A Jiamsakul, S Kiertiburanakul, O T Ng, R Chaiwarith, W Wong, R Ditangco, K V Nguyen, A Avihingsanon, S Pujari, C D Do, M-P Lee, P S Ly, E Yunihastuti, N Kumarasamy, A Kamarulzaman, J Tanuma, F Zhang, J Y Choi, P Kantipong, Blh Sim, J Ross, M Law, T P Merati; TREAT Asia HIV Observational Database of IeDEA Asia-Pacific
Abstrak
Tujuan Penelitian: Dengan inisiasi dini terapi antiretroviral (ART), waktu yang dihabiskan dalam perawatan HIV diperkirakan akan meningkat. Kami bertujuan untuk menyelidiki kasus lost-to-follow-up (LTFU) pada pasien wilayah Asia yang tetap berada dalam perawatan 5 tahun setelah inisiasi ART.
Metode Penelitian: LTFU jangka panjang didefinisikan sebagai LTFU yang terjadi setelah 5 tahun menjalani ART. LTFU didefinisikan sebagai (1) pasien yang tidak berobat dalam 12 bulan terakhir, dan (2) pasien yang tidak berobat dalam 6 bulan terakhir. Faktor-faktor yang terkait dengan LTFU dianalisa menggunakan competing risk regression.
Hasil Penelitian: Pada definisi 12 bulan, angka LTFU adalah 2 per 100 orang-tahun (person-year; PY) [95% confidence interval (CI) 1.8-2.2} pada 4,889 pasien yang disertakan dalam penelitian ini. LTFU dikaitkan dengan usia > 50 tahun [sub-hazard ratio (SHR) 1.64; 95% CI 1.17-2.31] dibandingkan dengan 31 – 40 tahun, viral load ≥ 1000 kopi/mL (SHR 1,86; 95% CI 1,16-2,97) dibandingkan dengan viral load < 1000 kopi/mL, dan koinfeksi hepatitis C (SHR 1,48; 95% CI 1,06-2,05). LTFU lebih kecil kemungkinannya terjadi pada pasien wanita, pasien dengan jumlah CD4 lebih tinggi, pasien yang melaporkan tingkat kepatuhan minum obat ≥ 95%, dan pada pasien yang tinggal di negara berpendapatan tinggi. Pada definisi LTFU 6 bulan, angka LTFU sebesar 3,2 per 100 PY (95% CI 2,9-3,4 dan memiliki hubungan yang serupa tetapi dengan risiko LTFU yang lebih besar untuk memulai ART di tahun-tahun berikutnya (2006-2009: SHR 2,38; 95% CI 1,93-2,94; dan 2010-2011: SHR 4,26; 95% CI 3,17-5,73) dibandingkan dengan 2003-2005.
Kesimpulan: Angka LTFU jangka panjang dalam kelompok kami cukup rendah, dengan usia lanjut dikaitkan dengan LTFU. Meningkatnya risiko LTFU pada tahun-tahun berikutnya setelah inisiasi ART dalam analisa 6-bulan, tidak terjadi pada analisa 12-bulan, mengimplikasikan bahwa ada kemungkinan perubahan ke arah penjadwalan klinik HIV yang lebih lama di wilayah Asia.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30980495/
Kalimat Kutipan:
Jiamsakul A, Kiertiburanakul S, Ng OT, Chaiwarith R, Wong W, Ditangco R, Nguyen KV, Avihingsanon A, Pujari S, Do CD, Lee MP, Ly PS, Yunihastuti E, Kumarasamy N, Kamarulzaman A, Tanuma J, Zhang F, Choi JY, Kantipong P, Sim B, Ross J, Law M, Merati TP; TREAT Asia HIV Observational Database of IeDEA Asia-Pacific. Long-term loss to follow-up in the TREAT Asia HIV Observational Database (TAHOD). HIV Med. 2019 Aug;20(7):439-449. doi: 10.1111/hiv.12734. Epub 2019 Apr 12. PMID: 30980495; PMCID: PMC6639129.

