Diagnosis Gangguan Belajar
Untuk menegakkan diagnosis gangguan belajar (specific learning disorder; SLD), seseorang harus memenuhi empat kriteria berikut :
- Mengalami kesulitan dalam, setidaknya, salah satu dari area berikut selama, setidaknya, 6 bulan meskipun dengan bantuan tertarget:
- Kesulitan membaca (misal, tidak akurat, pelan dan memerlukan upaya yang besar)
- Kesulitan memahami makna dari hal yang dibaca
- Kesulitan dengan ejaan
- Kesulitan dengan ekspresi menulis (misal, kesulitan dengan tata bahasa, tanda baca, atau organisasi kata)
- Kesulitan memahami konsep angka, fakta angka atau kalkulasi
- Kesulitan dengan penalaran matematis (misal, menerapkan konsep matematika atau memecahkan masalah matematika)
- Memiliki keterampilan akademis yang secara substansial di bawah harapan berdasarkan usia anak dan menimbulkan masalah di sekolah, tempat kerja, atau aktivitas sehari-hari:
- Kriteria ini memerlukan tantangan keterampilan akademis untuk menjadi dasar ukuran pencapaian baku dan “penilaian klinis komprehensif”
- Kesulitan-kesulitan mulai muncul pada usia sekolah bahkan jika sejumlah orang tidak mengalami masalah signifikan hingga mencapai usia dewasa (ketika tuntutan akademis, pekerjaan, dan sehari-hari semakin meningkat).
- Kesulitan belajar tidak disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti disabilitas intelektual, masalah pendengaran atau penglihatan, kondisi neurologis (misal, stroke pediatrik), kondisi yang tidak menguntungkan seperti lingkungan atau ekonomi, kurangnya pengajaran, atau kesulitan dalam berbicara atau memahami bahasa.
Diagnosis dibuat melalui kombinasi observasi, interview, riwayat keluarga, dan laporan sekolah. Tes neuropsikologis mungkin digunakan untuk membantu menemukan cara terbaik dalam membantu individu dengan SLD. Untuk Individu yang berusia di atas 17 tahun, catatan riwayat gangguan belajar dapat menggantikan penilaian baku.
Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/specific-learning-disorder/what-is-specific-learning-disorder

