Angka Skrining Kanker Hati Pada Orang dengan Infeksi HIV/HBV Jauh di Bawah Pedoman

Liver Cancer Screening Rates Fall Well Short of Guidelines in People With HIV/HBV

Meskipun memenuhi kriteria surveilens kanker hati, sejumlah proporsi yang siginifikan dari orang dengan infeksi HIV/HBV tidak dapat melakukan skrining tersebut, berdasarkan analisis data terbaru. Penyebab utamanya adalah pada pasien yang tidak memiliki sirosis hati – sebuah fakta yang memunculkan pertanyaan penting mengenai sejauh mana sistem layanan kesehatan beradaptasi terhadap populasi lansia dengan HIV.

Para peneliti dari studi tersebut melakukan penelitian potong-lintang multisenter mengenai skrining karsinoma hepatoseluler (hepatocelullar carcinoma;HCC) pada ODHIV dengan infeksi hepatitis B kronis, yang merupakan bagian dari studi HDV-Europe. Para peneliti memeriksa rekam medis menggunakan basis data REDCap untuk mendapatkan informasi mengenai demografi, klinis, virologis, fibrosis, dan imaging.

Hasil Penelitian:

Terdapat 1.294 partisipan yang disertakan dalam analisis data. Di antara partisipan tersebut, diperoleh indormasi sebagai berikut:

  • Sebanyak 1.142 orang (88%) memenuhi kriteria untuk surveilens HCC.
    • Sebanyak 123 orang menderita sirosis.
    • Sebanyak 1.019 orang tidak menderita sirosis namun memenuhi syarat karena adanya faktor risiko lain, termasuk usia lanjut, keturunan Afrika atau Asia, koinfeksi hepatitis D yang bereplikasi, atau skor PAGE-B ≥10.
  • Hanya 28% dari individu-individu ini yang menjalani surveilens HCC sesuai rekomendasi pedoman.
    • Di antara partisipan dengan sirosis, 66% menjalani surveilens; sementara 24% individu tanpa sirosis namun memiliki faktor risiko tambahan menjalani skrining yang direkomendasikan.
  • Angka surveilens bervariasi antarnegara. Secara keseluruhan, angka partisipasi skrining adalah 36% di Jerman, 31% di Polandia, dan 23% di Spanyol.
  • Di antara pasien tanpa sirosis namun memiliki faktor risiko lain, tingkat surveilens adalah 35% di Jerman, 28% di Polandia, dan 15% di Spanyol.

Para peneliti menyarankan bahwa mengintegrasikan surveilens ke dalam layanan HIV rutin melalui pengingat elektronik dan alur kerja multidisiplin dapat meningkatkan kepatuhan dan berpotensi menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit hati.

Tautan ke berita lengkap: Liver Cancer Screening Rates Fall Well Short of Guidelines in People With HIV/HBV    Tautan ke artikel ilmiah terkait: Adherence to Hepatocellular Carcinoma Surveillance Guidelines Among People with HIV and Chronic HBV Infection

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *