Psikoterapi

Apa itu psikoterapi?

Psikoterapi (dikenal sebagai terapi bicara) merujuk kepada beragam perawatan yang bertujuan membantu seseorang mengidentifikasi dan merubah emosi, pikiran, dan perilaku yang bermasalah. Sebagian besar psikoterapi bersifat tatap muka dengan tenaga profesional kesehatan jiwa atau dengan pasien lain dalam terapi kelompok.

Psikoterapi dan obat-obatan merupakan bentuk umum perawatan kesehatan jiwa. NIMH memiliki informasi mengenai “mental health medications” (https://www.nimh.nih.gov/health/topics/mental-health-medications)

Secara umum, tujuan psikoterapi adalah untuk meredakan gejala, mempertahankan atau meningkatkan fungsi sehari-hari serta meningkatkan kualitas hidup.

Anda atau orang yang Anda kenal mungkin memerlukan psikoterapi untuk beragam alasan, seperti:

  • Menghadapi stres berat atau jangka panjang akibat pekerjaan atau situasi keluarga, kehilangan orang ysng disayangi, atau masalah dalam hubungan atau keluarga
  • Mengalami gejala tanpa penjelasan fisik, seperti perubahan pola tidur atau nafsu makan, tidak berenergi, kurangnya minat atau kesenangan dalam aktivitas yang dulu Anda nikmati, mudah tersinggung, kekhawatiran berlebihan, atau rasa putus asa atau patah semangat yang tak kunjung hilang
  • Penyedia layanan kesehatan mencurigai Anda menderita atau mendiagnosis Anda dengan gangguan mental yang mengganggu hidup Anda
  • Mendukung anak atau anggota keluarga yang telah didiagnosis dengan kondisi yang memengaruhi kesehatan mental mereka

Pemeriksaan oleh penyedia layanan kesehatan dapat membantu menyingkirkan kemungkinan masalah kesehatan fisik. Langkah ini penting karena terkadang gejala, seperti perubahan suasana hati atau sulit berkonsentrasi, disebabkan oleh kondisi medis.

Psikoterapi dan pilihan perawatan lainnya

Psikoterapi dapat digunakan sebagai alternatif atau bersamaan dengan obat-obatan dan pilihan perawatan lainnya. Pemilihan rencana perawatan yang tepat harus berdasarkan pada kebutuhan individual pasien dan situasi medisnya serta harus dilakukan di bawah bimbingan tenaga profesional kesehatan jiwa.

Bahkan ketika obat-obatan meredakan gejala, psikoterapi dapat membantu menjawab sejumlah isu spesifik. Hal ini dapat mencakup pola pikir yang merugikan diri sendiri; ketakutan yang tidak rasional; masalah dalam berinteraksi dengan orang lain; atau kesulitan menghadapi situasi di rumah, sekolah, atau tempat kerja.

Apa saja elemen-elemen dalam psikoterapi

Beragam psikoterapi telah menunjukkan efektivitasnya dalam menangani gangguan kesehatan jiwa. Seringkali, jenis perawatan disesuaikan dengan gangguan tertentu. Contoh, pendekatan perawatan bagi orang yang mengalami obsessive-compulsive disorder (OCD; gangguan kompulsif-obsesif) berbeda dari pendekatan perawatan bagi seseorang yang mengalami gangguan bipolar. Terapis dapat menggunakan satu pendekatan primer atau menggabungkan elemen dari beragam pendekatan, bergantung pada pelatihan yang mereka miliki, gangguan yang ditangani, dan kebutuhan orang yang menerima perawatan.

Elemen psikoterapi mencakup:

  • Membantu seseorang menyadari cara berpikir otomatis yang tidak akurat atau berbahaya (misalnya, memiliki opini rendah terhadap kemampuan diri sendiri) dan kemudian mempertanyakan pikiran-pikiran tersebut, memahami bagaimana pikiran tersebut memengaruhi emosi dan perilaku mereka, serta merubah pola perilaku yang merugikan diri sendiri. Pendekatan ini dikenal sebagai terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy; CBT).
  • Mengidentifikasi cara-cara mengatasi stres dan mengembangkan strategi pemecahan masalah.
  • Menilai interaksi dengan orang lain dan mengajarkan keterampilan sosial dan komunikasi.
  • Menerapkan teknik kesadaran diri (mindfulness) dan relaksasi, seperti meditasi dan latihan pernapasan.
  • Menggunakan terapi pemaparan (sejenis CBT) untuk gangguan kecemasan, di mana seseorang menghabiskan waktu singkat di lingkungan yang suportif untuk belajar menoleransi tekanan yang disebabkan oleh benda, ide, atau adegan imajiner tertentu. Hal ini terus dilakukan sehingga, seiring waktu, rasa takut yang terkait dengan hal-hal tersebut mereda.
  • Melacak emosi dan perilaku untuk meningkatkan kesadaran akan dampaknya terhadap satu sama lain.
  • Menggunakan konseling suportif untuk mengeksplorasi masalah yang mengganggu dan menerima dukungan emosional.
  • Membuat rencana keselamatan untuk membantu mengatasi pikiran menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, mengenali tanda-tanda peringatan, dan menggunakan strategi koping, seperti menghubungi teman, keluarga, atau petugas gawa-darurat.

Terdapat banyak jenis psikoterapi. Terapi terkadang merupakan variasi dari pendekatan yang telah ada, seperti CBT. Tidak ada proses persetujuan formal bagi psikoterapi seperti halnya pada obat-obatan yang memerlukan persetujuan penggunaan dari FDA.

Namun demikian, bagi sebagian besar terapi, penelitian yang melibatkan sejumlah besar pasien telah menunjukkan bukti ilmiah yang membuktikan bahwa perawatan ini efektif. Terapi yang berdasarkan pada bukti ilmiah ini telah terbukti mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan jiwa lainnya. Halaman topik kesehatan NIMH (https://www.nimh.nih.gov/health/topics) berisi sejumlah terapi berbasis bukti ilmiah yang digunakan untuk menangani gangguan-gangguan tertentu.

Apa yang harus saya perhatikan dari seorang terapis?

Terapis memiliki latar belakang profesional dan spesialisasi yang berbeda. Pendekatan yang digunakan seorang terapis bergantung pada pelatihan yang telah dijalani, pengalaman, serta gangguan yang ditangani. Bagian ini memberikan informasi yang dapat membantu Anda menemukan kredensial seorang terapis.

Setelah Anda menemukan seorang atau sejumlah terapis, percakapan awal yang dapat membantu Anda memahami bagaimana perawatan akan dilakukan dan jika Anda merasa nyaman dengan terapis tersebut. Hubungan baik dan kepercayaan sangatlah penting. Diskusi dalam terapi bersifat sangat pribadi, dan penting bagi Anda untuk merasa nyaman dengan terapis dan percaya pada keahliannya. Percakapan awal ini dapat dilakukan secara langsung, melalui telepon, atau virtual.

Pertimbangkan untuk menanyakan sejumlah hal berikut:

  • Apa kredensial dan pengalaman terapis tersebut? Apakah terapis tersebut memiliki spesialisasi?
  • Pendekatan apa yang akan digunakan terapis untuk membantu Anda? Apakah mereka mempraktikkan jenis terapi tertentu? Apa dasar rasional terapi dan basis buktinya?
  • Apakah terapis memiliki pengalaman dalam mendiagnosis dan merawat kelompok usia (misalnya, anak-anak) dan kondisi spesifiknya? Jika pasien adalah anak-anak, bagaimana orang tua atau pengasuh akan dilibatkan dalam perawatan?
  • Apa tujuan terapi? Apakah terapis merekomendasikan jangka waktu atau jumlah sesi tertentu? Bagaimana kemajuan akan dinilai? Apa yang terjadi jika Anda (atau terapis) merasa Anda belum membaik?
  • Apakah pengobatan merupakan pilihan? Apakah terapis ini dapat meresepkan obat?
  • Apakah pertemuan bersifat rahasia? Bagaimana kerahasiaan dijamin? Apakah ada batasan untuk kerahasiaan?

Jika Anda sudah menjalani terapi selama yang terasa cukup lama dan tidak kunjung membaik, bicarakan dengan terapis Anda. Anda mungkin ingin mencari tenaga profesional kesehatan jiwa atau pendekatan lainnya.

Bagaimana cara menemukan seorang terapis?

Banyak profesi menawarkan psikoterapi. Contohnya, psikiater, psikolog, tenaga kerja sosial, konselor, dan perawat psikiatrik.

Ketika berbicara dengan seorang terapis yang akan Anda pilih, tanyakan mengenai biaya perawatan, apakah terapis tersebut menerima asuransi, dan apakah ada skala geser terhadap biaya tersebut sesuai dengan pendapatan calon pasien.

Apakah ada pilihan untuk layanan kesehatan digital?

Telepon, internet, dan perangkat seluler telah menciptakan peluang baru untuk perawatan yang mudah diakses dan tersedia, termasuk di daerah-daerah di mana tenaga profesional kesehatan jiwa mungkin tidak tersedia secara fisik. Beberapa pendekatan ini melibatkan terapis yang memberikan bantuan dari jarak jauh. Pendekatan lainnya, seperti program berbasis web dan aplikasi seluler, dirancang untuk memberikan informasi dan umpan balik langsung tanpa kehadiran terapis.

NIMH memberikan informasi dan contoh mengenai “technologies used for mental health treatment” (https://www.nimh.nih.gov/health/topics/technology-and-the-future-of-mental-health-treatment).

Tautan ke artikel asli: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/psychotherapies        

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *