Determinants of Common Mental Disorders (CMD) among adolescent girls aged 15-19 years in Indonesia: Analysis of the 2018 National Basic Health Survey Data
Muhammad Asrullah, Monique L’Hoir, Maria-João Paulo, Edith J M Feskens, Alida Melse-Boonstra

Abstrak
Gangguan jiwa umum (common mental disorders; CMD) merupakan kondisi tertekan yang bermanifestasi dalam bentuk gejala kecemasan, somatik, dan depresi. Kasus CMD cukup tinggi di Indonesia, khususnya pada remaja. Gadis remaja berisiko tinggi mengalami CMD dibandingkan remaja laki-laki. Hal ini mungkin berhubungan dengan anemia, yang mungkin diperparah dengan datangnya menstruasi yang lebih awal.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara konsentrasi haemoglobin dan determinan CMD lainnya pada gadis remaja di Indonesia. Data dari 1.052 remaja putri berusia 15-19 tahun dari Survei Dasar Kesehatan Indonesia 2018 dianalisis. CMD diukur menggunakan Kuesioner Pelaporan Diri (Self Reporting Questionnaire; SRQ-20). Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis/PARC) dari determinan utama diterapkan dan komponen utama yang dihasilkan diselidiki sebagai faktor risiko CMD.
Prevalensi CMD pada populasi penelitian adalah 16,5%. Anemia dan Usia Menarche (anaemia and age at menarche; AAM) tidak berkaitan dengan CMD. Tiga komponen utama berhubungan secara signifikan dengan skor CMD yang tinggi: 1) pendidikan orang tua yang lebih tinggi, pekerjaan ayah yang lebih baik, dan tinggal di daerah perkotaan (β: 0,16, 95%-CI: 0,02; 0,30); 2) konsumsi makanan asin, makanan berlemak tinggi, dan minuman ringan yang lebih tinggi (β: 0,23, 95%-CI: 0,05; 0,40); dan 3) menderita asma, merokok, dan konsentrasi hemoglobin yang lebih tinggi (β: 1,74, 95%-CI: 1,59; 1,89). Asosiasi klaster terkuat CMD pada remaja putri di Indonesia adalah asma, status merokok, dan konsentrasi hemoglobin yang lebih tinggi, sedangkan anemia dan AAM tidak berhubungan. Kausalitas antara merokok dan pola makan terhadap CMD tidak dapat dipisahkan dalam studi potong-lintang ini.
Hasil penelitian kami mengimplikasikan bahwa gadis remaja yang memiliki asma dan merokok serta yang memiliki orangtua berpendidikan tinggi dan pekerjaan yang mapan, lebih mungkin mengalami gangguan jiwa.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36962366/
Kalimat Kutipan: Asrullah M, L’Hoir M, Paulo MJ, Feskens EJM, Melse-Boonstra A. Determinants of Common Mental Disorders (CMD) among adolescent girls aged 15-19 years in Indonesia: Analysis of the 2018 National Basic Health Survey Data. PLOS Glob Public Health. 2022 Mar 15;2(3):e0000232. doi: 10.1371/journal.pgph.0000232. PMID: 36962366; PMCID: PMC10021533.

