Ketahanan dan Aksi Individu Dalam Menghadapi Bencana Iklim (Seri – 4)

Sebagian besar orang merasakan adanya rasa aman dan kontrol dengan mengambil langkah untuk memahami, adaptasi, atau memitigasi efek perubahan iklim di tingkat individu maupun masyarakat. Pengambilan langkah untuk mempersiapkan diri menghadapi efek perubahan iklim dapat membantu “mengelola respon emosional saat orang berdamai dengan – dan menyesuaikan pemahaman dan hidup mereka dalam konteks – perubahan iklim.” (US GCRP)

Di tingkat individu, orang belajar lebih dalam mengenai apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi di masa depan serta mempersiapkan diri menghadapi kejadian yang berhubungan denga perubahan iklim. Aksi individual yang membantu meliputi membuat dan menjalankan rencana tanggap darurat rumah tangga; merawat diri sendiri melalui kebiasaan sehat; membangun koneksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan aktivis iklim untuk menciptakan jejaring sosial yang kuat; dan berpartisipasi dalam upaya kebijakan dan advokasi untuk memerangi perubahan iklim. (Clayton)

Rasa tertekan akibat perubahan iklim dapat dikurangi dengan menghabiskan waktu di alam dan menerapkan strategi “mawas diri (mindfulness)” seperti grounding (menempatkan diri pada saat ini), melacak sensasi tubuh, meditasi, mencatat sumber daya yang dimiliki oleh diri, mengidentifikasi nilai-nilai inti yang memandu kerja Anda, dan menggunakan strategi-strategi tersebut untuk menyederhanakan dan memfokuskan pilihan. Bekerja sama dengan orang lain dapat mengurangi rasa kewalahan yang sering muncul saat menghadapi masalah besar seperti perubahan iklim sekaligus meningkatkan rasa efektivitas, arti, dan harapan pribadi. Aktivisme dan upaya iklim lainnya dapat mengubah rasa takut yang muncul bersamaan dengan rasa ketidakmampuan untuk berbuat apapun dan mengubahnya menjadi aksi efektif. (Connor)

Panduan di atas berlaku baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak memiliki kebutuhan unik setelah situasi krisis berlalu atau ketika koping dengan kekhawatiran akan isu-isu besar, seperti perubahan iklim. Pemahaman akan reaksi umum membuat Anda dapat membantu anak-anak dengan lebih baik baik sebelum, selama, dan setelah kejadian krisis. Berbicara secara terbuka kepada anak-anak akan ketakutan mereka baik sebelum, selama, dan setelah kejadian. Jangan meremehkan atau menutup-nutupi bahaya, namun bicarakan tentang kemampuan Anda untuk koping dengan tragedi dan melewatinya. Ingatkan anak-anak bahwa ada banyak orang yang bekerja keras untuk menjaga mereka tetap aman. Antisipasi berbagai reaksi terhadap rasa takut, seperti marah, perilaku buruk, penarikan diri, dan kemunduran dalam perilaku buang air dan rutinitas kehidupan lainnya. Hindari menghukum anak-anak atas reaksi umum tersebut karena dapat memperburuk perilaku tersebut (ecoAmerica).

Perubahan iklim dan Masyarakat

Pemerintah menyediakan banyak sumber daya untuk mendukung masyarakat dan penyedia layanan kesehatan yang berupaya meredam dampak perubahan iklim pada populasi mereka melalui the HHS Office of Climate Change and Health Equity, National Oceanic and Atmospheric Administration, Occupational Safety and health Administration, Federal Emergency Management Agency, Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA), Veterans Affairs, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan lembaga lainnya. Dukungan tersebut mencakup ratusan alat bantu yang tersedia melalui the US Climate Resilience Toolkit. Alat tersebut dapat digunakan untuk merencanakan berbagai aspek kebutuhan infrastruktur, termasuk infrastruktur kesehatan dan kesehatan jiwa. Masyarakat harus memulai dengan memetakan berbagai asset yang mereka miliki untuk mendukung ketahanan masyarakat. Hal tersebut meliputi kelompok masyarakat sipil, organisasi kesehatan, lembaga keagamaan, sekolah, bisnis, aset alam, dan berbagai sumber daya lainnya. Aset-aset tersebut dapat berfungsi sebagai dasar bagi strategi adaptif, menerapkan perubahan dengan menggunakan alat bantu-alat bantu yang tersebut di atas (Hayes).

Perubahan iklim akan member tekanan pada setiap anggota masyarakat; masyarakat dapat mempersiapkan setiap warganya melalui pelatihan ketahanan-tingkat-masyarakat. Banyak program dukungan psikologis kelompok awam telah terbentuk untuk mendukung masyarakat dalam merespon tekanan perubahan iklim secara optimal dan untuk membuat transisi sosial cepat yang diperlukan untuk menghadapi tantangan iklim.

Aksi efektif untuk mengurangi dampak perubahan iklim

Strategi global yang paling berdampak dalam mengurangi dampak perubahan iklim meliputi perubahan pada sistem pendingin, penggunaan tenaga angin lepas pantai, pengurangan limbah makanan, konsumsi makanan nabati, budidaya hutan tropis, pendidikan bagi anak perempuan, dan menjaga aksesibilitas keluarga berencana (Drawdown). Dukungan terhadap kebijakan yang positif terhadap tujuan-tujuan tersebut dapat memperbaiki dampak iklim bagi setiap orang.

Untuk mengurangi jejak karbon, hal paling efektif yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi satu penerbangan per tahun, mengurangi berkendara pribadi dan menggunakan transportasi umum, dan mengonsumsi makanan nabati (Wynes). Aksi lainnya yang dapat membantu dan mudah dijangkau oleh setiap orang meliputi mengurangi penggunaan pengering pakaian dan menjemur pakaian, mengurangi pembelian barang dengan menggunakan kembali, memanfaatkan kembali, dan mendaur ulang, meningkatkan efisiensi energi rumah dengan menutup kebocoran udara di jendela dan pintu serta menggunakan termostat yang dapat diprogram, mengganti peralatan lama dengan yang hemat energi, mengganti bohlam lampu dengan LED, dan menanam pohon.

Mencari pertolongan

Anda dapat menemui dokter atau tenaga kesehatan lainnya atau penyedia layanan kesehatan jiwa jika Anda mengalami salah satu dari hal-hal berikut:

  • Anda terus mengalami masalah baik di rumah maupun di tempat kerja.
  • Anda mengonsumsi lebih banyak alkohol.
  • Gejala Anda tidak membaik setelah beberapa hari (atau malah memburuk).
  • Anda merasa tidak enak badan.
  • Orang terkasih atau kolega berkomentar bahwa Anda tampak berbeda.
  • Gangguan iklim yang Anda alami telah berkembang sedemikian rupa sehingga Anda merasa ingin bunuh diri atau tidak mampu beraktivitas.

Tautan ke artikel asli:

  1. https://www.psychiatry.org/patients-families/climate-change-and-mental-health-connections/resilience-and-individual-actions-before-and-after    

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *