Apakah HIV mempengaruhi kaum remaja dan dewasa muda?
Ya. Menurut CDC, remaja (usia 13 – 19 tahun) dan dewasa muda (usia 20 – 24 tahun) menyumbang 19% dari 36.189 diagnosis HIV baru di Amerika Serikat dan wilayah sekitarnya pada tahun 2021.
Bagaimana remaja dan dewasa muda terinfeksi HIV?
Sejumlah remaja dan dewasa muda (kaum AYA) dengan HIV di AS tertular virus tersebut pada saat bayi melalui penularan HIV perinatal. Sebagian besar ODHIV yang tertular HIV pada masa remaja dan dewasa muda tertular melalui penularan seksual. Hampir sebagian kaum AYA dengan HIV tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus tersebut.
Faktor apa yang meningkatkan risiko tertular HIV pada kaum AYA?
Sejumlah faktor membuat pencegahan penularan HIV pada kaum AYA menjadi sulit. Banyak AYA tidak memiliki informasi dasar tentang HIV dan cara melindungi diri mereka dari infeksi tersebut.
Hal-hal berikut merupakan sejumlah faktor yang menempatkan kaum AYA rentan terhadap infeksi HIV:
- Angka penggunaan kondom rendah. Selalu menggunakan kondom dengan benar saat melakukan hubungan seksual mengurangi risiko penularan HIV dan sejumlah IMS lainnya.
- Angka IMS tinggi pada kaum muda. IMS meningkatkan risiko terinfeksi atau menularkan HIV.
- Penggunaan alkohol atau narkoba. Kaum AYA yang berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba dapat terlibat dalam perilaku berisiko, seperti melakukan hubungan seksual tanpa kondom.
Preexposure prophylaxis (PrEP) untuk pencegahan penularan HIV pada kaum AYA
PrEP merupakan singkatan dari pre-exposure prophylaxis. Kata “profilaksis” memiliki arti untuk mencegah atau mengendalikan penyebaran sebuah infeksi atau penyakit. FDA menyetujui obat HIV digunakan sebagai PrEP pada orang dewasa sejak tahun 2012. Sejak saat itu, semakin banyak orang yang menyadari bahwa remaja yang berisiko tertular HIV dapat memperoleh manfaat dari PrEP. Pada tahun 2018, FDA pertama kali menyetujui obat PrEP HIV untuk remaja dengan berat badan minimal 75 pon (35 kg) yang berisiko tertular HIV.
PrEP digunakan oleh orang dengan HIV negatif namun berisiko tinggi tertular HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik. Obat PrEP tidak ditujukan untuk ODHIV.
Dua jenis obat HIV oral (pil) disetujui penggunaannya oleh FDA sebagai obat PrEP: Truvada dan Descovy. Agar efektif, obat PrEP oral harus diminum secara konsisten setiap hari. FDA telah menyetujui penggunaan obat PrEP suntik baru yang bekerja jangka panjang: Apretude. Obat tersebut diberikan dalam bentuk suntikan setiap dua bulan sekali. Demikian pula, obat PrEP suntik harus diberikan pada waktu yang ditentukan agar dapat bekerja efektif.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai PrEP, silahkan baca lembar fakta HIVinfo Pre-exposure Prophylaxis: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/pre-exposure-prophylaxis-prep (lihat terjemahan artikel terkait: https://yayasanabhipraya.com/2024/06/13/pre-exposure-prophylaxis-prep-profilaksis-pra-pajanan/).
Apakah remaja dapat menggunakan obat PrEP?
Obat PrEP dapat diresepkan oleh dokter anak dan juga tersedia di layanan kesehatan lokal. Obat PrEP umumnya ditunjang oleh banyak perusahaan asuransi (di AS), namun individu yang tidak memiliki asuransi dapat memperoleh obat PrEP murah atau gratis melalui laman web CDC: https://www.cdc.gov/hiv/prevention/prep.html#cdc_prevention_pre-paying-for-prep.
Isu legal mengenai persetujuan untuk layanan klinis, status sebagai anak di bawah umur yang legal, dan kerahasiaan merupakan pertimbangan penting dalam memberikan obat PrEP bagi remaja. Kerangka hukum sangat bervariasi di berbagai negara bagian di AS.
Untuk informasi lebih rinci mengenai penggunaan PrEP pada remaja, lihat pedoman CDC mengenai “Preexposure Prophylaxis for Prevention of HIV Acquisition Among Adolescents: Clinical Considerations, 2020”: https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/69/rr/rr6903a1.htm.
Faktor apa saja yang mempengaruhi pengobatan HIV pada remaja?
Pengobatan dengan obat HIV (dikenal dengan terapi antiretroviral atau ART) direkomendasikan bagi setiap ODHIV, termasuk kaum AYA. Obat HIV membantu ODHIV hidup lebih lama dan lebih sehat, serta mengurangi risiko penularan HIV.
Sejumlah faktor yang mempengaruhi pengobatan HIV, termasuk pertumbuhan dan perkembangan. Contoh, karena remaja tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, dosis obat HIV bergantung pada berat badan dibandingkan dengan usia mereka.
Banyak isu yang membuat sulit untuk minum obat HIV secara teratur dan tepat sesuai dengan anjuran (disebut kepatuhan pengobatan) dapat mempengaruhi pengobatan HIV pada remaja. Pengobatan HIV yang efektif bergantung pada kepatuhan pengobatan yang baik.
Mengapa kepatuhan pengobatan dapat menjadi hal yang sulit bagi kaum AYA?
Sejumlah faktor dapat membuat kepatuhan pengobatan menjadi hal yang sulit bagi kaum AYA dengan HIV. Keyakinan dan perilaku negatif tentang HIV (disebut stigma) dapat membuat kepatuhan pengobatan menjadi hal yang sulit bagi kaum AYA dengan HIV. Mereka dapat melewatkan dosis obat untuk menyembunyikan status HIV mereka dari orang lain.
Faktor-faktor berikut juga dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan:
· Jadwal yang padat membuat sulit untuk minum obat HIV tepat waktu setiap hari.
· Efek samping obat HIV.
· Masalah dalam keluarga, seperti penyakit fisik atau mental, situasi perumahan yang tidak stabil, atau penyalahgunaan alkohol atau narkoba.
· Tidak adanya asuransi kesehatan untuk menanggung biaya obat HIV.
· Usia dan tahap perkembangan.
Lembar fakta HIVinfo “Following an HIV Treatment Regimen: Steps to Take Before and After Starting HIV Medicine”: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/following-hiv-treatment-regimen-steps-take-and-after-starting-hiv (lihat terjemahan artikel terkait: https://yayasanabhipraya.com/2024/08/05/mematuhi-rejimen-pengobatan-hiv/) termasuk kiat untuk kepatuhan pengobatan. Sejumlah kiat tersebut dapat bermanfaat bagi kaum AYA dengan HIV dan juga bagi orangtua atau pengasuh mereka.
Poin-Poin Penting:
Adolescent and Young Adults (Remaja dan Dewasa Muda; AYA) menyumbang 19% dari diagnosis kasus HIV baru di AS.Penularan seksual: Sebagian besar kaum muda tertular HIV di masa remaja melalui penularan seksual.Preexposure prophylaxis (PrEP): Penggunaan PrEP pada AYA yang berisiko tertular HIV merupakan komponen penting dari pencegahan HIV, khususnya ketika mempertimbangkan bahwa 19% kasus infeksi HIV baru per tahun terjadi pada orang muda berusia kurang dari 24 tahun.Pengobatan: Obat HIV (dikenal sebagai terapi antiretroviral) direkomendasikan bagi setiap ODHIV, termasuk AYA. Kepatuhan minum obat HIV dapat menjadi hal yang sulit bagi kaum AYA. Contohnya, mereka mungkin melewati dosis obat HIV untuk menyembunyikan status HIV mereka dari orang lain.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-adolescents-and-young-adults

