Prescription Stimulant Use, Misuse, and Use Disorder Among US Adults

Prescription Stimulant Use, Misuse, and Use Disorder Among US Adults Aged 18 to 64 Years

Beth HanChristopher M JonesNora D VolkowS Michaela RikardDeborah DowellEmily B EinsteinGery P GuyNaomi TomoyasuJean KoGrant BaldwinYngvild OlsenWilson M Compton

Abstrak

Nilai Penting: Stimulan semakin banyak diresepkan untuk orang dewasa di AS. Apakah peresepan tersebut berkaitan dengan penyalahgunaan dan gangguan penyalahgunaan stimulan resep (prescription stimulant use disorder; PSUD) masih kurang dipahami.

Tujuan Penelitian: Untuk menilai (1) tren berdasarkan jenis kelamin dan usia dalam jumlah orang yang diresepkan stimulant dan tren dalam peresepan stimulan resep oleh spesialis pemberi resep sejak tahun 2019 hingga tahun 2022; (2) prevalensi penyalahgunaan dan PSUD akibat penggunaan stimulan jenis amfetamin resep (selanjutnya disebut amfetamin) dan metilfenidat, dan (3) prevalensi PSUD dan korelasi sosiodemografi serta kesehatan perilaku pada orang yang menggunakan stimulan resep dengan dan tanpa penyalahgunaan stimulan resep

Disain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Studi survei potong-lintang ini menggunakan basis data the 2019-2022 IQVIA Total Patient Tracker and National Prescription Audit New to Brand dan the 2021-2022 National Surveys on Drug Use and Health (NSDUH) (individu berusia 18 hingga 64 tahun yang tinggal di masyarakat). Analisis data dilakukan dari Maret hingga April 2024.

Paparan: Penggunaan stimulan resep dalam setahun terakhir.

Hasil dan Pengukuran Utama: PSUD menggunakan kriteria DSM-5.

Hasil Penelitian: Dari 83.762 orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun yang diteliti, 33,8% (unweighted) berusia 18-25 tahun, 53,0% (unweighted) berusia 26-49 tahun, dan 56,0% (unweighted) adalah wanita. Di antara partisipan yang menggunakan stimulan resep, 25,3% (CI 95%, 23,8%-26,8%) melaporkan penyalahgunaan, dan 9,0% (CI 95%, 8,0%-10,0%) mengalami PSUD. Di antara mereka yang mengalami PSUD, 72,9% (CI 95%, 68,3%-77,6%) hanya menggunakan stimulan yang diresepkan untuk mereka sendiri, 87,1% (CI 95%, 82,3%-90,8%) menggunakan amfetamin, 42,5% (IK 95%, 36,6%-48,5%) melaporkan tidak menyalahgunakan stimulan resep, dan 63,6% (IK 95%, 56,8%-69,8%) mengalami PSUD ringan. Individu yang menggunakan amfetamin, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metilfenidat, memiliki rasio prevalensi penyalahgunaan yang lebih tinggi (3,1 [CI 95%, 2,2-4,3]) dan PSUD (2,2 [CI 95%, 1,3-3,8]). Peningkatan terbesar jumlah individu yang menerima stimulan resep terjadi pada wanita berusia 35-64 tahun, dari 1,2 juta pada kuartal pertama tahun 2019 menjadi 1,7 juta pada kuartal keempat tahun 2022 (rata-rata perubahan persentase per triwulan, 2,6% [CI 95%, 2,1%-3,1%]). Prevalensi penyalahgunaan stimulan resep lebih rendah pada wanita berusia 35-64 tahun yang menggunakan obat-obatan ini (13,7% [CI 95%, 11,1%-16,8%]) dibandingkan subkelompok lain berdasarkan jenis kelamin dan usia (berkisar dari 22,0% [CI 95%, 17,9%-26,7%] untuk pria berusia 35-64 tahun hingga 36,8% [CI 95%, 32,6%-41,2%] untuk wanita berusia 18-25 tahun).

Kesimpulan dan Relevansi: Tingginya prevalensi penyalahgunaan stimulan resep dan PSUD (terlepas dari status penyalahgunaannya ) menunjukkan pentingnya penjaminan penggunaan yang tepat secara klinis dan skrining serta pengobatan PSUD pada seluruh orang dewasa yang diresepkan stimulan, terutama bagi mereka yang menggunakan metamfetamin. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi perkembangan dalam mengatasi kesenjangan di layanan kesehatan mental bagi wanita paruh baya dan kebutuhan akan pedoman dan pelatihan klinis yang berbasis bukti ilmiah mengenai manfaat dan risiko stimulan resep bagi orang dewasa.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40105821/             

Kalimat Kutipan: Han B, Jones CM, Volkow ND, Rikard SM, Dowell D, Einstein EB, Guy GP, Tomoyasu N, Ko J, Baldwin G, Olsen Y, Compton WM. Prescription Stimulant Use, Misuse, and Use Disorder Among US Adults Aged 18 to 64 Years. JAMA Psychiatry. 2025 Jun 1;82(6):572-581. doi: 10.1001/jamapsychiatry.2025.0054. PMID: 40105821; PMCID: PMC11923773.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *