Reduced drug use is a meaningful treatment outcome for people with stimulant use disorders, NIH-supported findings suggest the need to expand definitions of addiction treatment success beyond abstinence
Penurunan penggunaan stimulan dikaitkan dengan peningkatan signifikan terkait kesehatan dan pemulihan pada orang dengan gangguan penggunaan stimulan, meskipun mereka tidak mencapai abstinens total.
Penelitian tersebut, yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Addiction, merupakan kolaborasi antara para ilmuwan dari the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore, dengan para peneliti dari NIDA, bagian dari NIH.
Para peneliti menemukan bahwa transisi dari penggunaan tinggi (lima hari atau lebih dalam sebulan) ke penggunaan rendah (satu sampai empat hari dalam sebulan) dikaitkan dengan rendahnya tingkat craving, depresi, dan tantangan yang berkaitan dengan narkoba lainnya dibandingkan dengan tidak adanya perubahan pada pola penggunaan. Hasil ini menunjukkan bahwa penurunan dalam penggunaan metamfetamin atau kokain, serta abstinens, merupakan hasil klinis perantara yang bermakan dalam perkembangan pengobatan bagi adiksi stimulan. Tidak seperti gangguan penyalahgunaan narkoba lainnya, seperti alkohol atau opioid, saat ini belum ada pengobatan farmakologis yang disetujui oleh FDA untuk mengobati gangguan penyalahgunaan stimulan.
Tautan ke berita lengkap: Reduced drug use is a meaningful treatment outcome for people with stimulant use disorders
Tautan ke artikel ilmiah: Reduced drug use as an alternative valid outcome in individuals with stimulant use disorders: Findings from 13 multisite randomized clinical trials

