Gangguan Belajar (Specific Learning Disorder) Serie 1: Definisi

Apa yang dimaksud dengan gangguan belajar khusus?

Pada tahun 2013, DSM-5 merubah kriteria diagnositik bagi gangguan belajar khusus (Specific Learning Disorder SLD) dengan menggabungkan ketiga jenis gangguan belajar (membaca, matematika, dan ekspresi menulis) ke dalam satu diagnosis menyeluruh. SLD (sering disebut sebagai gangguan belajar atau disabilitas belajar, lihat catatan mengenai terminologi) merupakan gangguan perkembangan syaraf yang umumnya didiagnosis pada anak-anak usia sekolah dini, meskipun tidak akan dikenali hingga individu mencapai masa dewasa. Gangguan ini ditandai dengan gangguan yang persisten pada setidaknya satu dari 3 bidang berikut: membaca, ekspresi menulis, dan/atau matematika.

Sekitar 5 – 15% anak-anak usia sekolah mengalami gangguan belajar. Sekitar 80% anak-anak dengan gangguan belajar berupa kesulitan dalam membaca (biasa disebut “disleksia”) disleksia merupakan gangguan yang umum, yang mempengaruhi 20% populasi. Disleksia mempengaruhi laki-laki dan perempuan dengan setara. Gangguan belajar khusus seringkali terjadi bersama dengan gangguan perkembangan syaraf lainnya (seperti ADHD) dan dengan kecemasan.

Keahlian khusus yang dipengaruhi mencakup akurasi membaca kata-kata, mengeja, tata bahasa, atau menghitung. Selain itu, kelancaran dalam membaca dan matematika mungkin teramati. Kesulitan dalam keterampilan tersebut dapat menimbulkan masalah dalam mata pelajaran, seperti sejarah, matematika, ilmu pengetahuan, dan ilmu sosial serta dapat mempengaruhi interaksi sosial dan aktivitas keseharian.

Gangguan belajar terbagi dalam 3 kategori: ringan, sedang, berat. Akomodasi dan layanan dukungan dikaitkan dengan tingkat keparahan guna memfasilitasi seseorang agar dapat berfungsi secara optimal.

Gangguan belajar, jika tidak dikenali dan dikelola, dapat menimbulkan masalah sepanang kehidupan seseorang, bukan hanya sekadar pencapaian akademik yng rendah. Masalah yang dapat muncul mencakup peningkatan risiko tekanan psikologis, kesehatan mental secara keseluruhan yang buruk, pengangguran, pekerjaan yang tidak memadai, serta putus sekolah.

Catatan mengenai terminologi: gangguan belajar khusus merupakan istilah medis yang digunakan untuk diagnosis klinis. Istilah tersebut sering disebut sebagai “gangguan belajar”. “Disabilitas Belajar” merupakan istilah yang digunakan dalam sistem pendidikan dan sistem hukum. Meskipun disabilitas belajar tidak selalu sama dengan gangguan belajar khusus, seseorang dengan diagnosis gangguan belajar khusus dapat memenuhi kriteria disabilitas belajar dan memiliki status hukum “disabilitas yang diakui oleh negara” untuk memenuhi persyaratan bagi akomodasi dan layanan di sekolah. Istilah “Perbedaan dalam Belajar” merupakan istilah yang mencapai popularitas khususnya ketika berbicara dengan anak-anak mengenai kesulitan mereka, sehingga tidak melabel seorang anak sebagai “anak yang mengalami gangguan”.

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/specific-learning-disorder/what-is-specific-learning-disorder

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *