Disforia Gender (Seri 1)

Disforia Gender

Seri 1: Pengertian disforia gender

Istilah “transgender” bukanlah diagnosis psikiatrik. Istilah tersebut digunakan untuk merujuk seseorang yang jenis kelaminnya saat lahir (biasanya berdasarkan tampilan genitalia eksternal) tidak sejalan dengan identitas gender mereka (pemahaman psikologis seseorang mengenai gender mereka). Sejumlah orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai transgender mengalami “disforia gender”, sebuah diagnosis psikiatrik yang merujuk kepada tekanan psikologis yang berasal dari ketidaksesuaian antara jenis kelamin saat lahir dan identitas gender mereka. Meskipun disforia gender dapat bermula di masa kanak-kanak, sejumlah orang mengalaminya setelah melewati masa pubertas.

Terdapat banyak cara bagi transgender dalam mendapatkan afirmasi gender, yang dapat melibatkan transisi sosial (merubah nama, kata ganti, atau cara berpakaian), transisi legal (merubah penanda gender pada dokumen resmi), transisi medis (misal, supresi pubertas atau penggunaan hormon yang mengafirmasi gender tertentu), dan transisi bedah (vaginoplasty, facial feminization surgery, breast augmentation, masculine chest reconstruction, dan lainnya). Tidak semua transgender memerlukan seluruh domain afirmasi gender karena hal tersebut merupakan pilihan individu yang sangat personal.

Penting untuk dicatat bahwa istilah “identitas gender” berbeda dari “ekspresi gender”. Identitas gender merujuk kepada pemahaman psikologis seseorang mengenai gender mereka, sedangkan ekspresi gender merujuk kepada cara seseorang menampilkan dirinya ke dunia luar. Contoh, memakai gaun dianggap sebagai ekspresi gender yang “feminin” dan memakai tuksedo merupakan ekspresi gender “maskulin”. Ekspresi gender ditentukan oleh budaya dan berbeda berdasarkan waktu dan budaya.

Identitas gender juga berbeda dari orientasi seksual. Orientasi seksual merujuk kepada jenis orang yang membuat seseorang tertarik secara seksual. Seperti halnya dengan cisgender (orang yang jenis kelaminnya saat lahir sejalan dengan identitas gender mereka), transgender memiliki kisaran orientasi seksual yang beragam.

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/gender-dysphoria/what-is-gender-dysphoria

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *