Gangguan Belajar (Specific Learning Disorder) Serie 3: Tipe SLD

Penggabungan ketiga jenis SLD ke dalam satu kategori diagnostik di bawah SLD di DSM-5 memerlukan 3 penentu yang berbeda untuk mengidentifikasi area akademik yang lemah:

  1. Gangguan membaca (dyslexia)
  2. Gangguan ekpresi menulis (dysgraphia)
  3. Gangguan matematika (dyscalculia)

Disleksia

Penentu “gangguan membaca” ditambahkan ke dalam diagnosis SLD ketika seseorang menunjukkan gangguan signifikan dalam setidaknya satu subskil membaca, termasuk akurasi membaca kata, kemampuan membaca atau kefasihan, dan/atau pemahaman membaca. Disleksia digunakan sebagai istilah alternatif untuk masalah dengan kefasihan atau akurasi membaca kata, dekoding, dan mengeja.

Masalah dalam membaca dapat terjadi bahkan sebelum seseorang belajar membaca. Contoh, anak-anak dengan disleksia mungkin kesulitan memecah kata yang diucapkan menjadi suku kata dan/atau mengenali kata-kata yang berima. Orang dengan disleksia seringkali kesulitan menghubungkan huruf-huruf yang mereka lihat di halaman dengan suara yang dihasilkan. Akibatnya, membaca menjadi lambat dan memerlukan upaya yang besar, serta tidak berlangsung lancer bagi mereka. Mereka juga mengalami kesulitan dengan akurasi dan ejaan dalam menulis.

Remaja dan orang dewasa dengan disleksia seringkali mencoba menghindari kegiatan membaca jika memungkinkan (membaca untuk kesenangan atau membaca petunjuk). Mereka lebih memilih media lain, seperti gambar, video, atau suara.

Disgrafia

Gangguan dalam keterampilan menulis dikelompokkan ke dalam penentu “gangguan dalam ekspresi menulis” dan merujuk ke anak-anak  dengan gangguan mengeja serta masalah dalam menulis, yang mencakup kesulitan dalam akurasi, tata bahasa, dan akurasi tanda baca, dan/atau kejelasan atau organisasi ekspresi menulis. Masalah dalam membaca dapat dimulai bahkan sebelum anak-anak belajar membaca. Contoh, anak-anak mungkin memiliki kesulitan memecahkan kata-kata yang diucapkan ke dalam suku kata dan mengenali kata yang berima. Disgrafia merupakan istilah untuk menjelaskan kesulitan dalam menempatkan isi pikiran ke dalam tulisan. Anak-anak usia TK dengan gangguan ekspresi menulis tidak dapat mengenali dan menulis huruf seperti teman sebayanya.

Diskalkulia

Penentu SLD ketiga “gangguan dalam matematika” adalah individu yang menunjukkan kemampuan terkait angka yang di bawah rata-rata, termasuk mengingat fakta aritmatika, kalkulasi yang akurat, dan/atau akurasi dalam penalaran matematika. Istilah “diskalkulia” digunakan untuk menjelaskan kesulitan dalam mempelajari angka, konsep terkait angka, pemrosesan informasi numerik, belajar fakta aritmatika,  atau menggunakan symbol dan fungsi untuk melakukan penghitungan matematika secara akurat.

Tingkat keparahan

Selain spesifikasi domain gangguan belajar, ringkat keparahan juga harus diindikasikan dalam diagnosis SLD. Terdapat tiga tingkat keparahan SLD, yaitu:

  • Ringan: kesulitan dalam mempelajari satu atau dua area akademik, namun dapat dikompensasi dengan akomodasi dan layanan dukungan yang tepat.
  • Sedang: kesulitan yang signifikan  dalam belajar, memerlukan sistem pengajaran, akomodasi, dan layanan dukungan khusus di sekolah, tempat kerja, atau di rumah untuk kegiatan yang perlu diselesaikan secara akurat dan efisien.
  • Berat: SLD tingkat berat dalam belajar mempengaruhi sejumlah area akademik dan memerlukan pengajaran khusus yang intensif dan terus menerus sepanjang tahun-tahun sekolah. Bahkan dengan akomodasi yang diberikan, individu dengan SLD yang berat tidak mampu melaksanakan tugas akademis secara efisien.

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/specific-learning-disorder/what-is-specific-learning-disorder

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *