Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dan penyalahgunaan alkohol pada wanita mengalami peningkatan. Meskipun penyalahgunaan alkohol oleh siapapun menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang serius, wanita yang mengonsumsi minuman beralkohol berisiko lebih tinggi mengalami masalah yang berkaitan dengan konsumsi alkohol dibandingkan dengan pria. Penting bagi wanita untuk menyadari risiko kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsi alkohol sehingga mereka dapat mengambil keputusan akan konsumsi alkohol berdasarkan informasi akurat. Risiko akibat konsumsi alkohol dapat dikurangi, meskipun tidak dapat dihilangkan, dengan membatasi jumlah konsumsinya. Sejumlah wanita harus menghindari konsumsi alkohol sepenuhnya, seperti wanita hamil atau ingin hamil.

Mengapa wanita menghadapi risiko lebih tinggi?
Penelitian menunjukkan bahwa wanita mulai mengalami masalah terkait konsumsi alkohol lebih awal dan pada jumlah konsumsi yang lebih rendah dibandingkan pada pria karena berbagai alasan. Wanita, rata-rata, memiliki berat badan lebih rendah dibandingkan pria. Selain itu, alkohol sebagian besar berada dalam cairan tubuh, dan jika dibandingkan berdasarkan berat badan, wanita memiliki lebih sedikit cairan tubuh dibandingkan pria. Artinya, setelah seorang wanita dan seorang pria dengan berat badan yang sama minum minuman alkohol dalam jumlah yang sama, konsentrasi alkohol dalam darah wanita tersebut (jumlah alkohol dalam darah) cenderung lebih tinggi, sehingga menempatkannya pada risiko bahaya yang lebih besar. Contohnya, penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung mengalami mabuk dan pingsan akibat alkohol, pada dosis alkohol yang sama, dibandingkan pada pria. Perbedaan biologis lainnya juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi.
Apa saja risiko kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsi alkohol?
Kondisi darurat medis dan kematian
Wanita, dibandingkan pria, memiliki peningkatan kunjungan IGD, rawat inap, dan kematian terkait konsumsi alkohol yang lebih tinggi dalam periode 20 tahun terakhir.
Gangguan konsumsi alkohol (alcohol use disorder; AUD)
AUD ditandai dengan gangguan kemampuan untuk berhenti atau mengendalikan konsumsi alkohol meskipun memiliki konsekuensi merugikan dalam sosial, pekerjaan, atau kesehatan. Gangguan ini termasuk gangguan spektrum dengan derajat rendah, sedang, atau berat. AUD mencakup kondisi yang oleh sebagian besar orang disebut dengan penyalahgunaan alkohol, ketergantungan alkohol, atau istilah sehari-hari alkoholisme. (untuk penegakan diagnosis AUD, seseorang harus memenuhi kriteria diagnostik tertentu yang dijabarkan dalam the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition). AUD dapat mengakibatkan perubahan permanen di otak yang membuat orang yang mengonsumsinya rentan mengalami relaps. Wanita lebih kecil kemungkinannya mendapatkan perawatan untuk AUD dibandingkan dengan pria.

Kerusakan hati
Wanita yang secara rutin menyalahgunakan alkohol lebih cenderung mengalami hepatitis akibat konsumsi alkohol, sebuah kondisi hati yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol dan berpotensi fatal, dibandingkan pada pria, dalam jumlah konsumsi yang sama. Pola minum minuman beralkohol juga dapat mengakibatkan sirosis hati (jaringan parut permanen pada hati).
Penyakit jantung
Penyalahgunaan alkohol jangka panjang juga dapat mengakibatkan penyakit jantung. Wanita lebih rentan mengalami penyakit jantung yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol dibandingkan pria, meskipun mereka mengonsumsi jumlah alkohol lebih sedikit sepanjang hidup mereka dibandingkan pria.
Kerusakan otak
Penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan alkohol mengakibatkan kerusakan otak yang lebih cepat pada wanita dibandingkan pria. Selain itu, bukti ilmiah yang terus meningkat menunjukkan bahwa alkohol dapat mengganggu perkembangan otak yang normal di masa remaja dan terdapat perbedaan akibat dampak alkohol pada otak remaja yang mengonsumsinya. Contoh, pada sebuah penelitian, remaja perempuan yang melaporkan minum berlebihan, bukan remaja laki-laki, menunjukkan penurunan aktivitas otak serta performa yang buruk dalam tes ingatan dibandingkan dengan remaja perempuan yang hanya minum dalam dosis ringan atau tidak minum sama sekali. Hal yang serupa, remaja perempuan yang minum berat menunjukkan pengurangan skala besar dalam ukuran wilayah otak yang mengatur memori dan pengambilan keputusan dibandingkan pada remaja laki-laki yang minum berat. Wanita juga cenderung lebih rentan dibandingkan pria untuk mengalami blackout (hilang ingatan), yaitu hilangnya ingatan seseorang akan peristiwa yang terjadi saat mereka mabuk. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi alkohol dalam jumlah cukup besar sehingga menghambat transfer memori dari penyimpanan jangka pendek ke jangka panjang untuk sementara waktu – yang dikenal sebagai konsolidasi memori – di wilayah otak yang disebut hipokampus.
Kanker payudara
Penelitian menunjukkan hubungan penting antara konsumsi alkohol dan kanker payudara – bahkan 1 gelas minuman beralkohol per hari dapat meningkatkan risiko wanita yang mengonsumsi alkohol mengalami kanker payudara sebesar 5% hingga 15% dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi alkohol.
Alkohol dan kehamilan
Tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang aman bagi wanita yang hamil atau ingin hamil. Paparan alkohol prenatal dapat mengakibatkan anak-anak mengalami gangguan fisik, kognitif, dan perilaku, yang semuanya merupakan komponen dari gangguan spektrum alkohol janin (fetal alcohol spectrum disorders). Mengonsumsi alkohol selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.
Sumber: https://www.niaaa.nih.gov/publications/brochures-and-fact-sheets/women-and-alcohol


