Ketogenic diet reduces a neurobiological craving signature in inpatients with alcohol use disorder
Corinde E Wiers, Peter Manza, Gene-Jack Wang, Nora D Volkow

Abstrak
Latar Belakang dan Tujuan Penelitian: Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa intervensi ketogenic diet (KD; diet ketogenik) [tinggi-lemak, rendah-karbohidrat] mengurangi keparahan gejala putus dan craving alkohol pada individu dengan alcohol use disorder (AUD; gangguan penggunaan alkohol) dengan mengalihkan energi otak dari glukosa ke keton. Kami berhipotesis bahwa KD dapat mengurangi tanda-tanda craving neurobiologist ketika individu yang menjalani perawatan detoksifikasi alkohol terpapar dengan isyarat-isyarat alkohol.
Metode Penelitian: Kami melakukan analisis sekunder dari data resonansi magnetik fungsional terhadap 33 orang dewasa dengan AUD, yang dirandomisasi ke kelompok penelitian (KD; n = 19) dan kelompok diet baku orang Amerika (SA; n = 14), dan menjalani perawatan detoksifikasi alkohol selama 3 minggu. Setiap sekali seminggu, partisipan menjalani paradigm reaktivitas-isyarat alkohol dengan functional magnetic resonance imaging (pencitraan resonansi magnetik fungsional). Kami memperoleh respon otak terhadap isyarat makanan dan alkohol serta mengukur tingkat dimana setiap rangkaian gambar otak memiliki pola aktivasi yang sama dengan ‘Neurobiological Craving Signature’ (NCS; Tanda Craving Neurobiologis) yang baru-baru ini ditetapkan. Kemudian, kami melakukan ANOVA repeated measures berdasarkan group-by-time untuk menguji perbedaan dalam ekspresi tanda craving antara kedua kelompok diet selama periode perawatan tiga minggu. Kami juga mengkorelasikan pola-pola ekspresi tersebut dengan penilaian keinginan yang dilaporkan sendiri untuk isyarat alkohol.
Hasil Penelitian: Untuk alkohol yang berhubungan dengan isyarat makanan, terdapat efek utama kelompok, sehingga kelompok KD menunjukkan ekspresi NCS yang lebih rendah selama 3 minggu pengobatan. Efek utama waktu dan interaksi kelompok-waktu tidak signifikan. Keinginan yang dilaporkan sendiri untuk isyarat alkohol berkurang dengan KD dibandingkan dengan SA, namun tidak berkorelasi dengan skor NCS.
Kesimpulan: Diet ketogenik menurunkan keinginan untuk minum alkohol yang dilaporkan sendiri, dan menyebabkan NCS yang lebih rendah terhadap isyarat-isyarat alkohol selama perawatan inap untuk AUD. Akan tetapi, pada kelompok KD, keinginan untuk minum alkohol terus menurun selama 3 minggu abstinens meskipun skor NCS tetap stabil, yang menunjukkan bahwa NCS yang disebabkan oleh isyarat tersebut mungkin tidak sepenuhnya menangkap keinginan untuk minum alkohol yang berkelanjutan dan tidak disebabkan oleh isyarat.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38410637/
Kalimat Kutipan: Wiers CE, Manza P, Wang GJ, Volkow ND. Ketogenic diet reduces a neurobiological craving signature in inpatients with alcohol use disorder. Front Nutr. 2024 Feb 12;11:1254341. doi: 10.3389/fnut.2024.1254341. PMID: 38410637; PMCID: PMC10895037.

