Hubungan Perubahan Iklim dan Kesehatan Jiwa

Seri – 1

Dampak perubahan iklim bukan hal yang asing lagi – kita semakin sering melihat berita mengenai peristiwa cuaca yang ekstrim, kekeringan, kelangkaan air, kebakaran hutan, dan banjir serta dampaknya pada pertanian dan sistem manusia. Dampak dari kejadian tersebut terhadap kesehatan fisik dan jiwa menjadi semakin jelas. Polusi udara dan suhu tinggi yang muncul akibat meningkatnya gas rumah kaca secara signifikan meningkatkan risiko masalah neurologis dan psikiatris seperti stroke dan demensia. Perubahan pada suplai dan kandungan nutrisi pada makanan berkontribusi terhadap penyakit psikiatrik, dan perubahan pada pola penyakit menular mengakibatkan lebih banyak orang terpapar konsekuensi neuropsikiatrik akibat ensefalitis.

Perubahan iklim dapat mengakibatkan orang kehilangan pekerjaan, berpindah tempat, dan merusak kohesi sosial serta sumber daya masyarakat, yang semuanya berdampak pada kesehatan jiwa. Selain itu, ketakutan akan fenomena perubahan iklim dan dampak terkait terhadap keamanan nasional dan kesejahteraan individu dapat mengakibatkan stres yang signifikan.

Kosakata baru berkembang untuk menggambarkan efek perubahan iklim terhadap jiwa manusia (Cianconi). Duka dan kecemasan ekologis merupakan istilah yang menggambarkan rasa kehilangan atau kecemasan yang dirasakan oleh orang terkait dengan perubahan iklim, termasuk hilangnya masa depan yang stabil (Panu). Solastalgia merupakan istilah khusus yang digunakan untuk menangkap perasaan nostalgia yang kita rasakan terhadap cara hidup tradisional atau lanskap masa kecil yang hancur akibat perubahan lingkungan (Albrecht). Meskipun kecemasan ekologis merupakan respon normal terhadap darurat iklim dan biasanya tidak sampai ke tingkat kekhawatiran klinis, rasa tersebut dapat membentuk pandangan masyarakat dan masa depan yang menyebabkan kemarahan, rasa putus asa, atau paralisis, dan umumnya terjadi pada kaum muda (Hickman). Aktivis dan ilmuwan iklim juga dapat mengalami kelelahan emosional (burnout) dan keputusasaan  ketika kemajuan menuju keberlanjutan mengalami kendala (Malach).

Tautan ke artikel asli:

  1. https://www.psychiatry.org/Patients-Families/Climate-Change-and-Mental-Health-Connections

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *