Apa Itu ADHD?
ADHD merupakan gangguan perkembangan yang berkaitan dengan pola fokus pikiran yang rendah, hiperaktif, dan/atau impulsif. Gejala-gejala ADHD dapat menganggu hubungan dan aktivitas sehari-hari. ADHD dimulai pada masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga masa remaja dan dewasa.
Apa saja gejala ADHD?
Orang dengan ADHD mengalamipola berkelanjutan dari gejala-gejala berikut ini:
> Kurang perhatian (inattention): mengalami kesulitan dalam memperhatikan
> Hiperaktif (hyperactivity): energi berlebih atau terlalu banyak bergerak atau berbicara
> Impulsif (impulsivity): bertindak tanpa berpikir atau sulit mengendalikan diri
Tanda-tanda kurang perhatian:
- Tidak memperhatikan detail atau membuat kesalahan yang terkesan ceroboh ketika mengerjakan tugas sekolah atau ketika melakukan aktivitas lainnya.
- Kesulitan dalam mempertahankan perhatian ketika bermain atau mengerjakan tugas, termasuk ketika terlibat dalam percakapan, tes, atau tugas yang panjang
- Kesulitan mendengarkan dengan seksama ketika diajak bicara langsung
- Kesulitan dalam melaksanakan instruksi atau menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan rumah, atau memulai tugas tapi kehilangan fokus dan mudah teralihkan
- Kesulitan dalam mengatur tugas dan kegiatan, seperti mengerjakan tugas secara berurutan, menjaga barang-barang tetap rapi, mengatur waktu, dan memenuhi tenggat waktu
- Menghindari tugas yang memerlukan upaya mental berkelanjutan, seperti PR
- Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk melakukan tugas atau aktivitas, seperti peralatan sekolah, buku, kacamata, dan telpon genggam
- Mudah teralihkan oleh pikiran atau rangsangan yang tidak berhubungan (dengan tugas)
- Menjadi pelupa dalam kegiatan harian, seperti pekerjaan rumah, tugas, dan menepati janji
Tanda-tanda hiperaktif dan impulsif:
• Gelisah dan menggeliat saat duduk
• Bangun dan bergerak ketika diharapkan untuk tetap duduk, seperti di ruang kelas
• Berlarian, lari kencang, atau memanjat pada waktu yang tidak tepat, atau pada remaja, sering merasa gelisah
• Tidak dapat bermain atau melakukan hobi dengan tenang
• Selalu bergerak atau bertindak seperti dirinya dikendalikan oleh sebuah penggerak
• Bicara secara berlebihan
• Menjawab pertanyaan sebelum selesai diajukan atau menyelesaikan kalimat orang lain
• Kesulitan dalam menunggu giliran, seperti mengantri
• Menyela atau menganggu orang lain, seperti dalam percakapan, permainan, atau aktivitas
Bagaimana mendiagnosa ADHD pada anak dan remaja?
Untuk diagnosa ADHD, gejala-gejala harus sudah ada sebelum usia 12 tahun. Anak-anak hingga usia 16 tahun dapat didiagnosa ADHD ketika mereka memiliki setidaknya 6 gejala kurang perhatian yang persisten dan/atau 6 gejala hiperaktif-impulsif yang persisten setidaknya selama 6 bulan. Gejala- gejala harus muncul dalam 2 setting atau lebih (misalnya, di rumah atau sekolah, atau dengan teman atau kerabat) sehingga menganggu kualias fungsi sosial atau sekolah.
Apakah ADHD terlihat sama pada semua anak dan remaja?
Gejala ADHD dapat berubah seiring waktu mulai dari masa kanak-kanak hingga memasuki masa praremaja dan remaja. Pada anak kecil dengan ADHD, gejala yang umum adalah hiperaktif dan impulsif. Pada remaja, gejala hiperaktif cenderung berkurang menjadi resah atau gelisah.
Kurang perhatian, kegelisahan, dan impulsif berlanjut hingga usia dewasa pada banyak penderita ADHD, namun pada sejumlah kasus, kondisi tersebut menurun dan tidak terlalu menganggu seiring waktu.
Apa penyebab ADHD?
Para peneliti masih belum mengetahui penyebab ADHD, namun faktor gen diduga memiliki pengaruh yang besar. ADHD merupakan hasil dari kombinasi sejumlah faktor. Selain genetik, para peneliti sedang meneliti pengaruh faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko ADHD serta sedang meneliti pengaruh cedera otak, nutrisi, dan lingkungan sosial terhadap ADHD.
Apa saja pengobatan bagi anak-anak dan remaja dengan ADHD?
- Obat-obatan :
- Stimulan dan non-stimulan digunakan untuk pengobatan ADHD
- Untuk informasi umum mengenai pengobatan bagi gangguan mental, kunjungi https://www.nimh.nih.gov/health/topics/mental-health-medications.
- Intervensi psikososial dan psikoterapi :
- Terapi perilaku
- Cognitive Behavioral Therapy
- Family and Marital Therapy
- Segala bentuk terapi bagi anak-anak dan remaja dengan ADHD memerlukan keterlibatan aktif orangtua.
- Dukungan dan edukasi bagi orangtua :
- Tenaga kesehatan profesional dapat mengedukasi orangtua dengan anak ADHD mengenai gangguan tersebut dan bagaimana dampakya pada keluarga.
- Contoh: training keterampilan pengasuhan, teknik manajemen stres bagi orangtua, dan kelompok dukungan.
- Program berbasis sekolah :
- Anak-anak dan remaja dengan ADHD biasanya mendapat manfaat dari intervensi perilaku berbasis kelas dan/atau akomodasi akademik.
- Intervensi mencakup rencana pengelolaan perilaku, pengajaran keterampilan berorganisasi atau belajar.
- Akomodasi mencakup tempat duduk pilihan di kelas, mengurangi beban tugas, member perpanjangan waktu ujian
- Pendekatan kesehatan pelengkap :
- Pendekatan kesehatan pelengkap untuk ADHD, seperti produk-produk alami, tidak memenuhi syarat sebagai intervensi yang berbasis bukti ilmiah.
Bagaimana caranya orangtua dapat membantu anak ADHD di rumah?
Selain pengobatan yang tersebut sebelumnya, strategi lain dapat digunakan untuk mengelola gejala ADHD. Dukung anak Anda untuk:
- Berolahraga secara teratur, khususnya ketika mereka terlihat hiperaktif atau gelisah
- Makan secara teratur dan konsumsi makanan yang sehat
- Tidur cukup
- Berpegan pada rutinitas
- Gunakan buku harian untuk mencatat tugas dan kegiatan
- Minum obat sesuai petunjuk
Sebagai tambahan, orangtua dapat membantu anak atau remaja ADHD dengan bersikap jelas dan konsisten serta memberikan aturan yang dapat mereka pahami dan ikuti. Perlu diingat, anak ADHD cenderung menerima dan mengharap kritik. Anda dapat menggunakan perilaku baik pada anak ADHD dan memujinya serta memberikan ‘reward’ ketika mereka mematuhi aturan.
Dimana saya dapat menemukan informasi lebih mengenai ADHD?
Anda dapat menemukan informasi mengenai gejala, diagnosa, dan pilihan pengobatan bagi ADHD di http://www.cdc.gov/adhd, serta sumber-sumber bermanfaat lainnya bagi keluarga dan penyedia layanan.
—————————————-
Tautan ke artikel asli : https://www.nimh.nih.gov/health/publications/attention-deficit-hyperactivity-disorder-in-children-and-teens-what-you-need-to-know

