Seminar Awam Digital Parenting (DP) 101

Kegiatan Seminar Awam Digital Parenting 101: Menavigasi Psikososial Remaja di Era Adiksi Gadget telah diselenggarakan pada hari Minggu, 26 April 2026, bertempat di MULA Coworking Space, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Abhipraya dan ISSUP Indonesia Chapter yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua dan pendamping remaja, terkait dinamika perkembangan psikososial remaja di era digital serta strategi pencegahan perilaku adiktif.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang usia dan profesi, antara lain orang tua, tenaga pendidik, praktisi kesehatan, konselor, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan mental dan pengasuhan di era digital.

Acara diawali dengan registrasi peserta pada pukul 09.45 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh moderator sekaligus pemandu acara, Ibu Mayda Wardianti, M.Si. Dalam pembukaannya, disampaikan bahwa tantangan pengasuhan di era digital tidak lagi hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada kemampuan memahami kondisi psikologis remaja yang berkembang di tengah paparan teknologi yang masif. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Yayasan Abhipraya, Bapak Drs. Yuki Ruchimat, M.Si, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan adiksi, khususnya pada kelompok remaja.

Memasuki sesi inti, seminar menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS, menyampaikan materi mengenai tantangan perkembangan psikososial remaja dalam eskalasi adiksi internet dan gadget. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa penggunaan gadget bukanlah permasalahanutama, melainkan pola penggunaan yang tidak terkontrol yang berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai batas antara penggunaan yang sehat, penggunaan bermasalah, hingga adiksi.

Narasumber kedua, dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, membahas isu kesehatan mental pada generasi Z di era digital. Beliau menjelaskan bahwa generasi saat ini merupakan digital native, sehingga pendekatan pelarangan penggunaan gadget tidak lagi relevan. Yang dibutuhkan adalah kemampuan penggunaan yang sadar dan terarah (purposeful use), serta peningkatan literasi kesehatan mental untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan, seperti perubahan emosi, gangguan tidur, dan penarikan diri dari lingkungan sosial.

Selanjutnya, narasumber ketiga, Eva Fitri Yuanita, S.Pd, M.Tr.AP, memaparkan peran keluarga dalam pencegahan perilaku adiktif. Dalam topik ini ditegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan digital anak melalui komunikasi yang terbuka, kesepakatan aturan bersama, serta keteladanan orang tua dalam penggunaan gadget.

Sesi diskusi dan tanyajawab berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta. Pertanyaan yang diajukan mencerminkan berbagai situasi nyata yang dihadapi peserta dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu isu yang dibahas adalah efektivitas pembatasan penggunaan gadget pada remaja. Para narasumber sepakat bahwa pendekatan yang lebih efektif bukanlah pembatasan secara ketat, melainkan pengelolaan penggunaan secara bijak melalui peningkatan kesadaran diri, pengaturan waktu, serta pendampingan dari orang tua.

Selain itu, muncul pertanyaan dari peserta yang bekerja sebagai Human Resource terkait pengalaman menghadapi individu yang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri. Narasumber menegaskan bahwa langkah mendengarkan secara empatik dan merujuk kepada tenaga profesional merupakan tindakan yang tepat. Namun demikian, ditegaskan pula bahwa peran non-klinis memiliki batasan, sehingga tidak diharapkan mengambil peran sebagai terapis, melainkan sebagai pendukung awal dan penghubung menuju layanan profesional.

Diskusi juga menyoroti dinamika pengasuhan dalam keluarga dengan anak yang memiliki karakter berbeda. Dijelaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan sering berkaitan dengan fenomena sibling rivalry. Orang tua dianjurkan untuk menghindari perbandingan antar anak, serta membangun komunikasi yang lebih empatik dan memberikan perhatian yang seimbang sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Pertanyaan lain yang diajukan oleh peserta yang berprofesi sebagai konselor berkaitan dengan perkembangan identitas remaja berdasarkan teori Erikson serta pengelolaan klien dalam setting rehabilitasi. Narasumber menjelaskan bahwa proses pencarian identitas pada remaja tidak memiliki batasan yang kaku, sehingga peluang perkembangan tetap terbuka meskipun terdapat faktor risiko dari lingkungan keluarga. Dalam konteks rehabilitasi, khususnya rawat inap, diperlukan pengelolaan lingkungan yang terstruktur melalui supervise ketat, pengelompokan klien, serta program yang terarah untuk mencegah penularan perilaku negatif.

Pada bagian akhir diskusi, dibahas pula peran orang tua dalam memberikan psikoedukasi terkait penggunaan gadget. Narasumber menekankan bahwa pendekatan yang efektif tidak hanya berfokus pada kontrol, tetapi pada pendampingan dan pembangunan hubungan yang terbuka antara orang tua dan anak. Keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan mengelola penggunaan teknologi secara sehat.

Sebagai penutup, kegiatan ini menegaskan bahwa kunci utama dalam digital parenting bukan terletak pada pembatasan semata, melainkan juga:

  1. Kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
  2. Komunikasi yang terbuka
  3. Pemahaman terhadap kebutuhan remaja
  4. Keteladanan dalam penggunaan teknologi

menjadi fondasi penting dalam mendukung kesehatan mental remaja di era digital.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan berakhir pada pukul 12.30 WIB. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang aplikatif bagi peserta serta mendorong praktik pengasuhan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Tautan ke materi dan video seminar DP 101:

https://drive.google.com/drive/folders/1bGBtSf5zh-l0R2X-tRMB4DwwQ-xKPvAX?usp=sharing

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *