Gangguan Penimbunan (Hoarding Disorder)

Apa yang dimaksud dengan gangguan penimbunan?

Orang dengan gangguan penimbunan memiliki kesulitan persisten untuk membuang atau berpisah dari barang miliknya karena merasa butuh untuk menyimpan barang-barang tersebut. Upaya untuk berpisah dari barang-barang tersebut menimbulkan tekanan yang signifikan dan mengarah ke keputusan untuk menyimpannya. Kekacauan yang ditimbulkan mengganggu kemampuan untuk menggunakan ruangan tempat tinggal (American Psychiatric Association, 2022).

Penimbunan tidak sama dengan mengoleksi barang. Umumnya, kolektor mendapatkan barang secara terorganisir, disengaja, dan terarah. Ketika mereka mendapatkannya, barang tersebut dipindahkan dari penggunaan normal untuk diorganisasikan, dikagumi, dan dipamerkan ke orang lain. Akuisisi barang pada orang dengan gangguan penimbunan umumnya impulsif dengan sedikit perencanaan aktif, dan dipicu oleh penglihatan akan barang yang dapat dimiliki. Barang-barang yang diakuisisi oleh orang dengan gangguan ini tidak memiliki tema, sedangkan kolektor umumnya berfokus pada satu topik tertentu. Kebalikan dari organisasi dan pemajangan barang-barang yang dikumpulkan, kekacauan yang tidak terorganisir adalah tanda gangguan penimbunan.

Prevalensi gangguan penimbunan secara keseluruhan mencapai 2,6%, dengan angka tertinggi pada orang berusia di atas 60 tahun dan lebih serta pada orang dengan diagnosis psikiatrik lainnya, khususnya kecemasan dan depresi. Prevalensi dan karakteristik penimbunan tampaknya serupa di berbagai negara dan budaya. Banyak bukti menunjukkan bahwa penimbunan terjadi  dengan frekuensi yang sama pada pria dan wanita. Perilaku penimbunan dimulai relatif sejak usia muda dan meningkat keparahannya seiring bertambahnya usia.

Konsekuensi gangguan penimbunan

Gangguan ini dapat menimbulkan masalah dalam hubungan, aktivitas kerja dan sosial, serta area fungsi penting lainnya. Konsekuensi potensial dari gangguan penimbunan yang berat meliputi masalah kesehatan dan keselamatan, seperti bahaya kebakaran, tersandung, dan pelanggaran peraturan kesehatan. Gangguan ini juga dapat menimbulkan ketegangan dan konflik keluarga, isolasi, dan kesepian, keengganan untuk mengizinkan orang lain mengunjungi rumahnya, dan ketidakmampuan untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti memasak atau mandi di rumah.

Mendiagnosis gangguan penimbunan

Gejala spesifik untuk diagnosis gangguan penimbunan mencakup (American Psychiatric Association, 2022):

  • Kesulitan yang persisten ketika harus membuang atau melepaskan barang-barang, terlepas dari nilai sebenarnya dari barang tersebut.
  • Kesulitan ini disebabkan oleh kebutuhan yang dirasakan untuk menyimpan barang-barang tersebut dan tekanan yang timbul terkait dengan membuangnya.
  • Kesulitan membuang barang-barang mengakibatkan penumpukan barang-barang yang memenuhi dan mengacaukan area tempat tinggal dan secara substansial mengganggu fungsi penggunaannya. Jika area tempat tinggal tidak berantakan, itu hanya karena intervensi pihak ketiga (misalnya, anggota keluarga, petugas kebersihan, atau pihak berwenang).
  • Gangguan ini menyebabkan tekanan atau masalah besar dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang fungsi penting lainnya (termasuk menjaga lingkungan yang aman untuk diri sendiri dan orang lain).

Penilaian untuk gangguan ini mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Apakah Anda kesulitan berpisah dengan barang-barang milik Anda (seperti membuang, mendaur ulang, menjual, atau memberikannya kepada orang lain)?
  • Karena banyaknya barang atau kekacauan yang ditimbulkan, seberapa sulitkah menggunakan ruangan dan permukaan di rumah Anda?
  • Sejauh mana kebiasaan menimbun, menyimpan, memperoleh barang, dan kekacauan memengaruhi fungsi sehari-hari Anda?
  • Seberapa besar gejala-gejala ini mengganggu sekolah, pekerjaan, kehidupan sosial, atau kehidupan keluarga Anda?
  • Seberapa besar penderitaan yang disebabkan oleh gejala-gejala ini pada diri Anda?

Tenaga profesional kesehatan jiwa juga akan meminta izin kepada Anda untuk berbicara dengan keluarga dan teman untuk membantu menegakkan diagnosis atau menggunakan kuesioner (skala penilaian) untuk membantu menilai tingkat fungsi individu.

Sejumlah individu dengan gangguan ini mungkin menyadari dan mengakui bahwa mereka bermasalah dengan menimbun barang; yang lainnya mungkin tidak melihatnya sebagai masalah.

