Treatment of children and adolescents with post-traumatic stress in humanitarian crises: systematic review and meta-analysis

Fiona E Douglas, Chirag Shroff, Richard Meiser-Stedman

Abstrak

Tujuan Tinjauan: Untuk menilai efektivitas intervensi kesehatan mental dan dukungan psikososial dalam mengatasi gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD) pada anak-anak dan remaja pada setting bantuan kemanusiaan, dengan analisis terpisah yang ditargetkan dan intervensi universal.

Metode Tinjauan: Secara sistematis, kami melakukan pencarian dalam basis data MEDLINE, Web of Science, PTSDpubs dan PsycInfo untuk menemukan uji kontrol acak yang melibatkan individu berusia 18 tahun ke bawah dalam setting bantuan kemanusiaan dan membandingkan intervensi psikologis dengan kontrol pasif. Meta-analisis efek acak dilakukan secara terpisah untuk intervensi yang menargetkan gejala spesifik dan untuk intervensi universal yang lebih umum. Tinjauan ini terdaftar di PROSPERO (CRD42023434878).

Hasil Tinjauan: Meta-analisis ini mencakup 16 uji coba intervensi terarah (n = 2356) dan 11 intervensi universal (n = 3378) yang memenuhi kriteria inklusi. Anak-anak dan remaja yang menerima intervensi terarah melaporkan mengalami lebih sedikit gejala PTSD setelah mengikuti intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Efek positif ini terus berlanjut hingga follow-up. Manfaat intervensi juga terlihat untuk gejala depresi. Selain itu, intervensi universal dikaitkan dengan gejala PTSD yang jauh lebih sedikit. Analisis moderator menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat pendapatan negara, penggunaan tenaga terapis profesional atau awam, atau apakah trauma disebabkan disebabkan oleh bencana alam atau yang dibuat oleh manusia. Namun demikian, ditemukan heterogenitas yang cukup besar dan risiko bias yang tinggi di seluruh penelitian.

Kesimpulan: Baik intervensi dukungan psikososial dan kesehatan mental yang universal maupun terarah dikaitkan dengan gejala PTSD yang lebih sedikit pada anak-anak dan remaja di setting bantuan kemanusiaan dibandingkan dengan kelompok kontrol pasif. Karena intervensi yang dilakukan oleh non-spesialis juga berhasil, pembagian tugas perlu dipertimbangkan dalam situasi bencana ketika sumber daya sangat terbatas.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40630151/       

Kalimat Kutipan: Douglas FE, Shroff C, Meiser-Stedman R. Treatment of children and adolescents with post-traumatic stress in humanitarian crises: systematic review and meta-analysis. Bull World Health Organ. 2025 Jul 1;103(7):445-461. doi: 10.2471/BLT.24.292608. Epub 2025 May 27. PMID: 40630151; PMCID: PMC12231071.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *