Mendalami Sains Mengenai Penggunaan Narkoba:
Seri 3 – Pemicu Relaps
Apa yang dimaksud dengan pemicu?
Pemicu merupakan segala hal yang membuat seseorang merasakan desakan untuk kembali menggunakan narkoba. Pemicu dapat berupa tempat, orang, hal, bau, perasaan, gambar, atau memori yang mengingatkan orang tersebut akan penggunaan narkoba dan merasakan “high”. Pemicu dapat juga hal yang menimbulkan stres yang ingin dihindari atau hal yang membuat senang. Orang yang mengalami adiksi perlu menjauhi orang lain dan pemicu yang dapat membuat mereka kembali menggunakan narkoba; sama halnya seperti orang dengan masalah pernapasan yang harus menghindari debu dan asap.
Orang yang berhenti menggunakan narkoba untuk beberapa waktu, baik karena alasan mereka dipenjara atau berada dalam perawatan, harus menyadari bahwa mereka berisiko tinggi mengalami overdosis jika kembali menggunakan narkoba dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya. Keinginan (craving) mereka untuk kembali menggunakan narkoba tidak akan menurun, namun toleransi mereka terhadap narkoba menurun. Artinya, tubuh mereka tidak dapat lagi menerima narkoba dosis tinggi. Tanpa perawatan segera, overdosis seringkali mengakibatkan kematian. Inilah alasannya mengapa Anda sering mendengar tentang orang yang sekarat karena overdosis setelah keluar dari rehabilitasi.
Apa yang membuat orang kecanduan narkoba?
- Masalah di rumah tangga. Jika rumah Anda bukanlah tempat yang membuat Anda bahagia, baik ketika Anda sedang bertumbuh maupun setelah dewasa, Anda lebih cenderung memiliki masalah narkoba. Ketika anak-anak tidak dirawat dengan baik, atau banyak perkelahian dalam rumah tangga, atau orangtuanya menggunakan narkoba, risiko adiksi semakin meningkat.
- Masalah kesehatan jiwa. Orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang tidak tertangani, seperti depresi atau kecemasan atau ADHD yang tidak diobati, berisiko untuk kecanduan narkoba. Kemungkinan mereka menggunakan narkoba untuk merasa lebih baik.
- Masalah di sekolah, tempat kerja, atau dalam berteman. Kegagalan di sekolah atau tempat kerja, atau sulit untuk berteman, dapat membuat hidup menjadi lebih sulit. Orang yang mengalami masalah ini mungkin menggunakan narkoba untuk mengalihkan pikiran dari masalah tersebut.
- Berteman dengan orang yang menggunakan narkoba. Teman atau anggota keluarga yang menggunakan narkoba dapat membuat Anda menggunakan narkoba seperti mereka.
- Mulai mengggunakan narkoba di usia muda. Ketika anak kecil atau remaja menggunakan narkoba, hal tersebut mempengaruhi cara tubuh dan otak mereka berhenti berkembang. Penggunaan narkoba di usia muda meningkatkan risiko mengalami adiksi di usia dewasa.
- Biologis. Tubuh setiap orang bereaksi secara berbeda terhadap narkoba. Sejumlah orang senang dengan perasaan yang mereka alami saat pertama kali menggunakan narkoba dan ingin menggunakannya kembali, sedangkan yang lainnya tidak menyukai perasaan tersebut dan tidak pernah menggunakannya kembali. Para ilmuwan belum memiliki alat uji yang dapat memprediksi cara tubuh masing-masing orang bereaksi terhadap penggunaan narkoba.
Tautan ke artikel lengkap: https://nida.nih.gov/research-topics/criminal-justice/science-drug-use-resource-justice-sector

