Dapatkah kita Mengeradikasi Koinfeksi HIV/HCV

Data Baru Memunculkan Pertanyaan yang Menantang: Dapatkah kita Mengeradikasi Koinfeksi HIV/HCV?

New Data Raise a Tantalizing Question: Can We Eradicate HIV/HCV Coinfection?

Peta koinfeksi HCV pada orang dengan HIV (ODHIV)) mengalami perubahan signifikan selama dua dekade terakhir, khususnya dalam hal angka kesembuhan dan faktor penularan. Hasil penelitian di Spanyol yang baru-baru ini diterbitkan merangkum perubahan yang terjadi – sementara data sirosis hati infeksi ulangan mengingatkan kita akan pentingnya tes HCV dan tindak lanjut pasca kesembuhan.

Para peneliti menganalisis 9 survei potong-lintang yang dilakukan selama 21 tahun di Spanyol. Prevalensi antibodi anti-HCV dan infeksi HCV aktif (didefinisikan sebagai PCR HCV-RNA positif) dinilai. Hasil dikelompokkan berdasarkan kategori penularan HIV dan era sebelum dan sesudah antivirus HCV kerja langsung (DAA) tersedia secara luas di Spanyol pada tahun 2015.

Hasil Penelitian:

  1. Seroprevalensi HCV menurun dari 60,8% (2002) menjadi 27,4% (2023).
  2. Infeksi HCV aktif menurun dari 46,3% (2002) menjadi 0,9% (2023)—dan 0% di kalangan heteroseksual—sementara tetap <1% sejak 2021.
  3. Penyerapan pengobatan meningkat drastis selama periode studi: dari 23% (2002) menjadi 99% (2023, era DAA oral penuh).
  4. Pada era DAA (2015–2023), HCV aktif menurun sebesar 100% pada heteroseksual, 94% pada pengguna narkoba suntik, dan 71% pada LSL.
  5. Sirosis pada kasus HCV aktif mencapai puncaknya pada 23,1% (2015) sebelum turun menjadi 0% (2021).
  6. Di antara mereka yang mencapai respons virologi berkelanjutan (SVR) pada tahun 2023, 20% menderita sirosis.

Pengalaman Spanyol selama dua dekade menunjukkan bahwa kombinasi akses DAA tanpa batas, pencegahan yang terarah, dan surveilens yang berkelanjutan dapat menurunkan angka koinfeksi HIV/HCV ke angka yang sangat rendah di tingkat nasional.

Hambatan akses tetap menjadi masalah besar – hal yang dapat dihentikan dengan monitoring berbasis-RNA yang konsisten, integrasi program harm reduction, skrining terarah pada orang dengan determinan sosial kesehatan yang signifikan, serta akses pengobatan yang benar-benar minim hambatan.

Tautan ke berita lengkap: New Data Raise a Tantalizing Question: Can We Eradicate HIV/HCV Coinfection?

Tautan ke penelitian terkait: Trends in HCV Infection Prevalence Among People with HIV in Spain Over Two Decades (2002-2023)  

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *