Linda-Gail Bekker, Moupali Das, Quarraisha Abdool Karim, Khatija Ahmed, Joanne Batting, William Brumskine, Katherine Gill, Ishana Harkoo, Manjeetha Jaggernath, Godfrey Kigozi, Noah Kiwanuka, Philip Kotze, Limakatso Lebina, Cheryl E Louw, Moelo Malahleha, Mmatsie Manentsa, Leila E Mansoor, Dhayendre Moodley, Vimla Naicker, Logashvari Naidoo, Megeshinee Naidoo, Gonasagrie Nair, Nkosiphile Ndlovu, Thesla Palanee-Phillips, Ravindre Panchia, Saresha Pillay, Disebo Potloane, Pearl Selepe, Nishanta Singh, Yashna Singh, Elizabeth Spooner, Amy M Ward, Zwelethu Zwane, Ramin Ebrahimi, Yang Zhao, Alexander Kintu, Chris Deaton, Christoph C Carter, Jared M Baeten, Flavia Matovu Kiweewa; PURPOSE 1 Study Team
Abstrak
Latar Belakang: Terdapat kesenjangan dalam penerimaan, kepatuhan, dan ketekunan dalam penggunaan profilaksis pra-pajanan (PrEP) untuk pencegahan infeksi HIV pada wanita cisgender.
Metode Penelitian: Kami melakukan uji klinis fase 3, double blind, acak dan terkontrol yang melibatkan gadis remaja dan wanita muda di Afrika Selatan dan Uganda. Partisipan penelitian dibagi berdasarkan rasio 2:2:1 untuk menerima lenacapavir subkutan setiap 26 minggu, emtricitabine-tenofovir alafenamide oral harian (F/TAF), atau emtricitabine-tenofovir disoproxil fumarate oral harian (F/TDF; kontrol aktif); semua partisipan juga menerima plasebo subkutan atau oral alternatif. Kami menilai efikasi lenacapavir dan F/TAF dengan membandingkan insidens infeksi HIV dengan estimasi insidens pada populasi yang diskrining dan mengevaluasi efikasi relatif dibandingkan dengan F/TDF.
Hasil Penelitian: Di antara 5,338 partisipan penelitian yang sebelumnya HIV-negatif, terdapat 55 insiden infeksi HIV yang teramati: 0 infeksi di antara 2134 partisipan penelitian dalam kelompok lenacapavir (0 per 100 orang-tahun; confidence interval [CI] 95%, 0,00 hingga 0,19), 39 infeksi di antara 2136 partisipan penelitian dalam kelompok F/TAF (2,02 per 100 orang-tahun; 95% CI, 1,44 hingga 2,76), dan 16 infeksi di antara 1068 partisipan penelitian dalam kelompok F/TDF (1,69 per 100 orang-tahun; 95% CI, 0,96 hingga 2,74). Insidens HIV pada populasi yang diskrining (8094 partisipan) adalah 2,41 per 100 orang-tahun (95% CI, 1.82 to 3.19). Insidens HIV dengan lenacapavir secara signifikan lebih rendah dibandingkan insidens HIV pada populasi yang diskrining (incidence rate ratio, 0.00; 95% CI, 0.00 – 0.04; P<0.001) dan dibandingkan dengan insidens HIV dengan F/TDF (incidence rate ratio, 0.00; 95% CI, 0.00 to 0.10; P<0.001). Insidens HIV denga F/TAF tidak berbeda secara signifikan dari insidens HIV pada populasi skrining (incidence rate ratio, 0.84; 95% CI, 0.55 to 1.28; P = 0.21), dan tidak ada bukti perbedaan yang bermakna dalam insidens HIV yang diamati antara F/TAF dan F/TDF (incidence rate ratio, 1.20; 95% CI, 0.67 to 2.14). Kepatuhan terhadap F/TAF dan F/TDF rendah. Tidak ditemukan adanya masalah keamanan. Reaksi pada lokasi suntikan lebih umum terjadi pada kelompok lenacapavir (68,8%) dibandingkan pada kelompok suntikan plasebo (gabungan F/TAF dan F/TDF) (34,9%); 4 partisipan dalam kelompok lenacapavir (0,2%) menghentikan rejimen obat penelitian karena reaksi pada lokasi suntikan.
Kesimpulan: Tidak ada partisipan yang menerima lenacapavir dua kali setahun yang tertular infeksi HIV. Insidens HIV dengan lenacapavir secara signifikan lebih rendah dibandingkan insidens pada populasi skrining dan insidens dengan F/TDF. (Didanai oleh Gilead Sciences; PURPOSE 1 ClinicalTrials.gov number, NCT04994509.).
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39046157/
Kalimat Kutipan:
Bekker LG, Das M, Abdool Karim Q, Ahmed K, Batting J, Brumskine W, Gill K, Harkoo I, Jaggernath M, Kigozi G, Kiwanuka N, Kotze P, Lebina L, Louw CE, Malahleha M, Manentsa M, Mansoor LE, Moodley D, Naicker V, Naidoo L, Naidoo M, Nair G, Ndlovu N, Palanee-Phillips T, Panchia R, Pillay S, Potloane D, Selepe P, Singh N, Singh Y, Spooner E, Ward AM, Zwane Z, Ebrahimi R, Zhao Y, Kintu A, Deaton C, Carter CC, Baeten JM, Matovu Kiweewa F; PURPOSE 1 Study Team. Twice-Yearly Lenacapavir or Daily F/TAF for HIV Prevention in Cisgender Women. N Engl J Med. 2024 Jul 24. doi: 10.1056/NEJMoa2407001. Epub ahead of print. PMID: 39046157.

