Obat-Obatan Bagi Gangguan Penggunaan Opioid
Seri 5: obat-obatan OUD & adiksi
Apakah obat-obatan bagi gangguan penggunaan opioid benar-benar berhasil?
Penelitian menunjukkan bahwa metadon, buprenorfin, dan nalokson dapat mengurangi penggunaan opioid dan dampak negatif lainnya. Contoh:
- Orang dengan gangguan penggunaan opioid yang menjalani perawatan metadon atau buprenorfin berisiko lebih rendah untuk mengalami overdosis atau meninggal dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalani perawatan tersebut.
- Orang dengan gangguan penggunaan opioid yang menjalani perawatan metadon atau buprenorfin berisiko lebih rendah untuk berperilaku yang membuat mereka berisiko terinfeksi HIV atau Hepatitis C, seperti menyuntikkan narkoba, berbagi jarum atau peralatan menyuntik, atau memiliki banyak pasangan seksual.
- Orang yang dipenjara dan menerima perawatan metadon atau buprenorfin berisiko lebih cenderung untuk tetap dalam perawatan setelah bebas dari penjara. Mereka juga berisiko rendah mengalami overdosis atau ditangkap atau dipenjara kembali setelah bebas.
Apakah obat-obatan tersebut bersifat adiktif?
Baik metadon maupun buprenorfin mengikat dan mengaktivasi reseptor mu-opioid yang sama dalam otak, sama halnya dengan jenis opioid lainnya. Sehingga, sejumlah orang berpikir mereka hanya mengganti opioid yang biasa digunakan. Namun demikian, ketika obat-obatan tersebut digunakan sesuai dengan resep, metadon dan buprenorfin mencegah timbulnya craving dan gejala putus obat tanpa menyebabkan rasa senang yang intens (atau “high”) yang biasanya dihasilkan oleh opioid lainnya. Hal ini membuat metadon dan buprenorfin tidak terlalu menimbulkan craving.
Seperti kebanyakan obat-obatan, metadon dan buprenorfin menyebabkan ketergantungan. Ketika seseorang berhenti mengonsumsi obatnya secara mendadak, hal tersebut dapat mengakibatkan gejala putus obat. Akan tetapi, efek tersebut bersifat ringan dibandingkan dengan ketergantungan yang disebabkan oleh opioid lainnya dan dapat ditangani dengan cara menurunkan dosis obat tersebut secara perlahan dibandingkan berhenti mendadak.
Baik metadon maupun buprenorfin dapat disalahgunakan untuk mendapatkan efek penghargaan jika disuntikkan dibandingkan ketika diminum seperti yang diresepkan. Orang tanpa gangguan penggunaan opioid dapat mengalami “high” ketika minum obat tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang menyalahgunakan buprenorfin melakukannya untuk mengendalikan gejala putus obat dari opioid lainnya, bukan untuk mengalami “high”.
Naltrekson tidak bersifat adiktif. Meskipun naltrekson mengikat reseptor mu-opioid, obat tersebut memblokir reseptor ini, bukan mengaktivasinya.
Tautan ke materi lengkap:
NIDA. 2025, March 20. Medications for Opioid Use Disorder. Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/medications-opioid-use-disorder on 2026, October 2

