Qing Ma, Barbara J Sahakian, Bei Zhang, Zeyu Li, Jin-Tai Yu, Fei Li, Jianfeng Feng, Wei Cheng

Abstrak
Memahami mekanisme otak yang mendasari pola tidur remaja serta dampaknya terhadap perkembangan psikofisiologis merupakan hal yang kompleks.
Kami menggunakan sparse canonical correlation analysis (sCCA) pada data dari 3.222 remaja yang berpartisipasi dalam the Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) study, mengintegrasikan karakteristik tidur dengan pencitraan multimoda.
Hasil penelitian mengungkap dua dimensi penting tidur-otak: pertama, yang menghubungkan waktu tidur yang lebih lambat dengan durasi lebih pendek terhadap konektivitas subkortikal-kortikal yang menurun, dan kedua, mengaitkan denyut jantung yang lebih tinggi dan tidur ringan yang lebih pendek dengan volume dan konektivitas otak yang lebih rendah. kluster hirarki mengidentifikasi 3 jenis biotipe: biotipe 1 memiliki pola tidur yang telat dan denyut jantung lebih tinggi; biotipe 3 memiliki pola tidur lebih awal dan lebih lama dengan denyut jantung lebih rendah; dan biotipe 2 memiliki pola tidur diantara keduanya. Ketiga biotipe tersebut juga menunjukkan perbedaan dalam performa kognitif dan struktur serta fungsi otak. Analisis longitudinal menunjukkan perbedaan tersebut pada usia 9 – 14 tahun, dengan biotipe 3 menunjukkan keunggulan kognitif yang konsisten.
Hasil penelitian kami memberikan wawasan untuk mengoptimalisasikan rutinitas tidur demi perkembangan kognitifyang lebih baik.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40244849/
Kalimat Kutipan:Ma Q, Sahakian BJ, Zhang B, Li Z, Yu JT, Li F, Feng J, Cheng W. Neural correlates of device-based sleep characteristics in adolescents. Cell Rep. 2025 Apr 16;44(5):115565. doi: 10.1016/j.celrep.2025.115565. Epub ahead of print. PMID: 40244849.

