The role of the psychedelic experience in psilocybin treatment for treatment-resistant depression
Guy M Goodwin, Scott T Aaronson, Oscar Alvarez, Robin Carhart-Harris, Jamie Chai-Rees, Megan Croal, Charles DeBattista, Boadie W Dunlop, David Feifel, David J Hellerstein, Muhammad I Husain, John R Kelly, Namik Kirlic, Rasmus W Licht, Lindsey Marwood, Thomas D Meyer, Sunil Mistry, Ania Nowakowska, Tomáš Páleníček, Dimitris Repantis, Robert A Schoevers, Hollie Simmons, Metten Somers, Emma Teoh, Joyce Tsai, Mourad Wahba, Sam Williams, Allan H Young, Matthew B Young, Sidney Zisook, Ekaterina Malievskaia

Abstrak
Tujuan Penelitian: Untuk menentukan hubungan antara dosis psilocybin, pengalaman psikedelik, dan hasil pengobatan terhadap depresi yang resisten terhadap pengobatan.
Metode Penelitian: Untuk depresi yang resisten terhadap pengobatan, 233 partisipan penelitian menerima dosis tunggal 25, 10 atau 1 mg COMP360 psilocybin (formulasi psilocybin sintetis tingkat farmasi yang dipatenkan, dikembangkan oleh sponsor, Compass Pathfinder Ltd.) dengan dukungan psikologis. Pengalaman psikedelik yang dihasilkan (Five-Dimensional Altered States of Consciousness questionnaire [5D-ASC] dan Emotional Breakthrough Inventory [EBI]) diukur. Variabel proksimal dan hasil 3 minggu setelah pemberian (perubahan pada Montgomery-Åsberg Depression Rating Scale [MADRS]) dieksplorasi menggunakan analisis korelasi.
Hasil Penelitian: Intensitas rata-rata efek psikedelik berhubungan dengan dosis, tetapi distribusi skor untuk dosis yang berbeda tumpang tindih secara signifikan. Respons depresi berkorelasi dengan aspek-aspek tertentu dari pengalaman psikedelik secara keseluruhan dan untuk dosis individual. Pada dosis 25 mg, dimensi 5D-ASC Oceanic Boundlessness (koefisien korelasi Pearson r = -0,508) dan Visual Restructuralization (r = -0,516), dan EBI (r = -0,637) adalah variabel dengan korelasi terkuat terhadap perubahan skor MADRS dari baseline ke Minggu ke-3.
Keterbatasan Penelitian: Keberadaan korelasi tidak membuktikan hubungan sebab-akibat dan temuan eksploratif memerlukan replikasi lebih lanjut, sebaiknya dalam sampel independen yang lebih besar.
Kesimpulan: Intensitas pengalaman psikedelik sangat tumpang tindih pada berbagai dosis dan mengurangi risiko terungkapnya dosis yang diberikan. Korelasi antara pengalaman psikedelik dan hasilnya menunjukkan spesifisitas dalam mekanisme aksi psilocybin. Kualitas dan intensitas pengalaman psikedelik dapat menjadi ukuran efek farmakodinamik dan mengungkapkan fenomena respons dosis efektif untuk dosis oral tunggal.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39706482/
Kalimat Kutipan: Goodwin GM, Aaronson ST, Alvarez O, Carhart-Harris R, Chai-Rees J, Croal M, DeBattista C, Dunlop BW, Feifel D, Hellerstein DJ, Husain MI, Kelly JR, Kirlic N, Licht RW, Marwood L, Meyer TD, Mistry S, Nowakowska A, Páleníček T, Repantis D, Schoevers RA, Simmons H, Somers M, Teoh E, Tsai J, Wahba M, Williams S, Young AH, Young MB, Zisook S, Malievskaia E. The role of the psychedelic experience in psilocybin treatment for treatment-resistant depression. J Affect Disord. 2025 Mar 1;372:523-532. doi: 10.1016/j.jad.2024.12.061. Epub 2024 Dec 18. Erratum in: J Affect Disord. 2026 Jan 15;393(Pt A):120352. doi: 10.1016/j.jad.2025.120352. PMID: 39706482.

