Bagaimana cara penggunaan steroid anabolik?
Sejumlah steroid anabolik dikonsumsi oral, steroid lainnya disuntikkan secara intramuskular; lainnya tersedia dalam bentuk gel atau krim yang dioleskan di kulit. Banyak pengguna steroid memulai dengan bentuk oral dan berlanjut ke suntikan, karena suntikan menyebabkan lebih sedikit kerusakan di hati. Namun demikian, steroid oral dibersihkan lebih cepat dari tubuh sehingga bentuk ini lebih banyak dipilih oleh pengguna yang khawatir dengan tes narkoba. Dosis yang digunakan oleh orang yang menyalahgunakan steroid anabolik mencapai 10 – 100 kali lebih tinggi dari dosis yang biasa digunakan untuk mengobati kondisi medis.
Cycling, stacking, pyramiding, dan plateauing
Steroid seringkali digunakan dalam pola yang disebut “cycling”. Pola ini terdiri dari penggunaan steroid dalam dosis ganda selama periode waktu tertentu, kemudian berhenti selama periode waktu tertentu, dan mulai menggunakan kembali. Orang yang menyalahgunakan steroid umumnya “stack” obat tersebut. Artinya, mereka menggunakan dua atau lebih jenis steroid anabolik, mencampur jenis oral dan suntikan, dan bahkan menggunakan senyawa yang didisain untuk digunakan pada hewan. Mereka percaya bahwa steroid yang berbeda saling berinteraksi untuk menghasilkan efek pada ukuran otot yang lebih besar dibandingkan efek yang dihasilkan oleh masing-masing jenis steroid, sebuah teori yang masih belum diuji secara ilmiah.
Mode penyalahgunaan steroid lainnya adalah”pyramiding”, yang umumnya melibatkan penggunaan steroid dalam siklus 6 – 12 minggu, mengurangi dosis secara perlahan daripada memulai dan menghentikan siklus secara mendadak. Di awal siklus, orang yang melakukan “pyramiding” memulai dengan dosis rendah dan “stack” dan secara perlahan meningkatkan dosis kombinasi steroid yang digunakan. Pada pertengahan kedua siklus, dosis diturunkan secara perlahan hingga nol. Kemudian, siklus kedua dimulai dimana orang tersebut terus berlatih namun tanpa menggunakan steroid. Pengguna steroid percaya bahwa “pyramiding” membuat waktu tubuh menyesuaikan diri dengan dosis tinggi, dan siklus bebas-steroid memberikan sistem hormon tubuh waktu untuk pulih.
Sebuah teknik yang disebut dengan “plateauing” juga digunakan, dimana steroid digunakan secara bertahap (staggered), tumpang-tindih (overlapped), atau diganti (substituted) dengan jenis steroid lainnya untuk menghindari munculnya “toleransi”. Sebagaimana halnya dengan “stacking”, efek “pyramiding”, “cycling”, dan “plateauing” masih belum terbukti secara ilmiah.
Steroid yang sering disalahgunakan
- Steroid oral
- Anadrol (oxymetholone)
- Anavar (oxandrolone)
- Dianabol (methandienone )
- Winstrol (stanozolol)
- Restandol (testosterone undecanoate)
- Steroid suntik
- Deca-Durabolin (nandrolone decanoate)
- Durabolin (nandrolone phenpropionate)
- Depo-Testosterone (testosterone cypionate)
- Agovirin (testosterone propionate)
- Retandrol (testosterone phenylpropionate)
- Equipoise (boldenone undecylenate)
Tautan ke materi lengkap:
NIDA. 2024, July 11. Anabolic Steroids and Other Appearance and Performance Enhancing Drugs (APEDs). Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/anabolic-steroids on 2026, June 24