Akuisisi berlebihan terjadi pada sebagian besar kasus dan – meskipun bukan ciri diagnostik inti – harus dimonitor secara seksama. Selain ciri inti berupa kesulitan membuang barang yang tidak diperlukan dan kekacauan yang ditimbulkan, banyak orang dengan gangguan ini memiliki masalah terkait seperti keragu-raguan, perfeksionisme, penundaan, ketidakorganisasian, dan mudah teralihkan perhatiannya. Ciri-ciri tersebut dapat sangat berkontribusi pada masalah fungsi dan tingkat keparahan gangguan penimbunan secara keseluruhan.

Animal hoarding (penimbunan hewan) merupakan tipe khusus dari gangguan penimbunan yang melibatkan individu yang mengumpulkan sejumlah besar hewan (lusinan bahkan ratusan). Hewan-hewan tersebut kemungkinan ditempatkan di ruang yang tidak semestinya, yang berpotensi menimbulkan kondisi yang tidak sehat dan tidak aman bagi hewan-hewan tersebut dan bagi manusia yang tinggal di ruang yang sama. Orang yang menimbun hewan biasanya menunjukkan pemahaman yang terbatas mengenai masalah tersebut.

Banyak orang dengan gangguan ini juga mengalami gangguan mental lainnya, seperti depresi, gangguan kecemasan, ADHD, atau gangguan konsumsi alkohol.

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab gangguan ini masih belum diketahui. Berdasarkan klasifikasi terkini dalam DSM, neurobiology dari gangguan penimbunan pada hewan merupakan bidang yang baru berkembang; sehingga masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Gangguan ini lebih sering terjadi pada individu yang juga memiliki anggota keluarga dengan gangguan yang sama. Kejadian hidup yang penuh tekanan, seperti kematian orang yang dicintai, dapat memperburuk gejala gangguan tersebut.

Gangguan penimbunan memiliki profil gejala, korelasi saraf, dan ciri-ciri yang terkait yang membedakannya dari obsessive-compulsive disorder (OCD) dan gangguan lainnya. Sejumlah defisit pemrosesan informasi dikaitkan dengan gangguan ini; seperti perencanaan, pemecahan masalah, pembelajaran dan memori visuospasial, perhatian yang berkelanjutan, memori kerja, dan organisasi.

Perilaku menimbun muncul relatif dini dalam hidup yang terus berlanjut hingga menjadi isu kronik. Banyak penelitian melaporkan onset gangguan ini pada usia antara 15 hingga 19 tahun. Pengenalan, diagnosis, dan pengobatan menjadi sangat penting untuk meningkatkan hasil perawatan.

Pengobatan gangguan penimbunan

Pengobatan dapat membantu orang dengan gangguan penimbunan untuk mengurangi kebiasaan menimbun, mengumpulkan barang, dan mengurangi kekacauan yang ditimbulkan, serta menjalani hidup yang lebih aman dan menyenangkan.

Randomized controlled trials (uji coba terkendali dan acak) telah membuktikan bahwa cognitive behavioural therapy (CBT) merupakan perawatan yang efektif untuk gangguan ini. Selama sesi CBT, individu secara bertahap belajar untuk membuang barang-barang yang tidak diperlukan dengan lebih sedikit tekanan –mengurangi kebutuhan atau keinginan yang berlebihan untuk menyimpan barang-barang tersebut. Mereka juga belajar untuk meningkatkan keterampilan seperti pengorganisasian, pengambilan keputusan, dan relaksasi.

Diluar efektivitas CBT untuk perawatan gangguan penimbunan, sejumlah besar kasus gangguan ini tetap mengalami gangguan klinis akibat gejala yang ditimbulkan meskipun telah menjalani perawatan.

Berkaitan dengan perawatan menggunakan obat-obatan, banyak penelitian mengenai farmakologi gangguan ini masih terbatas dan bersifat terbuka (open-labelled) sehingga membatasi kesimpulan yang dapat ditarik dari literatur ini. Hingga kini, belum ada uji klinis terkendali yang mendukung efektivitasnya. Meskipun demikian, terdapat sejumlah bukti akan manfaat paroxetine, enlafaxine extended-release, amphetamine salts, methylphenidate, methylphenidate extended-release, dan atomoxetine. Tidak ada data komparatif mengenai efektivitas obat-obatan tersebut. Obat-obatan ini sebaiknya hanya dipertimbangkan penggunaannya setelah perawatan lainnya telah dicoba – seperti CBT bagi gangguan penimbunan. Untuk sejumlah orang, obat-obatan dapat membantu dan memperbaiki gejala.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala penimbunan, segera hubungi dokter atau tenaga kesehatan mental profesional.

Skala penilaian yang digunakan untuk gangguan penimbunan:

  • Structured Interview for Hoarding Disorder (Nordsletten, et al., 2013)
  • Clutter Image Rating (Frost et al., 2008)
  • Saving Inventory-Revised (Frost et al., 2004)
  • Hoarding Rating Scale-Interview (Tolin et al., 2010)

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/hoarding-disorder/what-is-hoarding-disorder

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *