Apa yang dimaksud dengan psikosis?
Psikosis merujuk kepada sekumpulan gejala yang mempengaruhi pikiran, dimana terjadi hilangnya kontak dengan realitas. Selama periode psikosis, pikiran dan persepsi seseorang terganggu serta kesulitan membedakan antara kenyataan dan iusi.
Siapa saja yang mengalami psikosis?
Sulit untuk mengetahui jumlah orang yang mengalami psikosis. Berbagai penelitian memperkirakan antara 15 dan 100 orang dari 100.000 orang mengalami psikosis setiap tahun.
Psikosis seringkali dimulai pada usia dewasa muda ketika seseorang berusia akhir belasan hingga pertengahan 20-an. Akan tetapi, orang dapat mengalami episode psikosis pada usia yang lebih muda atau lebih tua dan sebagai bagian dari banyak gangguan dan penyakit. Contohnya, orang tua dengan gangguan neurologis berisiko lebih tinggi mengalami psikosis.
Apa saja tanda dan gejala psikosis?
Orang dengan psikosis biasanya mengalami delusi (keyakinan yang salah, misalnya: orang di televisi mengirimkan pesan khusus kepada mereka atau orang lain berusaha menyakiti mereka) dan halusinasi (mendengar atau melihat hal-hal yang tidak didengar atau dilihat orang lain, seperti mendengar suara-suara yang menyuruh mereka melakukan sesuatu atau suara-suara yang mengkritik mereka). Gejala lainnya dapat mencakup ucapan atau perilaku yang tidak masuk akal yang tidak sesuai dengan situasi.
Namun demikian, seseorang akan sering menunjukkan perubahan dalam perilakunya sebelum psikosis berkembang. Tanda-tanda pada perilaku untuk psikosis meliputi:
- Kecurigaan, ide paranoid, atau kegelisahan dengan orang lain
- Kesulitan berpikir jernih dan logis
- Menarik diri dari pergaulan dan menghabiskan lebih banyak waktu sendirian
- Ide yang tidak biasa atau terlalu intens, perasaan aneh, atau kurangnya perasaan
- Penurunan dalam perawatan diri atau kebersihan pribadi
- Gangguan tidur, termasuk kesulitan untuk tertidur dan berkurangnya waktu tidur
- Kesulitan membedakan kenyataan dari fantasi
- Kebingungan bicara atau kesulitan berkomunikasi
- Penurunan nilai atau kinerja pekerjaan secara tiba-tiba
Disamping gejala-gejala tersebut, orang dengan psikosis dapat mengalami perubahan perilaku yang lebih umum, meliputi:
- Gangguan emosional
- Kecemasan
- Kurangnya motivasi
- Kesulitan berfungsi secara keseluruhan
Dalam sejumlah kasus, seseorang yang mengalami episode psikosis dapat berperilaku dengan cara yang membingungkan dan tidak terduga serta dapat melukai diri mereka sendiri atau menjadi ancaman atau melakukan kekerasan terhadap orang lain. Risiko kekerasan dan bunuh diri menurun dengan pengobatan psikosis, jadi penting untuk mencari pengobatan. Jika Anda merasa mengalami perubahan perilaku ini atau melihatnya pada teman atau anggota keluarga Anda dan perubahan tersebut mulai meningkat atau tidak kunjung hilang, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.
Apa yang menyebabkan psikosis?
Tidak ada penyebab tunggal psikosis. Psikosis timbul sebagai akibat dari kombinasi kompleks dari risiko genetik, perbedaan dalam perkembangan otak, dan paparan terhadap penyebab stres atau trauma. Psikosis juga merupakan gejala dari penyakit jiwa, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, atau depresi berat. Akan tetapi, seseorang dapat mengalami psikosis dan tidak pernah terdiagnosis dengan skizofrenia atau gangguan lainnya.
Untuk orang dewasa lanjut, gejala psikosis dapat menjadi bagian dari penyakit fisik atau jiwa yang muncul di kemudian hari. Psikosis juga dapat menjadi gejala dari sejumlah penyakit yang muncul di usia lanjut, seperti penyakit Parkinson’s disease, penyakit Alzheimer’s, dan demensia terkait.
Penyebab mungkin lainnya untuk psikosis meliputikurang tidur, obat resep tertentu, dan penyalahgunaan alkohol atau narkoba. Penyakit jiwa, seperti skizofrenia, biasanya didiagnosis dengan menyingkirkan penyebab-penyebab lainnya.
Profesional kesehatan jiwa yang berkualifikasi (seperti psikolog, psikiater, dan tenaga sosial) dapat memberikan penilaian menyeluruh dan diagnosis akurat.
Bagaimana cara pengobatan psikosis?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hal yang umum bagi seseorang yang mengalami gejala psikosis lebih dari setahun sebelum memperoleh pengobatan. Pengurangan durasi dari gejala psikosis yang tak tertangani merupakan hal penting karena pengobatan dini menandakan tingkat pemulihan yang lebih baik. Psikolog, psikiater, dan tenaga sosial berkualifikasi dapat mendiagnosis dan membuat rencana pengobatan.
Pengobatan psikosis umumnya meliputi obat antipsikotik. Terdapat sejumlah obat antipsikotik yang berbeda serta memiliki efek samping yang juga berbeda, sehingga sangat penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk menentukan obat antipsikotik yang lebih efektif dan memiliki sedikit efek samping bagi pasien.
Pengobatan psikosis juga meliputi elemen lainnya. Terdapat dukungan penelitian substansial terhadap CSC, yang merupakan pendekatan multi-elemen yang berorientasi pada pemulihan untuk mengobati psikosis serta mendukung akses mudah ke perawatan dan pengambilan keputusan bersama di antara para spesialis, orang yang mengalami psikosis, dan keluarga. Orang memperoleh hasil pengobatan yang lebih baik dari CSC jika mereka memulai pengobatan sesegera mungkin setelah munculnya gejala psikosis.
Saat ini, CSC merupakan layanan standar bagi psikosis dini, menurut The American Psychiatric Association Practice Guideline for the Treatment of Patients With Schizophrenia (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32867516/).
Penelitian NIMH tentang CSC
Proyek penelitian The Recovery After an Initial Schizophrenia Episode (RAISE), yang didukung oleh NIMH, menetapkan CSC sebagai pengobatan efektif bagi psikosis dini serta mengidentifikasi elemen penting untuk membantu orang dengan psikosis menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif. Pelajari lebih lanjut mengenai peneltian RAISE: https://www.nimh.nih.gov/research/research-funded-by-nimh/research-initiatives/recovery-after-an-initial-schizophrenia-episode-raise.
NIMH terus memprioritaskan penelitian pada dan ekspansi pengobatan bagi psikosis dini dengan peluncuran the Early Psychosis Intervention Network (EPINET) pada tahun 2019. Melalui EPINET, NIMH mendanai banyak penghargaan untuk mendirikan pusat koordinasi data nasional dan jejaring ilmiah regional yang terhubung dengan lebih dari 100 program CSC yang menyediakan pengobatan psikosis dini di 17 negara bagian. Situs web EPINET menyediakan sumber daya bagi peneliti, penyedia layanan kesehatan, administrator, dan orang yang mengalami psikosis dan keluarganya.
CSC terdiri dari beragam komponen:
- Psikoterapi individu atau kelompok yang disesuaikan dengan tujuan pemulihan seseorang. Terapi kognitif dan perilaku berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun ketahanan dan mengatasi berbagai aspek psikosis sambil mempertahankan dan mencapai tujuan pribadi.
- Program dukungan dan edukasi keluarga mengajarkan anggota keluarga tentang psikosis serta keterampilan koping, komunikasi, dan pemecahan masalah. Anggota keluarga yang terinformasi dan terlibat lebih siap membantu orang terkasih melalui proses pemulihan.
- Manajemen pengobatan (atau disebut dengan farmakoterapi) berarti menyesuaikan pengobatan dengan kebutuhan spesifik seseorang dengan memilih jenis dan dosis pengobatan yang tepat untuk membantu mengurangi gejala psikosis. Seperti semua pengobatan, pengobatan antipsikotik memiliki risiko dan manfaat. Orang harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan tentang efek samping, biaya pengobatan, dan preferensi dosis (pil harian atau suntikan bulanan).
- Layanan pendidikan dan dukungan ketenagakerjaan berfokus pada kembalinya pekerjaan atau sekolah, menggunakan dukungan seorang pelatih untuk membantu orang dengan psikosis mencapai tujuan mereka.
- Manajemen kasus menyediakan kesempatan bagi penderita psikosis untuk bekerja sama dengan seorang manajer kasus guna mengatasi masalah praktis dan meningkatkan akses ke layanan dukungan yang dibutuhkan.
Orang dengan psikosis harus dilibatkan dalam perencanaan perawatan mereka dan diajak berkonsultasi dalam pengambilan keputusan tentang perawatan mereka. Kebutuhan dan tujuan mereka harus menjadi pendorong program perawatan, yang akan membantu mereka tetap terlibat selama proses pemulihan.
Penting untuk menemukan profesional kesehatan jiwa yang terlatih dalam pengobatan psikosis dan yang membuat penderita merasa nyaman. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, pemulihan dari psikosis mungkin dilakukan. Sebagian orang yang menerima pengobatan dini tidak akan pernah mengalami episode psikotik lagi. Bagi sebagian lainnya, pemulihan berarti kemampuan untuk menjalani kehidupan yang memuaskan dan produktif, meskipun gejala psikotik terkadang muncul kembali.
Tautan ke artikel asli: https://www.nimh.nih.gov/health/publications/understanding-psychosis

