Apa yang dimaksud dengan zat psikoaktif baru?
“Zat psikoaktif baru” merupakan terminologi yang digunakan untuk senyawa buatan lab yang diciptakan untuk tujuan penelitian atau untuk dipasarkan di pasar narkotika ilegal, terkadang dengan sedikit memodifikasi narkotika yang telah ada dalam upaya menghindari undang-undang narkotika yang berlaku. Kategori yang ada mencakup obat-obatan yang diciptakan oleh perusahaan farmasi atau para peneliti yang tidak pernah ditujukan untuk beredar di masyarakat.
Seluruh zat tersebut tergolong ke dalam kelompok narkotika berikut:
- Opioid sintetis: narkotika golongan ini secara kimiawi berbeda dari opioid yang dibuat di laboratorium, seperti fentanil. Opioid sintetis meliputi brorphine dan U-47700. Awalnya, para peneliti mengidentifikasi brorphine ke dalam suplai narkotika yang tidak diatur oleh undang-undang pada tahun 2018. Opioid sintetis baru dapat memperlambat pernapasan, menurunkan tekanan darah dan detak jantung ke level rendah yang membahayakan, serta berpotensi menimbulkan overdosis. Kelas opioid baru yang muncul sama kuatnya atau bahkan lebih kuat dari fentanil, yang memiliki kekuatan 50 – 100 kali lebih kuat dibandingkan morfin.
- Kanabinoid sintetis: terkadang disebut dengan”K2” atau “Spice”. Kanabinoid buatan laboratorium secara kimiawi serupa dengan tanaman kanabis, tapi memiliki efek yang sangat berbeda. Kanabinoid sintetis jenis baru meliputi ADMB-5, Br-BUTINACA dan MDMB-4en-PINACA. MDMB-4en-PINACA dikaitkan dengan halusinasi, paranoia, dan kebingungan. Kanabinoid-kanabinoid sintetis tersebut ditemukan dalam tubuh korban yang meninggal akibat overdosis yang tidak disengaja.
- Katinon sintetis: juga dikenal sebagai “Bath Salts”. Katinon buatan laboratorium adalah stimulan yang secara kimiawi berkaitan dengan, namun bukan berasal dari, tanaman khat. Orang terkadang menggunakan katinon sintetis sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan stimulan lainnya, namun katinon juga ditemukan sebagai bahan tambahan dalam zat rekreasional lainnya. Katinon yang baru muncul meliputi eutylone, N-N-dimethylpentylone (dipentylone), dan pentylone. Senyawa-senyawa tersebut ditemukan dalam tubuh korban yang meninggal akibat overdosis.
- Benzodiazepin sintetis: benzodiazepin merupakan golongan depresan yang diciptakan di laboratorium; golongan ini mencakup obat resep seperti diazepam (terkadang dipasarkan dengan nama dagang Valium), alprazolam (dipasarkan dengan merek dagang Xanax), dan klonazepam (dipasarkan dengan merek dagang Klonopin). Data terkini menunjukkan bahwa versi baru benzodiazepin yang diproduksi secara rekreasional mencakup bromazolam, disalkylgidazepam, dan flubromazepam.
Bagaimana cara NIDA mendukung penelitian terkait narkotika baru?
NIDA mendukung penelitian yang melacak kemunculan narkotika baru dalam suplai narkotika yang tidak diatur oleh undang-undang, termasuk melalui the National Drug Early Warning System (NDEWS), berkolaborasi dengan para peneliti dan partner lainnya di seluruh dunia.
NIDA meneliti atau mendukung penelitian tentang perubahan pada suplai narkotika buatan laboratorium dan cara kerja narkotika baru tersebut dalam otak, serta dampak kesehatannya maupun potensinya sebagai perawatan terapeutik.
NIDA juga mendukung penelitian yang mengembangkan dan menguji pendekatan-pendekatan untuk mencegah penggunaan dan penyalahgunaan narkotika serta meneliti apakah metode pengurangan dampak buruk serta caranya dapat mencegah, memulihkan, atau mengurangi jumlah overdosis.
Tautan ke materi lengkap:
- NIDA. 2024, December 3. Emerging Drug Trends. Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/emerging-drug-trends on 2026, May 15

