Fakta kunci mengenai Mpox
1. Mpox, sebelumnya dikenal dengan sebutan cacar monyet, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox, spesies dari genus Orthopoxvirus. Terdapat dua tipe clade (cabang) dari virus ini: clade I (dengan subclade Ia dan Ib) dan clade II (dengan subclades IIa dan IIb). Pada tahun 2022–2023, wabah global mpox disebabkan oleh strain clade IIb.
2. Mpox masih menjadi ancaman hingga saat ini, dan peningkatan tajam dari kasus tersebut di Republik Kongo dan negara-negara lainnya yang disebabkan oleh clade Ia dan Ib menimbulkan kekhawatiran.
3. Tersedia vaksin untuk Mpox. Vaksinasi perlu dipertimbangkan penggunaannya bersama dengan intervensi kesehatan masyarakat lainnya.
4. Gejala umum Mpox adalah adalah ruam kulit atau lesi mukosa yang dapat berlangsung 2–4 minggu disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, energi rendah, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
5. Mpox dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita Mpox, dengan bahan/alat yang terkontaminasi, atau dengan hewan yang terinfeksi. Selama kehamilan, virus dapat ditularkan ke janin, atau ke bayi baru lahir selama atau setelah persalinan.
6. Mpox diobati dengan pengobatan suportif untuk gejalanya seperti nyeri dan demam, dengan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi, hidrasi, perawatan kulit, pencegahan infeksi sekunder, dan pengobatan infeksi penyerta, termasuk jika ada infeksi HIV.
Apa hubungan antara Mpox dan HIV?
Apa itu Mpox?
Mpox merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus mpox. Virus tersebut merupakan bagian dari kelompok virus variola, yang menyebabkan penyakit cacar. Mpox dan penyakit cacar memiliki gejala yang sama, namun Mpox memiliki gejala yang lebih ringan, dan jarang sekali menimbulkan kematian. Mpox tidak terkait dengan cacar air.
Apakah memiliki infeksi HIV meningkatkan risiko terkena Mpox?
Menurut CDC, para peneliti belum mengetahui apakah memiliki infeksi HIV meningkatkan risiko terkena Mpox jika seseorang terpapar virus tersebut. Namun demikian, para peneliti mengetahui bahwa ODHIV pada tahap HIV lanjut (yang berada pada tahap kekebalan tubuh terganggu) lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan mungkin meninggal jika mereka terkena Mpox dibandingkan orang tanpa infeksi HIV.
Bagaimana cara melindungi diri dari Mpox?
Jika Anda ODHIV, Anda harus mengikuti rekomendasi yang sama seperti orang lainnya untuk melindungi diri Anda dari infeksi Mpox, termasuk melakukan vaksinasi Mpox.
Bagaimana caranya agar saya tetap sehat?
Jika Anda ODHIV, mengonsumsi obat HIV sesuai anjuran dan menjaga viral load tetap “tidak terdeteksi” merupakan hal penting untuk memastikan Anda tetap sehat. Melakukan hal-hal tersebut juga mencegah Anda menularkan HIV ke pasangan seksual Anda.
Jika saya ODHIV, apakah saya dapat melakukan pengobatan Mpox?
Pengobatan Mpox aman dan dapat digunakan untuk mengobati orang yang mungkin sakit parah akibat infeksi tersebut, termasuk orang dengan infeksi HIV yang tidak terkontrol. Jika Anda ODHIV, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai jenis pengobatan Mpox yang perlu Anda pertimbangkan.
Apakah pengobatan Mpox akan mengganggu pengobatan HIV saya?
Berdasarkan pengetahuan para ilmuwan, pengobatan Mpox memiliki kemungkinan sangat kecil untuk berinteraksi dengan pengobatan HIV. Jika Anda ODHIV, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum Anda memutuskan untuk memulai pengobatan Mpox.
Bagaimana jika saya sedang menjalani PrEP atau PEP untuk pencegahan HIV?
Jika Anda HIV negatif, namun dianjurkan untuk mengonsumsi PrEP atau PEP untuk mencegah infeksi HIV, teruslah minum obat tersebut sesuai anjuran. PrEP dan PEP tetap efektif meskipun Anda mengidap Mpox atau sedang menjalani pengobatan Mpox.
Yang Perlu Diketahui
– Belum diketahui apakah seseorang dengan infeksi HIV memiliki kecenderungan lebih mudah terinfeksi Mpox jika terpapar virus tersebut.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu berisiko tinggi untuk mengalami infeksi Mpox yang berat dan menyebabkan kematian.
– Pengobatan Mpox memiliki kemungkinan sangat kecil untuk berinteraksi dengan pengobatan HIV.
– Agar tetap sehat, ODHIV harus selalu minum obat HIV sesuai anjuran dokter dan menghindari paparan terhadap infeksi Mpox.
——————————
Tautan ke artikel asli:
(1) https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mpox;
(2) https://www.hiv.gov/hiv-basics/staying-in-hiv-care/other-related-health-issues/monkeypox;
(3) https://www.cdc.gov/mpox/about/mpox-and-hiv.html
Simak videonya disini…
——————————————————-
Untuk mendapatkan materi SLIDE nya, KLIK DISINI…

