ART Is Not a Guaranteed Lifesaver for Children With HIV, Global Study Finds
Hasil meta-analisis global yang massif tentang tingkat kematian akibat HIV pada anak-anak mengingatkan kita akan pentingnya diagnosis dan pengobatan dini pada populasi yang sangat rentan ini. Prioritas ini juga berlaku di negara-negara makmur seperti AS, dimana kita berasumsi bahwa inisiasi ART dapat mengurangi risiko kesehatan langsung; seperti yang disebutkan dalam penelitian ini, memulai pengobatan hanya sebagian dari persamaan yang ada (meskipun merupakan bagian yang penting).

Hasil Utama:
- Angka kematian anak-anak dan remaja muda yang menjalani terapi ARV telah menurun secara substansial selama kurun waktu tertentu.
- Di banyak tempat, pada anak-anak berusia 5-14 tahun, angka kematian menurun sekitar 50%+ antara tahun 1990 dan 2016.
- Kelompok usia yang lebih muda—terutama bayi yang memulai ART—memiliki angka kematian yang jauh lebih tinggi daripada anak-anak/remaja yang lebih tua.
- Angka kematian tertinggi terjadi pada bulan-bulan pertama setelah memulai ART; risiko menurun seiring dengan durasi ART yang lebih lama.
- CD4 awal merupakan prediktor penting kematian. Anak-anak dengan jumlah CD4 awal yang lebih rendah memiliki risiko kematian sekitar tiga kali lipat dibandingkan mereka yang memiliki jumlah CD4 lebih tinggi.
- Penurunan dan risiko kematian absolut berbeda di setiap wilayah; beberapa wilayah belum mencapai penurunan angka kematian yang tinggi. Misalnya, beberapa negara di Asia-Pasifik dan Amerika Latin memiliki angka kematian anak-anak dengan jumlah CD4 rendah yang lebih tinggi daripada di Afrika sub-Sahara.
Tautan ke berita lengkap: ART Is Not a Guaranteed Lifesaver for Children With HIV, Global Study Finds
Tautan ke artikel ilmiah: HIV-related mortality time trends among children and young adolescents on antiretroviral therapy by age, treatment duration, and region: a systematic review and meta-regression analysis

