa yang “tersisa”. Membekukan kembali makanan yang tersisa setelah memanaskan kembali sisa makanan yang sebelumnya dibekukan aman dilakukan pada suhu sekitar 74°C yang diukur dengan termometer makanan.

Jika Anda hanya ingin mengonsumsi sejumlah kecil makanan sisa dalam jumlah besar yang disimpan dalam wadah besar, Anda dapat mengeluarkan wadah tersebut dan menyimpannya dalam kulkas untuk proses pelunakan, ambil jumlah yang ingin Anda konsumsi. Kemudian, Anda dapat membekukan kembali sisanya yang tidak Anda perlukan tanpa memanaskannya.

Tautan ke artikel asli: https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/food-safety-basics/leftovers-and-food-safety     

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *