Social Media Use and Depressive Symptoms

Social Media Use and Depressive Symptoms During Early Adolescence

Jason M NagataChristopher D OtmarJoan ShimPriyadharshini BalasubramanianChloe M ChengElizabeth J LiAbubakr A A Al-ShoaibiIris Y ShaoKyle T GansonAlexander TestaOrsolya KissJinbo HeFiona C Baker 

Abstrak

Hal Penting: Pada tahun 2023, the US Surgeon General menerbitkan Imbauan mengenai Media Sosial dan Kesehatan Jiwa Remaja, mengidentifikasikan kesenjangan penelitian kritis yang menghalangi panduan berbasis-bukti ilmiah, mengingat sebagian besar penelitian tentang media sosial dan kesehatan jiwa hanya bersifat potong-lintang dan bukan longitudinal serta hanya berfokus pada kelompok dewasa muda atau dewasa lanjut dibandingkan pada kelompok remaja yang lebih muda.

Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi hubungan longitudinal antara penggunaan media sosial (waktu yang dihabiskan di media sosial) dan gejala depresi di 4 gelombang tahunan yang mencakup periode follow-up 3 tahun dari masa kanak-kanak lanjut hingga masa remaja awal.

Disain, Latar, dan Partisipan Penelitian: Dalam studi kohort prospektif menggunakan data dari the Adolescent Brain Cognitive Development Study di 21 site penelitian dari Oktober 2016 hingga Oktober 2018, anak-anak usia 9 – 10 tahun pada fase baseline dinilai dalam 4 gelombang (baseline, tahun 1, tahun 2, dan tahun 3), dengan follow-up 3 tahun hingga tahun 2022. Jumlah sampel bervariasi  di seluruh gelombang dan pengukuran karena adanya pengurangan dan data yang hilang. Analisis mempertahankan semua data yang tersedia pada masing-masing gelombang. Data kemudian dianalisis dari Januari 2024 hingga Maret 2025.

Paparan: Waktu yang dihabiskan di media sosial pada fase baseline hingga tahun ke-3 follow-up berdasarkan laporan diri partisipan penelitian.

Pengukuran dan Hasil Utama: Hubungan timbal balik antara penggunaan media sosial dan gejala depresi (Child Behavior Checklist) pada fase baseline dan pada tahun 1, 2, dan 3 follow-up dinilai menggunakan model panel persamaan struktural longitudinal dan lintas jeda. Kovariat yang ada mencakup jenis kelamin, ras dan etnis, pendapatan rumah tangga, dan tingkat pendidikan orangtua.

Hasil Penelitian: Pada fase baseline, sampel meliputi 11.876 partisipan (mean [SD] usia, 9.9 [0.6] tahun), yang 6.196 diantaranya (52,2%) adalah anak laki-laki. Setelah disesuaikan dengan perbedaan dan kovariat antar-orang yang stabil, peningkatan penggunaan media sosial pada 1 orang di atas rata-rata tingkat per-orang dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi dari tahun ke-1 hingga tahun ke-2 (β, 0,07; 95% CI, 0,01-0,12; P = 0,01) dan dari tahun ke-2 hingga tahun ke-3 (β, 0,09; 95% CI, 0,04-0,14; P < 0,001), sedangkan gejala depresi tidak dikaitkan dengan penggunaan media sosial berikutnya pada interval apa pun. Model panel cross-lagged random-intercept final menunjukkan kecocokan yang baik (comparative fit index, 0.977; Tucker-Lewis index, 0.968; root mean square error of approximation, 0.031 [90% CI, 0.029-0.033]).Perbedaan antar-orang dalam penggunaan media sosial tidak dikaitkan dengan gejala depresi (β, -0,01; 95% CI, -0,04 hingga 0,02; P = 0,46) setelah memperhitungkan faktor demografi dan tingkat keluarga.

Kesimpulan dan Relevansi: pada studi kohort yang melibatkan  11.876 anak-anak dan remaja, pelaporan penggunaan media sosial rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata per-orang pada tahun 1 dan tahun 2 setelah baseline dikaitkan dengan gejala depresi yang lebih parah di tahun berikutnya. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa para dokter harus memberikan panduan antisipatif terkait penggunaan media sosial bagi kelompok remaja muda dan orangtua mereka.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40397441/                                    

Kalimat Kutipan: Nagata JM, Otmar CD, Shim J, Balasubramanian P, Cheng CM, Li EJ, Al-Shoaibi AAA, Shao IY, Ganson KT, Testa A, Kiss O, He J, Baker FC. Social Media Use and Depressive Symptoms During Early Adolescence. JAMA Netw Open. 2025 May 1;8(5):e2511704. doi: 10.1001/jamanetworkopen.2025.11704. PMID: 40397441; PMCID: PMC12096259.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *