The Incentive-Sensitization Theory of Addiction 30 Years On

Terry E Robinson, Kent C Berridge
Abstrak
Teori insentif-sensitisasi (incentive-sensitization theory; IST) tentang adiksi pertama kali dipublikasikan pada tahun 1993, yang menyatakan bahwa (a) sistem dopamin mesolimbik otak memediasi motivasi insentif (“keinginan”) terhadap zat-zat adiktif dan penghargaan lainnya, tetapi bukan dampak hedonisnya (kesukaan) saat dikonsumsi; dan (b) sejumlah individu rentan terhadap sensitisasi jangka panjang sistem mesolimbik yang dipicu oleh zat tersebut, yang secara selektif memperkuat “keinginan” mereka terhadap zat adiktif tanpa meningkatkan kesukaan mereka terhadap zat adiktif yang sama.
Dalam artikel ini, kami menjelaskan asal-usul IST dan mengevaluasi statusnya 30 tahun kemudian. Kami membandingkan IST dengan teori adiksi lainnya, seperti opponent-process theories, habit theories of addiction, dan prefrontal cortical dysfunction theories tentang gangguan kendali impuls. Kami juga membahas kritik terhadap IST yang telah muncul selama bertahun-tahun, seperti apakah craving merupakan bagian penting dalam adiksi dan apakah adiksi dapat dikategorikan sebagai kompulsif.
Akhirnya, kami membahas sejumlah fenomena kontemporer, termasuk peran potensial dari sensitisasi insentif dalam adiksi perilaku, munculnya sindrom disregulasi dopamin yang mirip adiksi pada pasien Parkinson yang diobati, serta peran ketidakpastian dalam motivasi insentif.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39094061/
Kalimat Kutipan: Robinson TE, Berridge KC. The Incentive-Sensitization Theory of Addiction 30 Years On. Annu Rev Psychol. 2025 Jan;76(1):29-58. doi: 10.1146/annurev-psych-011624-024031. Epub 2024 Dec 3. PMID: 39094061; PMCID: PMC11773642.

