Depresi dan Adiksi Internet

Depression and internet addiction among adolescent: A meta-analysis

Xiao-Li Ye, Wei Zhang, Fang-Fang Zhao

Abstrak

Baik depresi dan adiksi internet (internet addiction; IA) sering terjadi dan menjadi beban pada remaja. Hasil penelitian mengenai hubungan antara depresi dan IA masih belum jelas, sehingga kami melakukan studi meta-analisis untuk memastikan hubungan keduanya. Kami mencari penelitian-penelitian yang relevan, dengan pencarian terakhir dilaksanakan pada 10 November 2022. Remaja berusia 10 – 24 tahun melaporkan depresi dan IA yang diukur secara objektif menggunakan skala yang telah digunakan di seluruh dunia dan valid. Random effect models digunakan untuk menghasilkan kombinasi odds ratio (OR) dan coefficient of regression (β). Kami menyertakan 42 penelitian yang menyajikan data dari 102.769 partisipan penelitian.

Meta-analisis mengonfirmasi bahwa depresi berkorelasi secara positif dengan IA dan sebaliknya. Remaja dengan gangguan depresi berisiko tinggi mengalami IA. Remaja dengan IA berisiko tinggi mengalami gangguan depresi. Selain itu, IA memiliki efek yang kuat terhadap risiko depresi. Skrining untuk IA pada remaja yang mengalami depresi direkomendasikan untuk dilakukan pada awal diagnosis dan tindak lanjut. Demikian pula, pecandu internet harus diskrining secara berkala untuk depresi.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37348449/         

Kalimat Kutipan: Ye XL, Zhang W, Zhao FF. Depression and internet addiction among adolescents:A meta-analysis. Psychiatry Res. 2023 Aug;326:115311. doi: 10.1016/j.psychres.2023.115311. Epub 2023 Jun 16. PMID: 37348449.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *