
Luke J Norman, Gustavo Sudre, Jolie Price, Philip Shaw
Abstrak
Tujuan Penelitian: Sejumlah besar penelitian MRI fungsional meneliti peran potensial lingkaran subkortiko-kortikal dalam patogenesis attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), namun menghasilkan temuan yang inkonsisten. Para penulis melakukan mega analisa terhadap terhadap enam set data neuroimaging untuk meneliti hubungan antara diagnosis ADHD dan sifat-sifat serta konektivitas subkortiko-kortikal.
Metode Penelitian: Perbedaan kelompok diperiksa dalam konektivitas fungsional empat benih subkortikal pada 1.696 remaja dengan diagnosis ADHD (66,39% laki-laki; usia rata-rata, 10,83 tahun [SD=2,17]) dan 6.737 partisipan kontrol yang tidak terpengaruh (47,05% laki-laki; usia rata-rata, 10,33 tahun [SD=1,30]). Para penulis meneliti hubungan antara konektivitas fungsional dan cirri-ciri ADHD (total N=9.890; 50,3% laki-laki; usia rata-rata, 10,77 tahun [SD=1,96]). Analisis sensitivitas digunakan untuk memeriksa spesifisitas relative terhadap masalah internalisasi yang umum terjadi bersamaan dan masalah eksternalisasi non-ADHD. Para penulis selanjutnya memeriksa hasil dalam sub-sampel yang disesuaikan dengan gerakan, dan setelah disesuaikan dengan perkiraan kecerdasan.
Hasil Penelitian: Dalam perbandingan kelompok, remaja dengan ADHD menunjukkan konektivitas yang lebih besar antara benih striatal dan daerah motorik temporal, fronto-insular, dan suplementer, serta antara amigdala dan korteks cingulate anterior dorsal, dibandingkan dengan partisipan kontrol. Temuan serupa muncul ketika cirri-ciri ADHD dipertimbangkan dan ketika definisi benih alternative diadopsi. Asosiasi dominan berpusat pada konektivitas kaudat secara bilateral. Hasil temuan tersebut tidak didorong oleh gerakan di dalam pemindai dan tidak dibagikan dengan masalah internalisasi dan eksternalisasi yang umum terjadi. Ukuran efeknya kecil (puncak d terbesar, 0,15).
Kesimpulan: Hasil temuan dari mega-analisa berskala besar ini mendukung hubungan yang telah mapan dengan sirkuit subkortiko-kortikal, yang kuat terhadap potensi faktor pengganggu. Namun, ukuran efeknya kecil, dan tampaknya konektivitas subkortiko-kortikal hanya dapat menangkap sebagian kecil dari patofisiologi ADHD yang kompleks.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38476041/
Kalimat Kutipan:
Norman LJ, Sudre G, Price J, Shaw P. Subcortico-Cortical Dysconnectivity in ADHD: A Voxel-Wise Mega-Analysis Across Multiple Cohorts. Am J Psychiatry. 2024 Jun 1;181(6):553-562. doi: 10.1176/appi.ajp.20230026. Epub 2024 Mar 13. PMID: 38476041; PMCID: PMC11486346.

