Posttraumatic stress disorder in disaster-exposed youth: examining diagnostic concordance and model fit using ICD-11 and DSM-5 criteria

BreAnne A Danzi, Ellen A Knowles, Rachel C Bock

Abstrak

Latar Belakang: Definisi posttraumatic stress disorder (PTSD; gangguan stress pasca trauma) yang berbeda telah diajukan dalam ICD-11 dan DSM-5; masih tidak jelas model diagnostik mana yang tepat untuk anak-anak dan remaja. Meskipun sejumlah penelitian telah memprediksi dampak kedua model tersebut dengan mendekati kriteria menggunakan ukuran lama, penelitian ini membandingkan ukuran-ukuran yang didisain untuk menilai kriteria ICD-11 dan DSM-5 pada remaja yang terpapar badai. Penelitian ini mengevaluasi model diagnostik ICD-11 dan DSM-5 (baik anak usia sekolah standard maupun prasekolah) dengan mengidentifikasi angka diagnostik, mengevaluasi kesesuaian diagnostik, menginvestigasi nilai konstruksi prediktif terkait dengan PTSD (demografi, paparan dan ancaman bencana, cacat fungsional), serta menguji kesesuaian model.

Metode Penelitian: Partisipan penelitian terpapar badai Ian (Hurricane Ian; 2022), badai dengan kategori 5, kategori mematikan. Para orangtua melaporkan paparan badai dan gejala PTSD yang dialami anak mereka (n = 152; usia 7-17 tahun) menggunakan International Trauma Questionnaire for Children and Adolescents Caregiver Version (ITQ-CG) untuk kriteria ICD-11 dan UCLA PTSD Reaction Index for DSM-5, Parent/Caregiver Report Version (RI-5) untuk kriteria DSM-5.

Hasil Penelitian: Angka kriteria gejala PTSD dari ICD-11 adalah 24% dan turun menjadi 20% ketika kriteria gangguan ditambahkan. Untuk DSM-5, angka kriteria gejala PTSD adalah 11% (10% dengan gangguan) dan 13% (12% dengan gangguan) untuk DSM-5 prasekolah. Angka ICD-11 lebih tinggi dari angka DSM-5 dan DSM-5 prasekolah. Tidak ada perbedaan antara angka PTSD DSM-5 dan DSM-5 prasekolah. Terdapat tingkat kesesuaian sedang hingga substansial antara model ICD-11 dan DSM-5. Semua model diagnostik berkaitan dengan paparan dan gangguan, namun hanya ICD-11 dikaitkan dengan ancaman. ICD-11 adalah satu-satunya yang menunjukkan kesesuaian model yang dapat diterima.

Kesimpulan: Hasil penelitian dengan menggunakan ITQ-CG dan RI-5 untuk menilai PTSD pada kaum muda menunjukkan angka diagnostik PTSD yang lebih tinggi pada ICD-11 dibandingkan DSM-5; hasil ini berlawanan dengan hasil penelitian sebelumnya (berdasarkan kriteria ICD-11 yang diaproksimasi) dan tampaknya sebagian besar disebabkan oleh perbedaa ambang batas yang digunakan oleh kedua alat ukur tersebut. ITQ-CG menunjukkan kesesuaian model yang sangat baik dan berkaitan dengan sejumlah konstruksi penting untuk PTSD.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39799288/     

Kalimat Kutipan: Danzi BA, Knowles EA, Bock RC. Posttraumatic stress disorder in disaster-exposed youth: examining diagnostic concordance and model fit using ICD-11 and DSM-5 criteria. BMC Pediatr. 2025 Jan 11;25(1):24. doi: 10.1186/s12887-024-05317-6. PMID: 39799288; PMCID: PMC11724448.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *