Schizophrenia and bipolar disorder share 70% of their genetic roots, Landmark Study finds
Februari tahun lalu, para peneliti menyampaikan hasil temuan mereka bahwa 8 kondisi psikiatrik yang berbeda dapat berbagi akar genetik yang sama. Para peneliti menguji DNA lebih dari 1 juta orang yang didiagnosis dengan setidaknya satu dari 14 gangguan psikiatrik, bersama dengan 5 juta orang lainnya yang tidak memiliki kondisi tersebut. Hal yang mengejutkan, mereka menemukan lima tanda genetik yang mendasari sebagian besar risiko psikiatrik dari 14 gangguan tersebut.
Temuan terkini mengungkapkan 5 kelompok genetik yang berkontribusi terhadap risiko genetik psikiatri. Gangguan dengan tampilan kompulsif – seperti anorexia nervosa, Tourette syndrome, dan obsessive-compulsive disorder (OCD) – berbagi 1 kluster/kelompok genetik. Depresi, kecemasan, dan post-traumatic stress disorder (PTSD) berbagi kelompok lainnya. Gangguan penggunaan narkotika membentuk kelompok ketiga. Kondisi perkembangan syaraf seperti autisme dan attention-deficit/yperactivity disorder (ADHD) membentuk kelompok ke-4, yang menjelaskan mengapa banyak kondisi tersebut yang muncul dengan gejala yang sama atau muncul bersamaan. Dan hasil yang paling mengejutkan dari penelitian tersebut adalah skizofrenia dan bipolar berbagi 70% arsitektur genetika – sebuah temuan yang memunculkan pertanyaan serius mengenai apakah keduanya perlu dianggap sebagai kondisi yang terpisah.
“Dengan mengidentifikasi hal yang sama dari seluruh gangguan tersebut, kita berharap dapat merumuskan strategi untuk menanganinya dengan cara yang berbeda yang tidak mengharuskan peresepan 4 pil yang berbeda atau 4 intervensi psikoterapi yang terpisah,” ujar Andrew Grotzinger, assistant professor of psychology and neuroscience di CU Boulder.
Tautan ke berita lengkap: Schizophrenia And Bipolar Disorder Share 70% of Their Genetic Roots, Landmark Study Finds
Tautan ke artikel ilmiah terkait: Massively parallel reporter assay investigates shared genetic variants of eight psychiatric disorders

