Apa yang dimaksud dengan HIV tes?
Tes HIV menentukan jika seseorang terinfeksi HIV. HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.
Tes HIV dapat mendeteksi infeksi HIV, namun tidak dapat menentukan sudah berapa lama seseorang terinfeksi HIV atau jika infeksi telah berkembang menjadi AIDS.
Mengapa tes HIV penting dilakukan?
Mengetahui status HIV Anda dapat menjaga diri Anda – dan orang lain – terhindar dari menulari atau tertular virus tersebut.
Jika Anda HIV negatif:
Hasil tes HIV yang negatif menunjukkan bahwa Anda tidak terinfeksi HIV. Selalu lakukan langkah-langkah pencegahan agar Anda tidak terinfeksi HIV, seperti penggunaan kondom ketika berhubungan seks, dan jika Anda berisiko tinggi tertular HIV, minum obat untuk mencegah tertular HIV (disebut dengan pre-exposure prophylaxis atau PrEP).
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca HIVinfo fact sheet tentang “The Basics of HIV Prevention”.
Jika Anda HIV positif:
Hasil tes positif menunjukkan bahwa Anda terinfeksi HIV, namun Anda tetap dapat melakukan langkah-langkah yang dapat membuat Anda tetap sehat. Hal tersebut dimulai dengan berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai terapi antiretroviral (ART). Orang yang minum obat ARV menggunakan kombinasi obat-obatan HIV setiap hari. ART sangat direkomendasikan bagi orang yang terinfeksi HIV.
Orang dengan HIV (ODHIV) sebaiknya mulai minum obat HIV sesegera mungking. ART tidak dapat menyembuhkan HIV, namun obat tersebut dapat membantu ODHIV untuk menjalani hidup lebih lama dan sehat.
Tujuan utama ART adalah menurunkan jumlah viral load hingga tidak terdeteksi. Viral load yang tidak terdeteksi berarti bahwa jumlah HIV dalam darah terlalu rendah untuk dapat dideteksi oleh tes viral load.
Siapa yang harus dites HIV?
The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bahwa setiap orang berusia 13 – 64 tahun melakukan tes HIV setidaknya sekali sebagai bagian dari layanan kesehatan rutin. Prinsip dasarnya, setiap orang yang berisiko tinggi tertular HIV harus melakukan tes HIV setiap tahun.
Biseksual dan homoseksual yang aktif secara seksual sebaiknya melakukan tes HIV lebih sering, sekali setiap 3 atau 6 bulan. Jika Anda berusia lebih dari 64 tahun dan berisiko terinfeksi HIV, dokter Anda akan menyarankan Anda untuk melakukan tes tersebut.
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko tertular HIV:
– Melakukan hubungan seks dengan ODHIV atau dengan orang yang Anda tidak ketahui status HIV-nya.
– Narkoba suntik, menggunakan jarum suntik atau alat suntik bekas.
– Menukar seks untuk uang atau narkoba.
– Memiliki infeksi menular seksual, seperti sifilis
– Melakukan hubungan seks dengan seseorang yang memiliki faktor risiko HIV tersebut di atas
Apakah wanita hamil perlu dites HIV?
CDC merekomendasikan bahwa semua wanita hamil perlu dites HIV sehingga mereka dapat segera minum obat ARV jika mereka positif. Wanita dengan HIV minum obat-obat HIV selama kehamilan dan persalinan untuk mengurangi risiko penularan HIV ke janin dan untuk menjaga kesehatan mereka.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca HIVinfio fact sheet tentang “Preventing Perinatal Transmission of HIV”.
Apa saja jenis tes HIV yang tersedia?
Terdapat 3 jenis tes HIV untuk mendiagnosa infeksi HIV: tes antobodi, tes antigen/antibodi, dan nucleic acid tests (NATs). Dokter Anda akan menentukan jenis tes yang tepat untuk Anda. Seberapa cepat masing-masing tes dalam mendeteksi infeksi HIV, karena setiap tes memiliki periode jendela (window period) yang berbeda.
Periode jendela adalah waktu antara ketika seseorang terpapar dengan HIV dan ketika tes secara akurat mendeteksi infeksi tersebut.
Tes antibodi >>> memeriksa antibodi HIV dalam darah atau cairan mulut. Kebanyakan tes cepat (rapid tests) tes mandiri di rumah (home use tests) merupakan tes antibodi
Tes antigen/antibody >>> mendeteksi antigen (bagian dari virus tersebut) dan antibodi HIV di dalam darah
NATs >>> mendeteksi HIV dalam darah
Tes HIV awal biasanya berupa tes antibodi atau tes antigen/antibodi. NATs merupakan tes yang mahal dan tidak digunakan untuk skrining HIV kecuali seseorang memiliki risiko terpapar HIV yang tinggi atau kemungkinan terpapar yang disertai gejala-gejala infeksi HIV.
Ketika tes HIV positif, tes lanjutan akan dilakukan. Hasil tes lanjutan yang positif memastikan bahwa orang tersebut terinfeksi HIV.
Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai faktor risiko HIV yang Anda miliki serta jenis tes HIV yang tepat untuk Anda.
Apakah tes HIV bersifat rahasia?
Tes HIV dapat bersifat rahasia atau anonim.
Tes rahasia artinya hasil tes Anda akan mencakup nama Anda serta informasi identitas lainnya, hasil tes akan terlampir dalam rekam medis Anda. Hasil tes positif hanya akan digunakan untuk tujuan pelaporan, namun tidak akan dibagikan ke pihak lain untuk menjamin kerahasiaan.
Tes anonim artinya Anda tidak perlu memberikan nama Anda ketika akan melakukan tes HIV. Ketika Anda melakukan tes, Anda akan menerima nomor. Untuk mengambil hasil tes HIV Anda, cukup menyerahkan nomor tersebut.
Dimana seseorang bisa melakukan tes HIV?
Dokter Anda dapat menyarankan tes HIV. Tes tersebut dapat dilakukan di rumah sakit-rumah sakit, klinik medis, klinik adiksi, dan puskesmas.
Poin-Poin Penting:
> Tes HIV menentukan apakah seseorang terinfeksi HIV. HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS, yang merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.
> CDC merekomendasikan setiap orang berusia 13 – 64 tahun untuk tes HIV setidaknya sekali sebagai bagian dari layanan kesehatan rutin; orang yang berisik tinggi tertular HIV sebaiknya melakukan tes tersebut lebih sering. Jika Anda berusia lebih dari 64 tahun dan berisiko tertular HIV, dokter Anda akan menyarankan tes HIV.
> Faktor-faktor risiko tertular HIV: hubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV atau yang status HIV-nya tidak Anda ketahui; berhubungan seks dengan banyak pasangan; serta narkoba suntik dan berbagi jarum suntik serta peralatan suntik bekas.
> CDC merekomendasikan bahwa semua wanita hamil harus dites HIV sehingga mereka dapat segera minum obat HIV jika mereka HIV positif.
sumber : https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-testing

