Risk of Incident Psychosis and Mania With Prescription Amphetamines

Lauren V MoranJoseph P SkinnerAnn K ShinnKathryn NielsenVinod RaoS Trevor TaylorTalia R CohenCemre ErkolJaisal MerchantChristin A MujicaRoy H PerlisDost Ongur

Abstrak

Tujuan Penelitian: Peresepan amfetamin di AS mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian sebelumnya mengidentifikasi adanya peningkatan risiko insidens psikosis dari amfetamin resep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak dari level dosis amfetamin resep terhadap risiko tersebut.

Metode Penelitian: Penelitian kasus-kontrol menggunakan rekam medis elektronik dilakukan untuk membandingkan risiko psikosis atau mania dengan paparan terhadap amfetamin dalam satu bulan terakhir. Subjek kasus adalah pasien berusia 16-35 tahun yang dirawat di McLean Hospital karena kejadian psikosis atau mania antara tahun 2005 dan 2019. Subjek kontrol adalah pasien dengan rawat inap psikiatri awal karena alasan lain, yang paling umum adalah depresi dan/atau kecemasan. Dosis amfetamin dikonversi menjadi setara dekstroamfetamin dan dibagi menjadi tersil. Analisis sekunder mengevaluasi risiko kejadian psikosis atau mania dengan penggunaan metilfenidat.

Hasil Penelitian: Dari 1.374 subjek kasus dan 2.748 subjek kontrol, peluang psikosis dan mania meningkat pada individu yang menggunakan amfetamin resep dalam sebulan terakhir dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya (adjusted odds ratio = 2,68, 95% CI = 1,90-3,77). Hubungan dosis-respons diamati; dosis tinggi amfetamin (>30 mg setara dekstroamfetamin) dikaitkan dengan peningkatan peluang psikosis atau mania sebesar 5,28 kali lipat. Penggunaan metilfenidat dalam sebulan terakhir tidak dikaitkan dengan peningkatan peluang psikosis atau mania dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya (adjusted odds ratio = 0,91, 95% CI = 0,54-1,55).

Kesimpulan: Meskipun pelibatan subjek kontrol yang dirawat mengecualikan individu dengan penyakit yang kurang parah sehingga dapat mengarah pada bias seleksi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan harus berhati-hati dalam meresepkan amfetamin dosis tinggi, dengan skrining rutin untuk melihat gejala psikosis atau mania.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39262211/    

Kalimat Kutipan: Moran LV, Skinner JP, Shinn AK, Nielsen K, Rao V, Taylor ST, Cohen TR, Erkol C, Merchant J, Mujica CA, Perlis RH, Ongur D. Risk of Incident Psychosis and Mania With Prescription Amphetamines. Am J Psychiatry. 2024 Oct 1;181(10):901-909. doi: 10.1176/appi.ajp.20230329. Epub 2024 Sep 12. PMID: 39262211; PMCID: PMC11905971.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *